5 Hal yang Bisa Kita Pelajari Dari Rekan Kerja Pria

Ditulis oleh: Dewi Warsito

Untuk menstimulasi logika wanita, nggak ada salahnya kita belajar dari rekan kerja pria. Di bawah ini, ada 5 hal yang bisa kita pelajari dari rekan kerja pria.

Wanita kalau mikir lebih banyak pakai emosi, kalau pria lebih banyak pakai logika. Pernyataan ini mau nggak mau, harus saya (baca:kita) akui. Ya, emang udah dari sananya begitu, sih. Namun, bukan berarti mikir pakai hati itu jelek, lho. Hanya saja dalam dunia kerja, keduanya mesti seimbang. Dalam dunia profesional, untuk banyak hal mengutamakan logika, apalagi saat mengambil sebuah keputusan baik kecil maupun besar,

Untuk menstimulasi logika wanita, nggak ada salahnya kita belajar dari rekan kerja pria. Di bawah ini, beberapa sikap pria dalam dunia kerja, yang bisa kita, wanita, pelajari.

5 Hal yang Bisa Kita Pelajari Dari Rekan Kerja Pria - Mommies Daily

Ngomong Langsung Aja

Baik dalam sebuah meeting besar, maupun briefing dengan tim kecil, rekan kerja pria cenderung ngomong langsung ke pokok permasalahan. Sementara wanita, walaupun jago ngomong, sering kali mikirin perasaan orang lain. Pria biasanya nggak terlalu peduli dengan akibat (perasaan yang ditimbulkan) dari pernyataannya, selama itu untuk kepentingan pekerjaan dan dilakukan selama jam kerja. Terkesan nggak punya perasaan, sih, tapi sebenarnya hal itu biasa di mata mereka. Kalau kebanyakan mikir perasaan orang lain, kapan majunya?

Nggak Gampang Baper

Ini sebenarnya berhubungan dengan poin di atas. Mereka nggak bakal gampang tersinggung kalau misalnya si bos menegur agak keras dalam sebuah rapat. Mereka nggak mudah baper kalau ada sedikit sindiran atau lelucon konyol yang menyinggung dikemukakan pas briefing. Kalau dari hasil ngobrol-ngobrol saya sama para kolega pria, mereka biasanya berkata,”Ngapain, sih, hal gitu aja dipikirin lama-lama? Nggak ada gunanya. Kecuali kalau itu sudah menyangkut hal pribadi dan di luar pekerjaan.

Analisa Obyektif

Buat mengambil sebuah keputusan yang praktis, pria biasanya melihat latar belakang berdasarkan fakta. Karena itu, mereka lebih mudah berpikir dan bekerja menggunakan angka, data, grafik, dan sejenisnya. Hmmm…coba, deh, ditanya para suami masing-masing, ini benar nggak? :D

Gosip yang Penting Aja

Buat rekan kerja pria, yang penting adalah, gosip kapan bonus tahunan keluar, atau siapa yang jadi bos baru menggantikan bos yang resign. Mereka bakal nggak peduli soal istri si bos yang doyan belanja, atau tas branded atasan wanita yang ternyata berkualitas KW super. Karena bagaimanapun hal tersebut nggak ada pengaruhnya ke pekerjaan sehari-hari.

Menertawakan Kegagalan

Harus diakui, sense of humor para pria normal memang jauh lebih tinggi daripada wanita. Salah satu ciri-cirinya adalah mudah menertawakan kegagalan diri sendiri. Kegagalan itu jarang membuat mereka kemudian putus asa. Kegagalan hari ini biasanya akan dirasakan sebentar, untuk besok dilupakan. Buat pria, sudah, ya, sudah. Nggak bakal dipikirin lagi buat ke depannya.

Jadi besok-besok, yang baper mungkin bisa dikurangi, ya? Yang segan ngomong to the point, bisa dicoba dimulai. Yang suka gosip, mungkin bisa gosipin yang penting-penting aja. Nggak mesti semuanya dihilangkan begitu, saja. Karena saya percaya, intuisi wanita juga punya banyak kelebihannya dalam dunia kerja ;). Buktinya Thatha pernah menulis tentang Hal yang Dipelajari Rekan Kerja Pria Dari Ibu Bekerja.


Post Comment