Tips Menjadi Penglaju untuk Para Ibu Bekerja

Ditulis oleh: Dona Kamal

Penglaju: Seseorang yang setiap hari bepergian ke suatu kota untuk bekerja dan kembali ke kota tempat tinggalnya. Biasanya jaraknya cukup jauh.

Sudah seminggu ini saya dan keluarga pindah rumah. Rumah kami yang baru terletak di luar kota Bandung, tepatnya di Kabupaten Bandung Barat dengan jarak sekitar 11 kilometer dari kantor saya di pusat Kota Bandung. Sebelumnya, kami tinggal di rumah sewa yang jaraknya hanya 2 kilometer dari kantor saya. Pindah ke tempat tinggal baru yang jaraknya lima kali lipat dari tempat tinggal kami yang lama ternyata sedikit membuat saya shock. Hahaha, cemen ya!

Bagaimana tidak, jika sebelumnya saya hanya butuh waktu paling lama 10 menit untuk perjalanan dari rumah ke kantor, kini saya harus menghabiskan waktu paling tidak satu jam perjalanan. Ini membuat waktu saya untuk bermain dengan Gendra (3y10m) di rumah jadi berkurang.

Hari-hari pertama menjalani hidup sebagai penglaju ternyata cukup membuat badan saya capek! Awalnya saya mencoba untuk membawa kendaraan sendiri. Tapi, macet akhirnya membuat saya menyerah. Nggak sanggup deh kalau harus setiap hari menghabiskan dua jam di perjalanan kantor-rumah atau sebaliknya. Yang ada, sampai rumah badan sudah tepar dan nggak kuat lagi main dengan Gendra. Jalan keluarnya adalah naik KRD dari Stasiun Bandung dan berhenti di Stasiun Cimahi, lalu lanjut dengan angkot, ojek, atau kendaraan sendiri yang saya parkir di Stasiun Cimahi. Selain irit tenaga, dengan naik KRD ini saya juga bisa irit ongkos dan bahan bakar, yeay!

Sebagai penglaju newbie, ada beberapa hal yang ternyata harus saya perhatikan agar perkara pergi-pulang rumah-kantor ini berjalan lancar :

Tips Menjadi Penglaju untuk Para Ibu Bekerja - Mommies Daily

*Image dari kliqcommuter.com

1. Pastikan alokasi waktu yang cukup

Salah satu keuntungan naik KRD adalah jadwalnya yang sudah fixed sehingga saya dapat memperkirakan pukul berapa paling lambat saya harus sudah tiba di stasiun. Saya harus mematuhi jadwal keberangkatan dari rumah agar di jalan tidak grasa-grusu yang bisa mengakibatkan saya tidak konsentrasi menyetir . Jika waktunya mepet, saya akan pilih naik ojek.

2. Bawa perbekalan

Nah, awalnya saya juga menganggap sepele nih, sampai suatu hari saya tertinggal KRD dan terpaksa harus naik angkot dengan waktu tempuh dua jam plus kehausan selama perjalanan. Untuk mengantisipasi kejadian yang sama terulang lagi, saya selalu membawa air mineral sebelum berangkat. Boleh juga membawa sedikit makanan ringan untuk camilan selama perjalanan.

3. Plan A, B, C

Hari-hari pertama saya pindah, saya berusaha mempelajari tentang daerah baru yang saya tempati, terutama hal-hal yang berhubungan dengan moda transportasi. Saya mencari tahu tentang jalan mana yang harus saya lewati jika membawa kendaraan sendiri, tingkat keramaiannya, area parkirnya, rute-rute angkot dan jam beroperasinya, mencari tahu di mana pangkalan ojek terdekat, dan menginstal aplikasi transportasi online di ponsel saya sebagai alternatif jika saya sedang tidak membawa kendaraan.

Terakhir, khusus untuk saat pulang kantor, saya harus memastikan semua pekerjaan selesai beberapa menit sebelum jadwal keluar kantor menuju stasiun. Saya juga harus memastikan bos saya tidak memberikan kerjaan tambahan di menit-menit terakhir. Kalaupun ternyata ada pekerjaan di menit-menit terakhir saat akan pulang, yahh berarti harus selesai sebelum jadwal KRD berikutnya.


Post Comment