SD Al-Zahra Indonesia dan Program Pertukaran Pelajar

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Saya jatuh cinta pada pandangan pertama pada sekolah ini.

SD Al-Zahra Indonesia dan Program Pertukaran Pelajar - Mommies Daily

Tahun 2016 lalu, saya disibukkan dengan pencarian SD yang rasanya tak kunjung berakhir. Bahkan saya mulai hunting sekolah saat sedang cuti melahirkan awal tahun lalu, padahal Dhia baru masuk SD pada tahun ajaran 2017-2018. Lebay, ya! Tapi ternyata nggak juga, lho, karena ternyata mencari sekolah itu nggak gampang. Meskipun banyak sekali sekolah tersebar di sekitar rumah, namun mencari sekolah yang cocok dan sesuai dengan visi misi (berat, ya, pakai visi misi) saya dan suami ternyata sulit.

Sampai akhirnya kami ‘menemukan’ Sekolah Dasar Al-Zahra Indonesia. Begitu saya datang untuk pertama kalinya, saya langsung menyukai sekolah ini. Tahun ini, sekolah yang terletak di dalam perumahan Vila Dago, Tangerang Selatan ini menerima 4 kelas dengan masing-masing kelas berisi 25 siswa. Sekolah ini menerapkan kurikulum nasional yang diintegrasikan dengan kurikulum agama.

Layaknya bangunan sekolah yang lain, Al-Zahra Indonesia juga memiliki beberapa fasilitas di dalam sekolah, yang menurut saya cukup lengkap. Mulai dari lapangan sepakbola, lapangan basket dan futsal, kolam renang, ruang bermain indoor maupun outdoor, laboratorium multimedia, lab komputer, lab bahasa dan laboratorium sains/IPA, ruang musik, hingga hutan sekolah. kebayang , kan, luasnya sekolah ini.

Baca juga: SD Favorit Berdasarkan Akreditasi di Wilayah Jakarta

SD Al-Zahra Indonesia dan Program Pertukaran Pelajar - Mommies Daily

Satu hal yang penting, saat saya diajak berkeliling, saya melihat ruang kelas yang cukup luas. Bahkan, ruang kelas 1 dibuat mirip dengan ruang kelas TK, sehingga anak nggak kaget-kaget amat saat masuk SD. Uniknya, masing-masing guru kelas berkantor di dalam setiap kelasnya. Dalam satu kelas terdapat dua orang guru yang selalu stand by. Saat saya berada di sana, berkali-kali saya bertemu dengan guru, yang saya lihat sangat ramah. Sepanjang pandangan saya, guru selalu menyapa murid terlebih dahulu saat berjumpa di jalan.

Meskipun bukan termasuk sekolah yang mewajibkan siswanya untuk berbahasa Inggris, namun sekolah ini memfasilitasi siswa yang sudah fasih berbahasa Inggris. Siswa-siswa ini akan mengenakan pin khusus, yang menandakan bahwa teman-teman atau guru-guru harus berbahasa Inggris saat bercakap-cakap dengan mereka. Ini dilakukan agar kebiasaan berbahasa Inggris tidak hilang. Sedangkan untuk siswa yang belum terbiasa dengan bahasa Inggris, mereka memiliki program seperti English Card, English festival, English Camp hingga pertukaran pelajar.

SD Al-Zahra Indonesia dan Program Pertukaran Pelajar - Mommies Daily

Pertukaran pelajar ini sudah bisa diikuti oleh siswa kelas 4, lho. Beberapa sekolah tujuan untuk pertukaran pelajar ini antara lain Al-Junied Islamic School (Singapura), Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah (Singapura), ADNI International Islamic School (Malaysia), Sekolah Kecemerlangan Kebangsaan Setiawangsa (Malaysia) dan Sekolah Kebangsaan Convent Muar (Johor-Malaysia). Ini untuk anak SD, sementara untuk anak yang sudah SMP, pertukaran pelajar bisa sampai ke Australia.

Untuk calon siswa yang akan bersekolah di sini, mereka harus mengikuti 3 jenis observasi, yaitu observasi agama, observasi akademik (calistung dasar) dan observasi psikolog. Banyak, ya. Tapi tenang saja, menurut keterangan guru yang menjelaskan pada saya waktu itu, observasi yang utama adalah observasi psikolog untuk mengetahui kematangan anak untuk masuk SD (dalam hati, Alhamdulillah :D).

Tahun ini formulir pendaftaran dijual seharga Rp. 300.000, yang sudah mencakup semua jenis observasi, hasil observasi oleh psikolog dan snack untuk siswa saat pelaksanaan observasi. Sedangkan uang pangkal untuk tahun ajaran 2017-2018 adalah sebesar 19.400.000 sudah termasuk uang kegiatan selama satu tahun, karyawisata, hingga lomba siswa. Sementara untuk SPP tahun ajaran ini adalah Rp. 1.000.000.

Baca juga: Cari Tahu Biaya Masuk Sekolah Dasar di Jakarta dan Bekasi

Pendaftaran sekolah ini termasuk cukup santai bila dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain yang menuntut kegesitan dalam mendaftar. Mereka akan memulai tes bila sudah ada minimal 10 calon siswa yang mendaftar, begitu seterusnya, hingga kuota terpenuhi.

Baca juga: Menyiapkan si Kecil Masuk SD


One Comment - Write a Comment

Post Comment