Membereskan Rumah dengan Metode Konmari, Yuk!

Tidak ada salahnya memanfaatkan waktu akhir pekan untuk beberes rumah. Biar lebih efektif, dan menyenangkan jangan lupa gunakan metode konmari.

Siapa yang doyan bebersih rumah? Ada, lho, teman saya yang hobinya membereskan rumah. Bahkan katanya, cara ini bisa ia gunakan untuk ajang me time. Hahhaa. Unik juga, ya? Kalau banyak perempuan khususnya ibu-ibu yang memilih me time dengan menanjakan dirinya dengan pergi ke salon, makan, enak, nonton film favorit atau baca buku, teman saya masih me time-nya beres-beres rumah.

Ngomongin soal beresin rumah, sudah pernah mencoba melakukannya dengan metode konmari belum? Metode ini sebenarnya sangat sederhana, di mana kita memberskan barang berdasarkan kategori benda. Kalau baca dari bebrbagai artikel. Komari digagas oleh Marie Kondi, dalam bukunya The Life-Changing Magic of Tidying Up, perempuan asal Jepang ini memaparkan dan memberikan inspirasi bagaimana cara membereskan barang di rumah dengan cara yang berbeda.

konmari-method

Caranya dengan menata rumah berdasarkan kategori benda-benda di dalamnya demi mentransformasi tempat tinggal setiap orang menjadi hunian nyaman dan bebas dari tumpukan barang yang mengganggu.

Mengingat saya sedang pindahan, alhasil banyak sekali tumbukan barang-barang di rumah, mulau dari buku-buku, pakaian, hingga sepatu! Benda yang bertumpuk dan beberapa sudut rumah ini sudah memanggil untuk dibersihakan, hahahaa. Untuk membereskannya, saya pun mencoba menggunakan metode konmari.

Salah satu rumus yang digunakan untuk membersihkan adalsh dengan fokus dengan barang-barang yang memang masih dibutuhkan. Jika menemukan barang yang memnag nggak diperlukan lagi, langsung singkirkan, dan bisa segera didononasikan. Fokusnya adalah pada barang-barang yang bisa menimbulkan rasa bahagia dan senang.

Selain itu motede ini juga menyarankan agar kita melakukan proses penyortiran dalam satu waktu. Soalnya kalau berlarut-larut, bisa membuat kita merasa lebih cepat lelah atau bosan, dan merasa seolah kegiatan itu dilakukan untuk seumur hidup.

Kemudian motede ini juga menegaskan agar kita mensortir barang berdasarkan kategori, bukan tempat. Tanpa disadari, ternyata merapikan barang dengan sistem berdasarkan tempat adalah kesalahan dan perlu diubah berdasarkan kategori. Misalnya,  dengan urutan sebagai berikut : baju, buku, dokumen, tas, sepatu, atau barang lain.

Marie Kondo juga mengenalkan teknik melipat, yang akan memungkin kita bisa menyimpan baju dengan dengan posisi berdiri, bukan posisi berbaring. Metode ini sangat membantu untuk orang-orang dengan tipe visual karena bisa memilih baju dengan efektif

Dalam membereskan barang-barang di rumah Marie, menegaskan kalau sebenarnya hal ini tidah hanya mengenai barang-barang saja, tapi juga soal diri sendiri. Oleh karena itulah ia menyarankan ketika menyortir barang benar-benar dilihar dan dirasakan, sehingga kita bisa tahu apakah saat memegang benda tersebut akan menimbulkan kebahagiaan atau suka cita. Kalau nggak, jangan ragu untuk menyingkirkannya.

Dari sini, kita pun sedang sedang memproses masa lalu yang dimiliki. Saat benda yang dimiliki sudah tidak membawa kesenangan di rumah dibuang, maka berbagai ketidak bahagiaan dalam kehidupan pun ikut pergi dan menghilang.

Ada yang mau coba?

 


One Comment - Write a Comment

Post Comment