Suntikan KB Untuk Laki-laki, Benarkah Efektif?

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Ternyata sudah ada penelitian yang dilakukan tentang pemberian suntikan KB pada laki-laki. Apakah benar suntikan KB untuk laki-laki ini efektif?

Suntikan KB Untuk Laki-laki

Image dari: usimages.detik.com

Kadang ya, kalau saya lagi lelah, saya suka bertanya dalam hati “Perempuan mengalami menstruasi. Perempuan hamil. Perempuan melahirkan. Perempuan menyusui. Apa iya sih harus perempuan juga yang mikirin kontrasepsi. Harus perempuan juga yang ribet. Nggak bisa ya dibagi-bagi :D.”

Memang, sih, laki-laki bisa berperan mengontrol kehamilan dengan pemakaian kondom atau sterilisasi. Masalahnya, seberapa banyak coba laki-laki yang rela memakai kondom?! Ujung-ujungnya, ‘beban’ mengontrol kehamilan itu diletakkan di pundak perempuan.

Baru-baru ini saya membaca sebuah penelitian tentang suntikan KB untuk laki-laki. Yes, untuk laki-laki! Yang biasanya suntikan KB diberikan pada perempuan, dalam penelitian ini ditemukan bahwa suntik KB bisa diberikan pada laki-laki dan efektif mencegah kehamilan terjadi. Akhirnyaaaa, tak hanya saya yang harus bolak-balik mendapatkan suntikan KB. Akhirnya para laki-laki juga merasakan jarum suntik secara berkala..hihihi.

Jadi, sama seperti KB suntik yang diberikan pada wanita, KB suntik pada laki-laki juga berisi hormon. Pada penelitian yang disponsori oleh PBB dan diterbitkan dalam Journal of Endocrinology Clinical dan Metabolisme ini menyebutkan, injeksi diberikan setiap 8 minggu pada 320 laki-laki sehat yang sudah menjalani serangkaian tes sebelum penelitian. Tes untuk memastikan mereka memiliki jumlah sperma yang normal. Dalam suntikan tersebut berisi 1000 mg hormon testosteron sintetis dan 200 mg progestin (turunan hormon progesteron dan esterogen) sintetis.

Saat tubuh para pria ini diberikan suntikan testosteron, maka otak akan menganggap bahwa tubuh sudah cukup mendapatkan testosteron, sehingga produksi testosteron ditekan, begitu juga produksi sperma. Sebetulnya cara ini bisa membuat otak lama kelamaan menganggap tubuh tak perlu lagi memproduksi testosteron. Oleh sebab itu, para peneliti menggunakan kombinasi hormon untuk mengurangi dosis testosteron ke tingkat yang lebih aman namun tetap efektif memengaruhi kesuburan.

Baca juga:

Tanda-tanda Hormon Testosteron Suami Menurun

Untuk membuktikan tingkat kesuburan ini, setelah para laki-laki tidak lagi mendapatkan suntikan KB, kualitas sperma pun terus diperhatikan. Repot, kan, kalau tiba-tiba suami tak lagi subur pasca mendapatkan suntikan KB? Menurut penelitian ini, waktu pemulihan pascapemberian suntikan KB ini minimum 12 minggu setelah suntikan terakhir dan waktu rata-rata yang diperlukan untuk pemulihan adalah 26 minggu. Sayangnya, setelah 52 minggu pemulihan, 8 peserta kesuburannya tidak kembali. Mereka kembali subur dalam waktu yang lebih lama. Itulah sebabnya penelitian ini sempat dihentikan, namun tetap terus dikembangkan baik melalui penelitian yang sama, maupun penelitian yang berbeda.

Kesimpulan dari penelitian ini, suntikan KB pada laki-laki ini efektif mencegah kehamilan pada 96 persen peserta penelitian. Ini artinya masih ada yang tetap mengalami kehamilan setelah menerima suntikan KB. Namun, sama seperti KB suntik yang diberikan pada wanita, KB suntik pada pria ini juga punya efek samping. Beberapa peserta penelitian mengalami efek negatif seperti satu kasus depresi dan satu kasus detak jantung yang tidak teratur. Ada kemungkinan juga suntikan KB ini membuat suasana hati berubah. Ada pula peserta yang mengeluhkan mengalami nyeri otot, libido meningkat sampai jerawatan.

Well, kita lihat perkembangannya ya moms, siapa tahu para peneliti mendapatkan formula yang tepat dan bisa segera mewujudkan suntikan KB untuk para suami ini. Jadi, kita bisa berbagi dengan suami dalam hal mengontrol kehamilan.


Post Comment