5 Pelajaran yang Saya Ambil Saat Anak Sakit

Ditulis oleh: Ficky Yusrini

Di balik kegundahan menghadapi anak sakit, ternyata ada 5 pelajaran yang saya ambil saat anak sakit. Belajar melihat segala sesuatu yang positif dari setiap kejadian kan, ya :).

5 Pelajaran yang Saya Ambil Saat Anak Sakit - Mommies Daily

Beberapa minggu lalu menjelang UAS, anak saya Pilar (9) drop kondisi badannya. Boro-boro bisa belajar persiapan UAS, energi dan fokus terkuras untuk memulihkan fisiknya. Ada saja yang dikeluhkan, demam, batuk pilek, sakit kepala, pusing, belum lagi tubuh lemas. Dan, ini berlangsung hingga hampir dua minggu lamanya. Sebagai ibu, saat anak sakit, “Duh, sedih deh!” Tidak tega melihat si kecil yang biasanya aktif, tahu-tahu lenyap keceriaannya.

Tapi, di balik kegundahan itu, ada pelajaran yang bisa saya dan anak petik bersama-sama.

Saatnya brainwash anak tentang pentingnya gaya hidup sehat.

Kalau pada saat tubuhnya sehat, anak susah dikasih tahu: “Ayo, jangan lupa banyak minum”; “Sayurnya juga harus dihabiskan”;”Stop ngemil snack”;”Makannya dikit amat!” dan sebagainya. Nah, ketika dia sakit, itulah saat saya menceramahinya panjang lebar: “Tahu, enggak, apa kandungan jamur?”; “Ikan itu gizinya tinggi, lho!” “Kalau terlalu banyak mi instan, efeknya begini lho!”; “Jangan lupa cuci tangan, supaya bakteri tidak mampir ke tubuh”; “Yuk, kita sama-sama belajar tentang gizi dari buku, supaya kita enggak gampang sakit lagi.” Dan biasanya cara ini ampuh untuk membuatnya sadar pentingnya makanan sehat.

Evaluasi perilaku dan gaya hidup.

Setiap penyakit yang menghampiri, pasti ada sebabnya. Misalnya, dehidrasi, karena kurang minum. Susah buang air besar, akibat kurang serat. Tekanan darah rendah, kurang zat besi, batuk pilek karena kurang istirahat dan sebagainya. Sambil dia belajar sedikit-sedikit tentang gizi, saya juga menekankan bahwa tentang adanya hukum sebab akibat. Apa yang kita alami adalah akibat perilaku kita sendiri. “Makanya, enggak usah nunggu disuruh-suruh ibu, baru mau lakukan. Toh, itu tubuh kamu sendiri. Kamu harus bisa jaga sendiri,” begitu saya berpesan.

Belajar legowo.

Susah mencari padanan kata legowo dalam Bahasa Indonesia. Legowo berarti sikap menerima apa yang berlaku pada diri kita dengan sabar, ikhas, dan pasrah. Walaupun manusia sudah berusaha menjaga kesehatannya semaksimal mungkin, sakit tetap bisa datang kapan pun. Ada faktor dari luar, seperti karena kecelakaan, faktor cuaca, faktor lingkungan, endemik virus, dan sebagainya, yang tak bisa ditolak. Bisa juga karena faktor internal, yakni bawaan dari DNA atau faktor genetik. Siapa, sih, yang pernah minta diberikan sakit? Positif saja, kalau anak diberikan sakit, itu adalah cobaan (untuk orang tuanya juga, sih) agar ia bisa menjadi manusia yang lebih kuat.

Belajar bersyukur.

Konsep tentang bersyukur terlalu abstrak buat anak. Inilah momen yang tepat untuk mengenalkannya. Sakit itu penuh dengan ketidaknyamanan. Makan tak enak, tidur susah, kepala mau pecah, penderitaan rasanya tidak terperi. Biasanya, anak pun menjadi super-rewel. Di saat seperti ini, anak akan menyadari bahwa sehat yang ia punyai bukanlah sesuatu yang taken for granted. Sehat adalah karunia luar biasa. Harta yang tak ternilai. Ia akan bisa memahami itu semua ketika ia sakit. Selama ia sehat, ia nyaman melakukan apa pun yang tak bisa ia lakukan saat sakit, jadi kenapa masih mengeluh dan menggerutu? Begitu juga, ketika ia sakit, saya mengajaknya melihat bahwa di luar sana banyak orang lain yang sakitnya lebih parah dari anak. Jadi, apa yang ia rasakan sekarang, masih seujung kuku ujian yang dialami orang lain. Jadi, kenapa harus mengeluh juga?

Memperkuat bonding.

Jangankan anak-anak, orang dewasa saja tak bisa mengurus diri sendiri ketika sakit. Semua kebutuhannya harus dilayani oleh orang lain. Inilah saatnya anak butuh banget merasa diperhatikan oleh orang tuanya. Anak yang mendapat perhatian penuh ketika sakit, akan tumbuh dengan limpahan cinta, dan ia akan melakukan hal yang sama ketika orang lain di dekatnya sakit.

Setuju nggak mom?


2 Comments - Write a Comment

Post Comment