Alergi pada Anak, Bagaimana Mengurangi Gejalanya?

Tidak seperti 20-30 tahun yang lalu dimana alergi hanya diderita oleh orang tertentu saja, saat ini sepertinya semua orang punya setidaknya satu bentuk alergi. Bagaimana mengurangi gejalanya?
Nggak bisa dipungkiri, ya, saat ini makin banyak yang mengalami alergi. Untungnya jenis alergi yang umum diderita masih yang gejalanya ringan seperti gatal ringan, ruam, atau gangguan alat pernafasan ringan seperti tiba-tiba bersin-bersin, pilek, atau batuk tanpa demam.
Alergi, Bagaimana Mengurangi Gejalanya? - Mommies Daily
Entah apakah ini disebabkan oleh meningkatnya polutan baik di udara maupun air dan tanah, menurunnya daya tahan manusia modern, atau makin majunya ilmu kedokteran sehingga bisa mendeteksi jenis-jenis alergi baru. Walau kebanyakan kasus hanya bergejala ringan, tidak sedikit jenis alergi yang bisa mematikan, seperti alergi kacang atau sengatan tawon yang bisa memicu pembengkakan organ pernapasan sampai menimbulkan gejala sesak napas, bahkan napas terhenti.
Mau alergi dengan gejala berat atau ringan, sebagai orangtua kita pasti langsung siaga satu saat muncul gejala alergi pada anak dan langsung berupaya mengeliminasi pemicunya. Yang dipicu oleh makanan, sementara dihindari dulu sampai mereda. Yang pemicunya dari hewan peliharaan, hewannya dikarantina dulu. Atau kadang pemicunya bisa dari tubuh sendiri seperti anak-anak yang menderita dermatitis atopic (DA), gejalanya timbul saat kulit terlalu kering, jadi harus dikembalikan kelembabannya. Daya tahan penderita juga harus lebih ditingkatkan. Karena salah satu yang membuat gejala timbul adalah daya tahan yang sedang menurun.
Banyak kasus alergi malah tidak ketemu pemicunya. Misalnya batuk-pilek yang nggak sembuh-sembuh sampai hitungan bulan, asma yang kambuh tanpa ada pencetus yang jelas, atau munculnya alergi seperti dermatitis atau gatal-gatal padahal tidak ada paparan langsung dan kulit juga dalam kondisi baik. Kalau sudah begitu, boleh curiga ada tungau ‘tuh di matras tempat tidur, soft furniture seperti sofa, beanbag, kasur lipat, atau yang sering terlewat, AC, gorden, atau karpet yang sudah kotor.
Tungau dan debu dalam jumlah tertentu memengaruhi kualitas udara di sekitar kita. Sementara kebanyakan rumah sekarang tidak didesain mempunyai ventilasi yang cukup untuk memaksimalkan penggunaan pendingin ruangan (AC).
Itulah mengapa dr. Litya Ayu Kanya Anindya, SPKK saat kedatangan pasien dengan gejala alergi tanpa sebab yang jelas akan menyarankan untuk menggulung dulu karpet di rumah dan melakukan pembersihan debu pada kasur, sofa, dan gorden. Setelah itu diobservasi lagi apakah gejala alergi sebelumnya berkurang.

Masalahnya membersihkan kasur dan sofa kalau cuma pakai vacuum cleaner biasa kadang masih terasa kurang bersih, ya. Kotoran yang kasat mata, sih, hilang. Tapi begitu diduduki atau ditepuk, debunya masih berhamburan.

Kalau memang setelah di-vacuum gejala alergi masih belum membaik, mungkin perlu bantuan dari jasa pembersih profesional. Beberapa penyedia layanan seperti ini menggunakan mesin penghisap yang lebih kuat daripada vacuum cleaner yang ada di pasaran.
Sistem penampungan debu juga berbeda, tidak sekadar menggunakan kantong debu biasa yang porinya besar sehingga debu rawan keluar lagi kalau kepenuhan. Seperti HydroClean, misalnya, yang digunakan adalah mesin menghisap debu dengan kekuatan lebih dari 20.000 rpm, dan menggunakan media air sebagai pengikat kotoran. Teknologi separatornya mempu memisahkan udara, partikel debu, dan tungau yang terhisap dengan pengisolasian 99,96% pertikel dalam media air. Proses vakumnya sendiri berbasis 100% kering tanpa bahan kimia sehingga aman, bahkan untuk bayi.
Prosesnya juga nggak ribet. Kita nggak perlu memindahkan perabot yang hendak dibersihkan ke halaman untuk menghindari debu, misalnya. Gorden juga tidak perlu dicopot dulu, pun karpet juga langsung dibersihkan di tempat. HydroClean juga bisa sekalian membersihkan perangkat bayi seperti boneka-boneka bulu, serta cover carseat dan stroller. Tapi mereka tidak menerima pencucian atau penghilangan noda, karena pada dasarnya walau noda tidak hilang, kotoran sudah tersedot bersih. Menarik juga untuk dicoba, ya. Ada yang sudah pernah mencoba layanan penyedotan debu seperti ini?
Selain itu, kita juga harus siap dengan stok obat-obatan pereda alergi seperti misalnya anti histamin seperti Cetirizin yang cukup aman untuk anak-anak (tapi tetap konsultasikan dulu dengan dokter sebelum membelinya, ya), dan pereda gatal seperti NaCl untuk kompres, caladine cair, dan bedak salicyl menthol. Pastikan untuk yang punya asma juga sebaiknya selalu membawa dan menempatkan inhaler di tempat yang mudah dijangkau saatsewaktu-waktu dibutuhkan. Jangan lupa, catat juga nomor kontak dokter dan RS terdekat untuk berjaga-jaga bila gejala alergi tidak berkurang dan cenderung menjadi parah padahal pemicu sudah dieliminasi.
Baca juga:

Post Comment