Anak Sering Sakit, Sudahkah Kondisi Rumah Anda Sehat?

Menyambut tahun baru, saya sering memikirkan pengalaman lalu yang menjadi pelajaran buat saya kedepannya. Contohnya pengalaman saya ketika anak sakit. Nggak ada salahnya untuk mengevaluasi kembali, sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk sang buah hati? Jangan-jangan masih ada yang perlu kita benahi, termasuk memeriksa kondisi kesehatan rumah.

little baby looking underneath a crib

Sebagai orangtua, saya sudah paham bagaimana rasanya ketika anak jatuh sakit. Apalagi kalau sampai harus dirawat di Rumah Sakit atau masuk ICU seperti yang dialami anak saya, Bumi beberapa waktu lalu. Nggak lama dioperasi lantaran usus buntu, anak saya harus masuk ICU karena terkena DBD untuk yang ke-2 kali. Ketika itu rasanya hati saya mencelos, rasanya kaki seperti nggak menapak ke bumi. Aaaah… rasanya benar-benar nggak karuan.

Sejak itu saya dan suami semakin sadar, bahwa ketakutan terbesar menjadi orangtua bukan saat melihat anak mendapatkan nilai yang tidak maksimal, atau hal lainnya. Ketakutan terbesar justru datang saat ada hal yang ‘mengancam’ orang yang sangat kita sayangi. Bahwa kesehatan adalah hal yang terpenting dalam hidup ini.

Bisa dibilang saat itu adalah titik balik buat kami, sama-sama kembali mengevaluasi, sebenarnya mengapa anak kami, Bumi rentan terhadap penyakit. Suatu ketika saya pun sempat bertanya pada dokter spesialis anak yang memeriksa Bumi, “Dok… kenapa, ya, anak saya ini mudah sakit? Setidaknya gampang flu? Padahal, nutrisinya sudah diperhatikan. Dia pun ASI sampai 2 tahun 3 bulan.”

Setelah mencoba melakukan diskusi dengan dokter, akhirnya saya dan suami sama-sama kembali mengevaluasi, sebenarnya apa saja pemicu mengapa anak jadi gampang sakit. Selain memerhatikan kecukupan gizi dan waktu istrirahat, ternyata faktor cuaca punya peran yang sangat penting.

Biasanya, sih, musim pancaroba seperti sekarang ini, anak lebih rentan sakit. Hal ini dikarenakan perubahan termperatur yang sedikit banyak berpengaruh pada kondisi tubuh. Bisa dibilang, tubuh jadi perlu beradaptasi. Nah, saat ini juga kekebalan tubuh juga berkurang, sehingga virus gampang masuk.

Nggak mengherankan kalau, akhirnya dokter mengingatkan saya untuk menjaga kesehatan lingkungan rumah. Iya, rumah harus dipastikan dalam kondisi yang sehat. Caranya:

Pastikan Udara Tetap Bersih

Saya rasa semua pasti sudah paham kalau sirkulasi udara di rumah harus dijaga. Biar gimana, sebagian hidup kita kan dihabiskan di lingkungan rumah. Kebayang nggak bagaimana kalau udara yang kita hidup itu kotor? Sekarang ini saya sudah mulai bawel kalau ada teman yang merokok. Iya, saya berusaha untuk menghindari asap rokok, terutama ketika ada di rumah. Niatnya, sih, saya juga akan menggunakan filter udara sehingga membersihkan udara secara efisien dan optimal.

Pilih Produk dengan Cermat

Produk yang saya maksud di sini menyuluruh, ya. Baik produk yang digunakan untuk tubuh ataupun produk rumah tangga. Saat ini saya memang lebih selektif dalam hal ini, kalau untuk urusan produk perawatan tubuh, saya akan memastikan apakah produk tersebut mengandung bahan kimia berbahaya seperti parabens, phenoxyethanol.

Sementara untuk produk rumahan saya pun memerhatikan apakah produk yang saya gunakan, baik sabun, pencuci piring, pembersih lantai, pembersih kamar mandi atau deterjen bisa menimbulkan emisi racun di udara, baju, serta kain-kain rumah tangga atau tidak. Kalau saat ini saya sudah memercayakannya pada produk yang dikeluarkan Unilever, seperti Sunlight, Wipol dan Vixal.

Lucunya, nih, hampir setiap pagi dan sore, Bumi jadi punya kebiasaan bertanya apakah lantai rumah sudah dipel atau belum. Rupanya, anak saya ini senang dengan aroma Wipol yang memberikan keharuman khas cemara. “Aku senang dengan wanginya, Bu. Seger,” katanya.

Saya sendiri memang merasa, dengan membersihkan lantai menggunakan Wipol bisa membuat lantai jadi lebih bersih dan kesat, serta efektif membunuh kuman.

Kekhawatiran kuman dan bakteri yang hidup di lantai jadi jauh berkurang. Selain memang terpercaya dan aman, produk ini juga seperti ‘warisan’ keluarga. Soalnya, sejak dulu Mama saya sudah menggunakannya. Sekarang, setelah menikah dan punya anak, saya pun percaya kalau produk-produk ini bisa diandalkan dan jadi sahabat setia saya saat membersihkan rumah. Oh, ya, untuk membeli produk Unilever dengan paket hemat, bisa di Blibli.com.

Bagaimana dengan Mommies yang lain? Punya pengalaman lain dalam rangka membuat rumah lebih sehat? Share, dong!


Post Comment