Jika Tidak Punya Waktu Menemani Anak Bermain Ke Tempat Temannya, Apa Yang Harus Dilakukan?

Ditulis oleh: Melia Citra

Namanya juga anak-anak ya, pasti mereka butuh dong bertemu teman sebaya. Masalahnya, kalau kita benar-benar tidak punya waktu menemaninya, bagaimana? Seperti saya ini :D.

“Bun, harusnya kalau musim liburan kayak sekarang teman – teman yang satu kota bisa reunian ya..”

“Bun aku kangen sama teman – teman..”

Anin (11 tahun), anak gadis semata wayang, memang jarang bisa bertemu teman sebayanya. Kalaupun ada, pertemuan itu hanya terjadi pada event tertentu. Untung ada kecanggihan dunia maya yang memungkinkan Anin berkomunikasi dengan teman – temannya.

Sebetulnya saya menyadari bahwa Anin punya kebutuhan untuk bisa bertemu langsung secara fisik dengan teman – teman sebayanya. Tapi sayangnya kesempatan untuk itu sangat sedikit. Sebagai  single parent dan pelaku home education waktu saya memang sangat terbatas. Selama ini dia lebih banyak bertemu orang dewasa karena ikut saya ke tempat bekerja.

Apakah saya selfish karena begitu banyak menyita waktunya untuk lebih banyak bersama saya dibandingkan dengan teman – temannya? Ini juga menjadi hal yang terus saya cari jalan terbaiknya. Ketakutan akan berita kriminalitas terhadap anak di luaran sana membuat saya juga berpikir dua kali jika akan melepas anak bepergian sendirian. Penyegaran untuk bertemu teman sebaya baru bisa dilakukan di luar waktu kerja. Sebisa mungkin kami pergi ke tempat yang banyak anak berkumpul seperti komunitas atau perpustakaan.

 Jika Tidak Punya Waktu Menemani Anak Bermain Ke Tempat Temannya Apa Yang Harus Dilakukan? - Mommies Daily

Komunikasi Terbuka dengan Anak

Rasa bersalah pasti ada dengan keadaan seperti itu. Apa yang harus saya lakukan? Saya menyadari bahwa tidak bisa melepas pekerjaan agar waktu saya lebih fleksibel menemani putri saya untuk bertemu teman sebayanya. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, saya menerapkan komunikasi terbuka dengan putri saya. Segala yang menjadi ganjalan hati diungkapkan dalam obrolan yang relaks. Dengan bicara secara terbuka diharapkan kami akan menemukan jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi.

Liburan Untuk Kegiatan Anak

Karena sadar anak lebih banyak mengalah dengan memberikan waktunya bersama saya, saya berkomitmen bahwa waktu libur seperti Sabtu dan Minggu memberikan kebebasan pada anak untuk memilih kegiatan yang ingin diikutinya. Jadi liburan adalah waktunya menemani anak, bukan anak yang menemani saya.

Berusaha Memahami Bukan Mau Dipahami

Kadang karena keterbatasan waktu dan harus multitasking, saya sering kehilangan kesabaran. Segala sesuatunya dilakukan terburu- buru. Bahkan bicara dengan anak pun menjadi cepat dan berakhir dengan nada tinggi. Di sinilah saya berusaha mengingatkan diri bahwa bekerja adalah untuk kepentingan anak. Jadi jika waktu berangkat kerja menjadi hal yang serba terburu – buru yang membuat kualitas komunikasi dengan anak di pagi hari menjadi rusak, saya perlu belajar untuk lebih banyak memahami anak bukan hanya ingin dipahami.

Apakah Mommies yang lain juga punya pengalaman seperti ini? Kalau waktu untuk menemani anak bepergian sangat kurang, apa yang dilakukan? Mari berbagi pengalaman :).

Tentang penulis:

Melia Citra: Mel, begitu biasa dipanggil, kadang “bun” kadang juga Teh Mel. Bagaimanapun orang memanggilnya yang penting kedekatan terus terjalin. Sebagaimana kedekatan dengan anak yang terus diupayakannya meskipun sambil bekerja. Baginya anak adalah anugrah Tuhan yang terus mengingatkan kembali makna kebaikan dalam hidup.


Post Comment