Bagaimana Menghadapi Rekan Kerja Defensif?

Sudah geregetan banget menghadapi rekan kerja defensif? Hadapi dengan 4 cara ini, saja!

Pernahkah Mommies menghadapi rekan kerja yang melakukan kesalahan, namun bukannya mengakui kesalahan, ia malah membuat berbagai macam alasan untuk menutupi kesalahan tersebut? Itu adalah salah satu sikap defensif dan di dalam lingkungan pekerjaan biasanya ada saja rekan kerja yang defensif.

Bagaimana, ya, Menghadapi Rekan Kerja Defensif? - Mommies DailySeseorang yang defensif biasanya akan sering beragumentasi, sulit menerima kritik atau masukan dari orang lain. Ia menganggap suatu umpan balik merupakan ancaman yang menyerang dirinya. Seseorang yang sering bersikap defensif, biasanya cenderung memiliki rasa cemas, curiga, atau perasaan terancam untuk diserang. Oleh karena itu, seseorang yang merasa takut, kecenderungan yang dominan adalah membela diri dan menjaga citra dirinya.

Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa tips yang dapat digunakan untuk menghadapi rekan kerja yang bersikap defensif:

  • Buatlah rekan kerja merasa aman

Saat mommies memberikan umpan balik kepada rekan kerja, mulailah dengan mengatakan bahwa mommies senang bekerja dengannya dan utarakan alasannya jika memungkinkan. Jika ia sudah merasa aman dan nyaman dengan hubungan yang terjalin antara dirinya dengan mommies, anda dapat menyatakan masukan dan umpan balik kepada rekan kerja supaya dapat membantunya dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan adanya perasaan aman pada diri rekan kerja, ia tidak akan merasa perlu untuk mempertahankan dirinya dan akan mau mendengarkan umpan balik yang mommies sampaikan.

  • Seleksi kalimat yang tidak ‘menyerang’

Sebaiknya saat memberi masukan kepada rekan kerja, pilihlah kalimat yang tepat dan bijaksana, yang tidak terkesan ‘menyerang’ atau menyalahkan. Jangan pula menyudutkan dirinya karena akan rentan menimbulkan konflik dan timbul adu argumentasi. Ia akan memiliki beragam macam alasan untuk membela dirinya sehingga proses penyelesaian masalah akan cenderung lambat. Selain itu, sebaiknya gunakan kata ‘kita’ daripada mommies menggunakan kata ‘saya’.

  • Tegur secara personal

Apabila rekan kerja melakukan kesalahan, mommies sebaiknya menegur secara personal, bukan di depan orang banyak. Jika ia ditegur di depan banyak orang, ia akan merasa diserang sehingga ia bisa saja menjadi emosional, menyerang balik dan membuat situasi di kantor menjadi kurang kondusif. Selain itu, mommies juga dapat memberikan bukti ataupun data yang memperlihatkan kesalahan yang ia perbuat. Dengan demikian, ia akan berpikir lagi untuk membantah kesalahannya tersebut.

  • Bersikaplah asertif

Saat Mommies membicarakan atau menegur rekan kerja, sebisa mungkin bersikaplah asertif. Bersikap asertif sangatlah berbeda dengan bersikap agresif. Dalam mengatakan suatu hal, biasakan mommies untuk mengatakan dalam bahasa “I” statement, contohnya “Saya sangat senang jika”, “Saya setuju”, “Hal tersebut akan sangat membantuku jika” daripada mengatakan “Anda harus begini” atau “Anda harus melakukan hal itu”.

Menghadapi rekan kerja yang cenderung defensif memang tidak mudah. Namun, jika ia sudah merasa aman, ia akan dapat menjadi seseorang yang tenang, mau mendengarkan, dan mampu memecahkan masalah bersama-sama. Upayakan juga untuk selalu bersikap asertif dan sampaikan pendapat dengan bahasa yang tepat dan bijak pada rekan kerja , ya, mommies.

Penulis: Prisila Sekar Rani, perempuan manis yang hobi berlatih yoga ini mengawali karir dengan Experd pada tahun 2012. Dengan background lulusan UI jurusan Psikologi, saat ini ia menempati posisi dalam tim research & development Experd.

Baca juga:

Cara Mengatasi Konflik dengan Rekan Kerja

Tips Menghadapi Rekan Kerja Bermuka Dua


Post Comment