Trend Parenting 2017

Ditulis oleh: Dewi Warsito

Berhubung menjadi orangtua itu nggak ada ilmu pastinya, no wonder kalau ilmu parentings selalu berevolusi. Nah, gimana dengan Trend Parenting 2017 ini?

Nggak ada orangtua yang sempurna, who’s with me? Karena memang nggak ada, tuh, yang namanya sekolah buat jadi orangtua. ‘Sekolahnya’, ya, kehidupan ini. Selama kita punya anak, selama itu pula kita ‘sekolah’ orangtua. Karenanya, sepanjang pemahaman saya, ilmu parenting itu selalu berevolusi dan berubah mengikuti perkembangan zaman.

Jangankan gaya parenting tahun 80-an, gaya tahun 2000-an awal saja, bisa jadi sudah tak sesuai untuk tahun 2017. Apalagi era digital ini perubahannya terasa begitu cepat. Eco-friendly parenting, atau Anti-Helicopter parenting yang popular di tahun 2016 mungkin masih akan bertahan, namun ada beberapa gaya pengasuhan baru, yang mungkin saja akan populer di tahun 2017.

Berikut ini, adalah trend parenting di 2017. Ini hanya berupa panduan saja. Jadi nggak perlu plek-ketiplek ditiru. Ambil baiknya, hilangkan buruknya, sesuai dengan karakter si kecil, ya, Moms.

Sharenting

Trend Parenting 2017 - Mommies Daily

Gaya pengasuhan sharenting ini sudah pasti dipengaruhi oleh perkembangan media sosial yang memudahkan semua orang berbagi tentang apa pun dalam hidupnya. Selama yang dibagi adalah hal-hal yang bermanfaat bagi sesama orangtua, tentunya hal itu menjadi hal yang baik. Sebut saja seorang Instagrammer yang popular di kalangan ibu-ibu, @aiueo.greatfamzz. Betapa para follower mereka tertarik dengan cerita seru sang ibu dalam mengasuh si kembar lima yang usianya belum genap 1 tahun. Selama nggak over-share, sebenarnya gaya pengasuhan ini banyak memberikan manfaat bagi sesama orangtua. Belum lagi, bila akun yang dipakai untuk berbagi memiliki jutaan follower, maka brand keluarga akan berlomba-lomba meng-endorse dengan berbagai produk. Tak jarang pula, beberapa hotel hingga agen perjalanan menghadiahkan liburan gratis. Menyenangkan, kan?

Yang perlu diperhatikan, jangan sampai terjadi aktivitas over-share, yaitu, berbagi lokasi rumah, sekolah, atau informasi detail lainnya. Termasuk hal-hal yang terlalu pribadi seperti gambar alat kelamin anak. Pikirkan juga perasaan anak bila ia sudah besar nanti, dan melihat dirinya dalam pose yang menurutnya tidak nyaman.

‘Popsicle’ Parenting

Trend Parenting 2017 - Mommies Daily

Image dari buzzfeed.com

Sebenarnya gaya pengasuhan ini nggak terlalu jauh berbeda dengan Eco-Friendly Parenting. Betapa masyarakat kini sangat peduli dengan gaya hidup sehat, hingga akhirnya menularkannya kepada anak-anaknya. Orangtua akan memerhatikan betul kualitas asupan makanan untuk keluarga. Namun Popsicle Parenting juga menitikberatkan pada asupan gula bagi anak-anak. Sudah terlalu sering kita dengar mengenai masalah obesitas, dan gangguan kesehatan lain yang dialami anak-anak akibat konsumsi gula yang berlebihan. Nah, para ‘popsicle’ parents ini akan berusaha memberikan pengganti gula favorit anak-anak dengan yang lebih sehat.

Neutral-Gender Parenting

Trend Parenting 2017 - Momies Daily

*Image dari 1.mirror.co.uk

Siapa yang masih suka memberikan mobil-mobilan hanya untuk anak laki-laki, dan mainan masak-masakan hanya untuk anak perempuan? Gaya pengasuhan ini sebenarnya sudah mulai ditinggalkan, seiring dengan perkembangan peran perempuan di berbagai aspek kehidupan. Nah, neutral-gender parenting ini adalah gaya pengasuhan yang ditengarai bakal populer di tahun 2017.

Orangtua akan lebih menyadari bahwa anak-anak perlu dikenalkan dengan berbagai konsep dalam kehidupan ini. Jadi kalau anak laki-laki main masak-masakan dan bercita-cita jadi Chef di kemudian hari, tidak lagi menjadi sesuatu yang aneh. Para orangtua juga akan lebih fleksibel terhadap kegiatan ekstra kurikuler untuk anak perempuan. Beberapa klub futsal di Jakarta bahkan menerima anak perempuan untuk bergabung bila memiliki minat. Asyik, ya? ;)

Baca juga:

Apakah Normal Anak Laki-laki Memainkan Mainan Anak Perempuan?

Buat saya, 3 gaya pengasuhan di atas memiliki banyak kebaikan. Diterapkan tiga-tiganya juga bagus-bagus aja, kok. Selama anak mendapatkan manfaat, kenapa nggak? Yang mana pilihan Mommies?


Post Comment