Kehamilan dengan Scoliosis, Apa yang Harus Diperhatikan?

Jika mommies menderita Scoliosis alias kelainan bentuk tulang belakang, dan memutuskan untuk hamil, boleh-boleh saja asal perhatikan beberapa hal berikut ini. 

Hamil bagi sebagian perempuan butuh perjuangan tersendiri. Sebut saja, rasa mual yang terus menerus dirasakan, bahkan ada yang sepanjang kehamilan. Suasana hati yang dianalogikan seperti bermain roller coaster, cepat banget senang , dan sebaliknya bisa bad mood tiba-tiba. Dan sebagian lagi ada yang harus berjuang karena menderita kelainan tulang belakang alias Scoliosis.

Kehamilan dengan Scoliosis, Apa yang Harus Diperhatikan? - Mommies Daily

Kelainan yang dimaksud  berupa lengkungan (kurva) membentuk huruf “S” dan “C”. Mommies dengan kondisi ini, menurut dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG  Staf divisi Fetomaternal RS Universitas Airlangga, Surabaya, atau akrab dengan sapaan dr. Erza tetap bisa hamil.

Meski perempuan dengan scoliosis tetap bisa hamil, namun dokter Erza menekankan idealnya seorang perempuan yang ingin hamil melakukan “preconceptional counseling”. Hal tersebut perlu dilakukan agar pasien paham mengenai kondisi yang dimiliki sebelum hamil dan memahami risiko selama hamil sampai dengan persalinan.

Sayangnya preconceptional counseling, menurut dokter Erza masih jarang dilakukan di Indonesia. Rata-rata tahu hamil ketika sudah telat datang bulan. Kaitannya dengan Scoliosis ini, mereka yang punya kelainan pada tulang belakangnya, tentu sudah mengetahui dari sebelum hamil. Entah itu, scoliosis karena bawaan lahir, trauma akibat kecelakaan atau gaya hidup yang berpotensi menyebabkan terjadinya scoliosis (seperti posisi duduk yang tidak benar).

Kehamilan dengan Scoliosis, Apa yang Harus Diperhatikan? - Mommies Daily

Image: www.knowhowmd.com

Pemeriksaan sejak persiapan kehamilan, juga berpengaruh jika nantinya ditemukan indikasi harus dilakukan operasi caesar. Otomatis si ibu butuh pembiusan. Dokter anastesi jelas perlu dilibatkan, untuk menilai tindakan pembiusan seperti apa yang harus dilakukan dokter anastesi. Karena pembiusan operasi caesar dilakukan di tulang belakang, bagian bawah. Dalam hal ini, dr. Erza mengingatkan rajin konsultasi dengan dokter spesialis Orthopedi dalam proses merencanakan kehamilan.

Pada keadaan perempuan yang normal saja, jika ia hamil akan dibarengi dengan serangkaian perubahan (selain jarum timbangan yang melesat ke arah kanan :D). “Setiap orang hamil pasti ada perubahan kelengkungan tulang belakang (hyperlordosis). Melengkung ke depan, yaitu bentuk kompensasi bentuk rahim yang berkembang depan. Itu hal yang normal pada orang hamil,” jelas dokter Erza. Jadi terbayang, ya, mommies. Yang tulang belakangnya normal, pasti akan melengkung, apalagi pada perempuan dengan Scoliosis. “Pada perempuan dengan scoliosis, derajat kelengkungannya perlu diwaspadai, terutama untuk derajat yang berat,” papar dr. Erza.

Dokter Erza menekankan, sebelum hamil wajib hukumnya seorang perempuan tahu derajat Scoliosis-nya ada di mana?

Scoliosis dibagi menjadi tiga berdasarkan derajat kelengkungannya

  1. Scoliosis derajat ringan: kelengkungan <25O
  2. Scoliosis derajat sedang: kelengkungan 26-40O
  3. Scoliosis derajat berat: kelengkungan >40O

Tak hanya itu, penting juga mengetahui apakah ada struktur tulang lainnya mengalami kelainan serupa, seperti panggul. Mengingat jika ditemukan tulang panggulnya asimetris, maka sudah jelas jalan kelahiran tidak bisa lewat bawah alias harus dilakukan operasi caesar. Namun ada juga pasien dr. Erza dengan scoliosis yang dapat melahirkan normal, dengan syarat tidak ada kelainan pada panggul.

Ketika sudah hamil, ada beberapa poin penting dari dokter Erza yang bisa menjadi panduan selama kehamilan:

  1. Wanita skoliosis yang hamil WAJIB memeriksakan ke dokter kandungan untuk memeriksakan diri terutama ukuran panggul dalam.
  2. Sebaiknya mengurangi kegiatan fisik yang berlebihan. Prinsipnya semakin tua kehamilan, maka tulang belakang semakin melengkung ke depan. Area pinggang dan pinggul, akan mengalami pegal-pegal, karena berusaha mengkompensasi beban yang ada di belakang, aktivitas mulai dibatasi.

Baca juga:

7 Hal yang Ingin Diketahui Sebelum Melahirkan

Istri Hamil? Suami Harus Perhatikan 6 Hal Ini


Post Comment