Istri Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan, Suami Bisa Lakukan 5 Hal Ini

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Untuk para suami tersayang, saat istri kembali bekerja setelah cuti melahirkan, boleh banget lho meringankan beban kami dengan melakukan 5 hal ini.

Satu bulan menjelang jadwal masuk kerja, pertanyaan dari ibu mertua kembali lagi. Yaitu, “Kamu yakin mau balik kerja? Nggak mau di rumah saja dulu?” Dan bersyukurlah saya, ketika hal ini terucap dari ibu mertua, pak suami menjawabnya dengan bijak. Saya yakin, kondisi ini tak hanya saya yang mengalami.

Saat “Si Mbak” sudah datang pun, beda lagi masalahnya, yaitu hadirnya rasa galau karena akan meninggalkan anak. Saat inilah peran suami menjadi krusial. Beberapa hal kecil yang dulu sempat dilakukan suami saat saya kembali bekerja membuat saya sangat terbantu dan terharu, hihihi.

1. Membantu mencari pengasuh terbaik
Suami ikut membantu mencarikan pengasuh lho! Kan itung-itung buat anaknya juga :D. Mulai dari bertanya pada teman kantor, hingga searching online dilakoni suami saya kala itu. Sampai akhirnya, ia bertemu dengan sebuah komunitas yang membahas tentang info penyalur pengasuh. Meskipun hanya sekadar mencarikan informasi, saya merasa sangat terbantu. Sebelumnya kami sudah berdikusi tentang pengasuh seperti apa yang kami cari.

2. Mengecek kondisi anak
Suatu waktu saya dibuat sangat terharu oleh hal ini. Suster pengasuh Gia tiba-tiba cerita bahwa ia diingatkan oleh suami saya untuk memberikan obat pada Gia (saat itu Gia sedang terkena campak) melalui telepon di sela-sela jam kerjanya. Saya tahu betul sibuknya pak suami. Sejak saat itu saya tahu bahwa suami saya ternyata tak canggung jika saya mintai tolong untuk menelpon anak-anak di rumah meski ia sedang sibu bekerja.

3. Memastikan kebutuhan bayi
Pagi-pagi biasanya adalah waktu terheboh di rumah. Jelang berangkat beraktivitas, semua anggota keluarga sibuk menyiapkan segala kebutuhannya. Biasanya, ibu akan menjadi pusat segalanya. Mulai dari pertanyaan, “Ibu, botol minum aku di mana?” oleh anak pertama saya, atau “Kaos kaki aku, kok, nggak ada di lemari,” oleh pak suami, hingga menyiapkan segala-segalanya. Saat inilah suami bisa sangat membantu para istri dengan menyiapkan atau minimal memastikan kebutuhan bayi saat ditinggal bekerja. Sesepele memindahkan ASI perah dari freezer ke kulkas bagian bawah.

Istri Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan, Suami Bisa Lakukan 6 Hal Ini  - Mommies Daily

4. Mengantar ke daycare
Saya memang tidak menggunakan jasa daycare. Namun, beberapa teman yang menggunakan jasa ini merasa sangat terbantu saat suami bersedia mengantarkan si kecil ke daycare sebelum berangkat bekerja. Seperti cerita kawan saya, bahwa rasa sedih, dan khawatir harus meninggalkan anak sebentar untuk bekerja bisa sedikit terobati karena dijalani berdua dengan suami.

5. Pulang lebih cepat
Tak ada salahnya bila suami pulang lebih cepat daripada istri dan berjumpa lebih dulu dengan anak. Beberapa kali suami saya melakukan hal ini saat saya terpaksa harus lembur menyelesaikan beberapa pekerjaan. Rasa khawatir pun hilang saat mengetahui anak-anak aman bersama suami.

Peran serta suami dalam hal-hal yang mungkin tampak sepele itu ternyata membuat saya menjadi tidak terlalu galau saat kembali bekerja dan semakin yakin bahwa anak-anak kami akan baik-baik saja.


Post Comment