Ini Dia Strategi Membeli Rumah ke-2

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Bagi mommies yang memiliki tujuan keuangan “Membeli Rumah Ke-2” di tahun 2017, berikut saran yang bisa menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi untuk mewujudkannya!

Tahun baru telah tiba. Momen ini adalah saat yang tepat untuk menyusun target pencapaian yang ingin dicapai selama setahun ke depan. Bagi mommies yang memiliki tujuan keuangan “Membeli Rumah Ke-2” di tahun 2017, berikut saran yang bisa menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi untuk mewujudkannya!

  1. Pahami Kondisi Keuangan Anda

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, Anda harus memikirkan kemampuan keuangan rumah tangga. Penghasilan setiap bulan sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, kecukupan dana darurat, memiliki proteksi asuransi dan investasi dana pendidikan anak serta dana pensiun. Jika hal tersebut sudah terpenuhi, maka evaluasi apakah ada sisa penghasilan yang masih dapat diinvestasikan. Selain itu, sumber penghasilan lain seperti bonus tahunan juga sebaiknya dialokasikan secara maksimal, salah satunya sebagai sumber dana untuk pembelian rumah ke-2.

  1. Kesiapan Dana untuk Membeli Rumah Ke-2

Pilihan metode pembayaran untuk rumah ke-2 akan mempengaruhi jumlah dana yang perlu disiapkan. Jika Anda memilih metode pembayaran cash, tentunya modal yang cukup besar perlu dipersiapkan. Sebaliknya, jika Anda memilih metode pembayaran dengan kredit perumahan, maka ada pertimbangan tambahan yang perlu dipikirkan.

  • Evaluasi sumber dana untuk membayar uang muka. Sebab Peraturan Bank Indonesia No.17/10/PBI/2015 membatasi jumlah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke-2 pada kisaran 60%- 80% dari harga jual, tergantung jenis rumah dan bank yang dipilih. Sehingga Anda masih perlu menyiapkan dana uang muka sebesar 20%- 40% dari harga jual rumah dan tambahan dana lain untuk membayar biaya administratif seperti biaya notaris dan pajak.
  • Pastikan kemampuan untuk membayar cicilan KPR yang diajukan. Pastikan seluruh cicilan utang yang dibayarkan baik cicilan KPR rumah ke-2 atau cicilan utang lainnya, tidak lebih dari 35% penghasilan rutin bulanan
  1. Pahami Tujuan Anda Membeli Rumah Ke-2

Selanjutnya, tanyakan apa alasan utama Anda membeli rumah ke-2. Apakah sebagai rumah tinggal atau sebagai aset investasi. Jika tujuan pembelian rumah ke-2 sebagai aset investasi, maka Anda perlu memikirkan potensi keuntungan di masa depan. Anda perlu cermat memilih lokasi rumah yang akan dibeli agar dapat memberikan uang sewa dan/ atau kenaikan harga rumah. Selain itu, jangan lupa untuk memikirkan biaya perawatan rumah yang perlu dikeluarkan karena dapat mengurangi jumlah keuntungan yang akan diperoleh.

Selamat menyusun strategi Membeli Rumah Ke-2 dan semoga impian tersebut bisa terwujud! Live a beautiful life!

 Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment