Dampak dan Bahaya Bullying

Tindak kekerasan yang dilakukan senior hingga merenggut nyawa sang junior kembali terjadi. Rupanya, fenomena bullying memang belum bisa dihentikan. Untuk itulah sebagai orangtua kita perlu lebih waspada.

Saya selalu bergidik kalau mendengar pemberitaan soal bullying, terlebih yang menyebabkan sang korban merenggang nyawa. Yang menyedihkan, kisah tragis bullying yang berujung maut ini cukup banyak terjadi di Indonesia. Mulai dari beragam tingkat pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan negeri. Andai saja kita lebih mawas diri, sama-sama bergandengan tangan untuk mencegahnya, tentu ceritanya akan berbeda.

Saya pun kembali bertanya pada psikolog anak dan keluarga, Mbak Irma mengenai bullyin. Yuk kita simak dan sama-sama pahami apa yang perlu kita lakukan.


One Comment - Write a Comment

  1. Sy termasuj korban bullying dan sexual harrasment Sejak sd baik di sekolah maupun di gereja bahkan dalam pergaulan di rumah. Bisa kebayangkan stressnya sy sebagai anak anak. Sayangnya org tua sy tidak aware dan pola asuhnya tidak komunikatif cenderung diktator hahaha (tertawa menohok hati).
    Klo ditanya pengaruhnya, luar biasa. Terhadap karakter dan cara kita menghadapi dunia. Sy cenderung tempramental,impulsif, tidak percaya diri, minder, slalu mencari sosok yg salah u memenuhi rasa ingin disayang, cenderung jd pemberontak dan msh banyak lg. Bahkan seandainya sy pny sedikit keberanian mgkn sy sdh commit suicide. stlah nikah dan pny anak sy jd cenderung over protektive krn pengalaman pribadi sy. Mudah2an sy berharap tidak ada lg yg mengalami sprt sy wlpun kenyataannya hal ini sprt gunung es masih banyak kasus yg belun terungkap dibawah sana. Mgkn banyak anak anak korban bullying yg tidak berani ngomong dan berkata tidak, hentikan, stop atau bahkan meminta pertolongan dr org terdekat mereka. Atau bahkan org org terdekat jg tidak tau ato krg peduli terhadap masalah yg dihadapi anak anak ini.

Post Comment