Penghujung Tahun, Saatnya Mengevaluasi Keuangan Keluarga

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Akhir tahun sudah tiba, saatnya mengevaluasi keuangan keluarga. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Tak terasa, tahun 2016 akan segera berakhir. Berarti telah tiba saatnya untuk mengevaluasi pencapaian yang telah dilakukan selama tahun ini termasuk evaluasi keuangan keluarga. Berikut ini adalah 5 hal yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi keuangan keluarga.

pasangan berdiskusi keuangan-2

  1. Penambahan aset selama tahun 2016

Berapakah penghasilan yang diperoleh selama tahun 2016? Berapa kenaikannya terhadap tahun 2015 yang lampau? Apabila Anda mengalami kenaikan penghasilan sebanyak 10%, maka idealnya terjadi penambahan jumlah aset sebesar minimal 15% sejak tahun lalu. Sumbernya, berasal dari penyisihan 10% untuk tabungan dan investasi dari penghasilan plus penyisihan setengah dari kenaikan penghasilan.

  1. Evaluasi tujuan keuangan yang sudah tercapai

Tengok kembali catatan tujuan keuangan yang telah Anda susun di awal tahun 2016 silam. Misalnya: punya tujuan membeli rumah tinggal, punya tujuan menambah saldo tabungan, dan lainnya. Evaluasi tujuan keuangan mana saja yang sudah tercapai. Jika ada tujuan keuangan yang belum tercapai, kira-kira apa penyebabnya? Apakah tidak ada sumber dana untuk memenuhi tujuan atau ada hal kejadian lain yang mengganggu tercapainya tujuan tersebut.

  1. Punya dana cadangan yang memadai

Dana cadangan setara 3 bulan kali pengeluaran rutin atau lebih dinilai memadai dalam perencanaan keuangan. Sebagai contoh, apabila pengeluaran rutin keluarga Anda sebesar Rp5 juta setiap bulannya, maka dana cadangan minimal yang perlu dimiliki adalah Rp15 juta. Dana cadangan tersebut perlu ditempatkan di rekening terpisah.

  1. Menabung dan Investasi setiap bulan

Setiap orang sebaiknya menyisihkan sebagian dari penghasilan yang diperoleh untuk menabung dan investasi. Harapannya, uang hasil tabungan dan investasi tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat masa pensiun atau sudah tidak lagi aktif berpenghasilan. Rasio menabung dan investasi yang sehat adalah minimal 1/10 dari penghasilan bulanan. Jadi Anda disarankan untuk menabung dan berinvestasi minimal sebesar Rp1 juta setiap bulan apabila menerima gaji Rp10 juta.

  1. Rasio berutang yang sehat

Terkadang, seseorang perlu mengambil utang untuk membeli suatu barang atau jasa. Hal umum adalah mengambil pinjaman untuk membeli rumah tinggal dan kendaraan. Berutang diperbolehkan asal sesuai dengan kemampuan keuangan. Rasio berutang yang sehat diperoleh dengan membagi penghasilan bulanan dengan angka 3. Misalnya, jika setiap bulan penghasilan sebesar Rp10 juta, maka maksimum cicilan utang yang sebaiknya diambil adalah Rp3,3 juta. Jika jumlah cicilan utang saat ini lebih dari 1/3 penghasilan bulanan, berarti Anda perlu melunasi sebagian utang yang dimiliki hingga cicilan utang turun ke batas sehat.

 

Live a beautiful life!

 Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment