Cara Mudah Berpisah Dengan Gula

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Yuk, mulai hidup lebih sehat dengan membatasi asupan gula. Ini cara mudah berpisah dengan gula.

Sama seperti makanan yang gurih, bagi sebagian orang, berpisah sejenak dari makanan manis ternyata sulit dilakukan. Saya memahami hal ini dari suami yang gemar makanan manis. Saat sehari saja saya mengganti roti manis dengan roti gandum, ternyata ia protes. Sebetulnya hal ini terjadi akibat lingkaran setan yang diciptakan akibat terlalu sering mengonsumsi gula. Tubuh yang sudah terbiasa mendapatkan asupan gula akan meminta lagi dan lagi.

Secara tidak sadar, tubuh menjadi lebih lemas saat Anda berhenti mengonsumsi makanan bergula. Otak juga secara otomatis memerintahkan tubuh untuk mencari lebih banyak lagi makanan manis untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Begitu seterusnya, hingga rasanya tak sadar ketika kita selalu memasukkan makanan manis. Meskipun tak selalu orang yang gemar mengonsumsi makanan manis pasti menderita diabetes, namun, terlalu banyak gula juga berbahaya bagi tubuh. Salah satunya, ya itu, kecanduan gula. Selain itu risiko kerusakan gigi menjadi lebih besar, timbul masalah kulit, konsentrasi turun, dan yang sedikit demi sedikit tapi terus terjadi adalah meningkatnya berat badan tanpa disadari.

berpisah dengan gula mommiesdaily*foto : oakvillefamilyhealth.com

Mengingat banyak bahaya yang ditimbulkan saat terlalu banyak mengonsumsi gula, sudah saatnya saya, dan suami (dan mungkin juga Mommies), mulai mengurangi konsumsi gula. Berikut beberapa cara mudah yang bisa Mommies tiru:

  1. Sarapan sehat kaya protein

Bila selama ini saya lebih sering menyediakan nasi goreng atau mie goreng yang mudah dimasak sebagai menu sarapan, maka sekarang saya mulai mengganti menu sarapan yang tinggi kandungan karbohidrat ini dengan makanan yang lebih tinggi protein dan lemak baik. Misalnya seperti orak-arik telur sayur dengan segelas susu rendah lemak atau roti tawar dengan selai kacang. Makanan yang tinggi protein dan lemak sehat ternyata bisa membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi gula. Hal ini terjadi karena saat mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat dan protein, kadar insulin di dalam tubuh tidak meningkat sehingga keinginan untuk mengonsumsi gula dapat ditekan.

  1. Yoghurt untuk usus yang sehat

Bakteri usus ternyata memiliki peranan yang mengejutkan terhadap rasa keinginan seseorang terhadap makanan. Sehingga sangat penting untuk memberikan makanan yang sehat bagi usus. Salah satu makanan tersebut adalah yoghurt, madu, atau pisang. Dengan terbiasa memberikan makanan sehat bagi bakteri usus, secara tidak langsung akan memengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi, dan konsumsi gula pun bisa lebih ditekan.

  1. Hati-hati pada gula ganda

Lebih teliti dan berhati-hati memang harus ditekankan ketika kita berniat untuk mengurangi konsumsi gula. Pasalnya, sedikit saja teledor, maka asupan gula bersendok-sendok bisa masuk ke dalam tubuh tanpa disadari. Ini terjadi saat saya membeli yoghurt. Yoghurt warna-warni ternyata mengandung gula tambahan. Meskipun yoghurt memang memiliki gula alami yang berasal dari susu dan buah, tetapi banyak pula yoghurt yang ditambahkan gula dalam bentuk sukrosa atau sirup jagung. Agar lebih aman, sebaiknya cermati kemasan setiap makanan yang akan dikonsumsi untuk melihat kandungan gulanya agar tidak kecolongan gula.

  1. Berhenti minum jus buah

Kecuali untuk jus buah yang saya buat sendiri dari buah segar tanpa tambahan gula. Walaupun sering dibilang, “Ga enak, nih! Kurang manis!” Tapi tatapan mesra saya selalu berhasil membuat pak suami menghabiskan jus buah segar tanpa gula. Berhenti minum jus buah yang saya maksud di sini adalah jus buah kemasan yang banyak dijual di pasaran. Untuk menggantinya, bisanya saya membawakan bekal minuman putih yang ditambah irisan buah agar tetap segar.

  1. Konsumsi cokelat

Saya yakin tips yang ini akan disukai banyak orang, hihihi. Tapi, cokelat yang saya maksud adalah cokelat berjenis dark chocolate yang tidak mengandung gula. Pahit, sih, tapi manfaatnya tidak sepahit rasanya, kok. Cokelat merupakan makanan yang bisa memberikan kepuasan terhadap gula dan makanan manis. Membiasakan diri untuk makan makanan yang sehat akan melatih otak untuk dapat memilih makanan yang paling sehat di antara banyak makanan sejenis. Jadi jangan heran bila tiba-tiba Mommies lebih memilih dark chocolate ketimbang cokelat manis yang lezat.

  1. Stop konsumsi gula cair

Gula cair sangat mudah ditemukan pada minuman ringan kemasan, terutama soda. Meskipun dianggap menyegarkan dan bisa melegakan dahaga, namun minuman ini menyimpan banyak gula di dalamnya. Ketidaksadaran ini bisanya terjadi saat mengonsumsi minuman ringan bersamaan dengan makanan cepat saji. Rasanya ga lengkap ya Mom kalau makan makanan cepat saji tanpa minuman ringan. Padahal, setiap satu gelas minuman ringan tersebut mengandung sekitar 10 sendok teh gula. Padahal American Heart Association merekomendasikan konsumsi gula harian setiap orang tidak boleh lebih dari 6-9 sendok teh gula per hari. Kebayang, kan berapa banyak kelebihan gula yang kita konsumsi.

  1. Hindari terlalu lapar

Kondisi perut yang terlalu lapar membuat orang bisa makan dengan sangat kalap. Sehingga kualitas makannya pun menjadi sangat buruk akibat kendali makan yang juga buruk. Apa saja yang ada di depan mata bisa saja dilahap tanpa berpikir panjang. Hal ini bisa menyebabkan kita mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat (gula). Jadi sebaiknya, makanlah dalam jangka waktu yang tidak terlalu jauh dari satu waktu makan ke waktu yang lain. Dan konsumsilah camilan yang sehat di antara waktu makan.

Selain tips di atas, saya juga memberitahukan pada pak suami untuk menyadari tujuan mengonsumsi makanan manis. Banyak alasan yang mendasari seseorang mengonsumsi makanan manis, seperti untuk menghilangkan stres dan mendapatkan kenyamanan emosional. Padahal untuk dapat menghilangkan stres dan merasa bahagia, kita dapat melakukan aktivitas olahraga atau bisa dengan bertukar pikiran bersama teman.

 


Post Comment