Ratu Abigail Audity, “Keluarga yang Baik Merupakan Dasar Bagi Bangsa yang Besar”

“Saya yakin keluarga yang baik merupakan dasar bagi bangsa yang besar. Untuk itu saya sebagai ibu harus hadir di semua fase hidup anak-anak, menjadikan agama sebagai pedoman hidup,” ungkap Ratu Abigail Audity.

Sampai sekarang, saya selalu terkagum-kagum dengan sosok perempuan yang sukses menjalankan berbagai peran. Mulai dari mejalanakan perannya sebagai individu di tengah lingkungan masyarakat,sukses menjalankan tugasnya sebagai istri, ibu, termasuk berperan sebagai mompreneur.

Memang, sih, perempuan yang mutlitasking sudah tidak terbantahkan. Toh, sudah banyak penelitian yang membuktikan akan hal ini. Walaupun begitu, saya tetap saja selalu terkesima, dengan perempuan yang benar-benar mampu menjalankannya. Karena saya cukup paham, untuk menjalankannya bukanlah perkara yang mudah.

Adalah dr Ratu Abigail Audity BMedScMSi, salah satu mompreneur yang saya kagumi. Bersama sang suami,  dr. Yassin Yanuar M, MIB, SpOG, MS, ia tengah membangun kerajaan bisnisnya yang bergerak di indstri kesehata, Bamed Healthcare didirikan untuk memberikan kontribusi dalam dunia kesehatan di Indonesia.

Ratu Abigail Audity

Yuk, simak obrolan saya dengan perempuan yang kini menjabat sebagai Direktur Pemasaran di Bamed Healthcare.

Di Bamed Skincare ini, Mbak Audy kan juga bekerja bersama suami. Apa saja plus minus bekerja atau menjalankan bisnis bersama suami?

Saya menangani bidang yang saya kuasai di bagian pemasaran, sedangkan suami sebagai direktur utama menangani keseluruhan aspek dalam perusahaan. Kami bekerja secara profesional, saling menghormati prinsip profesional dalam berkerja di bidang kami masing-masing. Kalau di rumah, tentu saja berlaku aturan normatif dalam rumah tangga pada lazimnya. Saya mengurus rumah, kebutuhan logistik dan setiap kegiatan anak-anak kami, sedangkan suami mencari nafkah sesuai dengan perannya.

Mengingat saat ini klinik perawatan kulit di Jakarta sudah sangat menjamur, bagaimana strategi agar Bamed Skincare tetap bisa terus maju dan bertahan di tengah persaingan?

Bamed Healthcare didirikan untuk memberikan kontribusi dalam dunia kesehatan di Indonesia, khususnya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan yang bermutu, dengan konsep patient-centered service. Di bidang kesehatan kulit, Bamed Skin Care merupakan bagian dari cita-cita besar itu. Tentunya, seiring kebutuhan yang meningkat tersebut, siapa saja memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi.

Secara internal, karena kami merupakan pelayanan medis, maka kami berusaha memenuhi berbagai standar mutu yang dibutuhkan agar menunjang kesembuhan dan hasil perawatan yang optimal untuk pasien. Jadi, nature of business-nya adalah, masyarakat butuh layanan berkualitas, dan kami berusaha menyediakannya.

Kami percaya, apabila kita terus memertahankan kualitas layanan, lalu mengembangkannya, serta mendekatkan diri ke masyarakat dengan membuka cabang di beberapa tempat sehingga jadi lebih accessible, kami bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat. Itulah kebahagiaan yang tiada duanya, saat mendapatkan kepercayaan masyarakat. Dan konsep seperti ini juga akan kami jalankan dalam beberapa rencana ke depan pada Bamed Apothecary, Bamed Dental Care, Bamed Women’s Clinic, Bamed Baby&Children Clinic, dan lainnya.

Ratu Abigail Audity mommiesdaily

Mengingat Mbak dan suami sama-sama sibuk, ceritakan dong bagaimana kalian mencari cara untuk bisa tetap dekat dengan anak-anak? Ada ritual yang sering dilakukan nggak setiap hari atau setiap minggunya?

Waktu saya jauh lebih flexible dibanding suami saya yang berprofesi dokter kandungan sekaligus berwirausaha. Prioritas utama saya adalah anak-anak dan rumah tangga, alhamdulillah saya dibantu tim profesional yang solid dan dengan komunikasi yang baik, kita dapat melakukan banyak perkerjaan di waktu yang sama.

Ritual yang setiap hari pasti dilakukan adalah kami membacakan buku setiap menjelang tidur, anak-anak saya suka sekali dengan buku; selain dapat memberikan ilmu pengetahuan baru, juga dapat meningkatkan bonding kami.

Saat ini style parenting sangat banyak, bagaimana dengan style parenting Mbak dan suami pada anak-anak? Pola Asuh seperti apa yang kalian jalankan selama ini?

Menurut saya, pembangunan karakter anak adalah hal utama yang harus diperhatikan orangtua. Saya percaya bahwa semua aspek individu bisa dibentuk dan dikondisikan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di dalam lingkungan seorang anak. Lingkungan mencakup di dalamnya peran orangtua, pendidikan dan pengalaman yang berfungsi sebagai kekuatan yang membawa anak menjadi manusia seutuhnya.

Untuk anak-anak saya yang masih di usia prasekolah (Rania 5 tahun, Raihan 3.5 tahun), keluarga merupakan fondasi awal dalam pembentukan karakter; pada masa ini anak-anak belajar melalui kontak sosial di lingkungannya. Dalam hal ini, orangtua berperan penting. Kita harus membiasakan menerapkan nilai-nilai positif yang pada akhirnya akan diteruskan oleh si anak pada lingkungan sosial yang lebih besar. Membiasakan anak mengeksplor dirinya dan memberi kesempatan anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya merupakan salah satu cara saya dan suami dalam membangun karakter anak-anak kami.

Menjadi orangtua dan istri di zaman sekarang, apa saja tantangan terbesarnya?

Teknologi menjadi tantangan orangtua terbesar di zaman millenial ini. Faktanya secara ilmiah sudah banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada anak; stimulasi yang berasal dari gadget diketahui berhubungan dengan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan belajar, impulsif, kurangnya kemampuan mengendalikan diri, dan masih banyak lagi. Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat dan Kanada menekankan perlunya anak usia 0-2 tahun sama sekali tidak terpapar gadget. Sementara anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari dan dua jam untuk anak 6-18 tahun. Idealnya, anak-anak dijauhkan dari gadget, salah satu caranya dengan ajak anak bermain dan berbagi peran dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Sebagai orangtua, kekhawatiran terbesar apa yang sering Mbak rasakan? Untuk mengatasi atau mencegah rasa khawatir tersebu terjadi, apa yang dilakukan?

Membesarkan anak-anak merupakan salah satu kekhawatiran saya, saya selalu bertanya kepada diri sendiri apakah cara saya sudah benar. Untuk mengatasinya, saya selalu mencari informasi dan bertanya kepada ahlinya. Dan tidak lupa berdoa untuk keselamatan dan kebahagiaan anak-anak saya.

Jika diminta untuk menilai diri sendiri, Mbak Audy tipe orangtua seperti apa, sih?

Saya tidak bisa mendefinisikan saya tipe seperti apa, perjalanan saya menjadi ibu masih panjang dan saya masih terus belajar. Satu yang pasti, saya selalu berusaha menjadi ibu yang selalu hadir untuk anak-anak saya dalam berbagai situasi, mengajarkan dan membudayakan anak-anak untuk menjadikan agama sebagai solusi setiap masalah kehidupan, serta membangun komunikasi yang baik dengan suami dan anak-anak; mudah-mudahan itu dapat menjadi bekal di kemudian hari.

Ketika anak sudah besar, inginnya Mbak Audy bisa dilihat sebagai ibu yang seperti apa?

Saya ingin menjadi perempuan pejuang muslim yang tangguh, yaitu dalam hal ini membangun keluarga, menjaga rumah tangga, merawat suami dan anak-anak, membimbing mereka hingga nanti anak-anak menjadi generasi muslim yang tangguh. Karena saya yakin keluarga yang baik merupakan dasar bagi bangsa yang besar. Untuk itu saya harus hadir di semua fase hidup anak-anak, menjadikan agama sebagai pedoman hidup, penyayang, sabar, cerdas, tangguh, dan nerupakan sahabat terbaik bagi anak-anak. Seperti cara saya memandang ibu saya. Sudut pandang terhadap ibu, adalah hal mendasar bagi masa depan anak, suatu saat mereka akan menjadi suami atau istri seseorang, yang juga punya tanggung jawab membangun keluarga.

Ada tidak barometer orangtua yang sukses menurut Mbak Audy?

Saya percaya semua orangtua ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Perjalanan menjadi orangtua merupakan sekolah yang tidak akan pernah berakhir. Orangtua belajar sepanjang masa dan bisa dipelajari sedini mungkin saat seseorang memiliki cita-cita menjadi orang tua, sampai nanti menikah, punya anak, sifatnya never ending. Mulai dari belajar sabar, hingga belajar cara berkomunikasi yang efektif. Jadi, semua orangtua sukses dengan caranya masing-masing.

Mbak dan suami kan sama-sama bekerja di industri kesehatan, nggak afdol rasanya kalau tidak bertanya soal kiat bagaimana Mbak dan suami menerapkan pola hidup sehat pada anak-anak.

Selain dari jam tidur, asupan nutrisi dan air putih yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, saya selalu membudayakan kepada suami dan anak-anak saya untuk menjalani hidup dengan selalu bersyukur atas segala karunia dan ketetapan Allah ta’ala. Dengan hati yang penuh syukur, kita akan selalu merasa bahagia dan bertindak positif dalam menjalani keseharian.

 


One Comment - Write a Comment

Post Comment