4 Barang yang Tidak Ada di Dalam Kamar Bayi Anak Saya

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Mungkin berbeda dengan pilihan mommies lain, saya tidak memasukkan 4 barang berikut ini di dalam kamar bayi si Gia. Menurut saya masih belum perlu dan membuat saya jauh lebih berhemat :D.

Dulu, saat si kakak, Dhia, lahir, saya belum menyiapkan barang-barangnya. Saking pede-nya Dhia akan lahir sesuai waktu perkiraan, saya pun memilih santai dan menunda untuk membeli barang-barang bayi. Nyatanya? Jeng-jeng, Dhia lahir 1 bulan lebih awal. Daaaaannn, yap, saya nggak punya baju bayi. Hahaha. Tak mau mengulang pengalaman ini, saat hamil kedua, saya pun kalap membeli banyak barang bayi.

Saking kalapnya, saya sampai tak sadar bahwa saya membeli barang yang memiliki fungsi sama, hanya beda merek saja. Hahahaha. Dan pahitnya lagi, ternyata ada beberapa barang yang sebetulnya tak perlu ada di dalam kamar bayi. Meskipun bentuknya lucu dan instagram-able untuk foto-foto, saya jadi pikir dua kali saat membeli beberapa barang untuk Gia. Agar tidak berakhir pada gunungan barang yang tidak bermanfaat.

4 Barang yang Tidak Ada di Dalam Kamar Bayi Anak Saya - Mommies Daily

1. Changing table
Waktu itu saya membeli changing table agar kamar tidak berantakan dan Gia bisa ganti baju di tempat yang bersih. Alih-alih ke changing table saat akan mengganti baju atau diapers Gia, saya akhirnya mengganti diapers di manapun Gia berada. Apalagi Gia termasuk bayi yang nggak mau diam. Bisa berabe, kan, kalau ganti popok di changing table yang umumnya tinggi. Hihi..

2. Selimut tebal
Selalu gemas setiap kali melihat selimut bayi yang fluffy. Sudah terbayang pasti akan lucu kalau melihat bayi tidur diselimuti dengan selimut berbulu tebal dan lembut. Sayangnya, kenyataan berkata lain. Gia sama sekali ga mau diselimutin saat tidur! Yang ada Gia malah jadi rewel karena kepanasan. Bukan hanya membuat bayi kegerahan, selimut yang tebal juga dapat menghambat jalan napas bayi. Alhasil selimut tebal yang saya beli dan beberapa dari kado teman, hanya numpuk di dalam lemari. Jadi, kalau mau membeli selimut untuk bayi, belilah selimut yang tidak terlalu tebal agar bayi tetap nyaman.

3. Bantal
Saat ini memang tersedia banyak sekali jenis bantal untuk bayi dengan berbagai motif yang menggemaskan dan disesuaikan dengan bentuk kepala bayi. Padahal bayi di bawah usia dua tahun sama sekali tidak membutuhkan bantal untuk tidur. Banyak orang beranggapan bahwa bantal akan membuat bayi lebih nyaman dan tidur lebih nyenyak. Kenyataannya, bantal justru dapat membahayakan nyawa bayi. Salah satu yang bisa terjadi akibat penggunaan bantal adalah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), seperti yang diungkapkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan CDC ( Centers of Disease Control and Prevention). Bantal dapat membuat bayi tidak leluasa untuk bergerak. Saat bayi gumoh ketika sedang tertidur di atas bantal, muntahannya juga akan sulit keluar dari mulutnya sehingga bayi bisa tersedak muntahannya tersebut. Selain bantal, demi keamanan bayi sebaiknya tidak ada sprei yang longgar dan kasur yang terlalu lembut. Tempat tidur yang aman bagi bayi adalah yang tidak berubah bentuk saat ditiduri bayi, bersprei tipis dan berukuran pas, serta tanpa bantal.

4. Boneka
Boneka, rasanya menjadi barang yang selalu ada di hampir semua kamar bayi. Apalagi kalau bayinya perempuan. Boneka dianggap dapat menemani saat bayi tidur. Ternyata anggapan tersebut juga tidak tepat. Boneka yang diletakkan di dekat bayi, dapat berisiko menutupi wajah bayi dan akhirnya membuat bayi sulit bergerak dan bernapas. Boneka juga menjadi salah satu penyebab terjadinya SIDS. Tak hanya itu, debu yang menempel di boneka seringkali bisa menyebabkan alergi.

Jadi, dari pada menghabiskan uang untuk beberapa barang yang akhirnya tidak digunakan dengan maksimal. Ada baiknya membeli barang-barang bayi mendadak sesuai kebutuhan. Terkadang, bayi justru merasa lebih nyaman saat berada di tempat yang sederhana, tanpa banyak barang di sekelilingnya.


Post Comment