3 Pelajaran Hidup Terindah Sebagai Ibu

Untuk para ibu, mari sejenak mengenang hikmah dan pelajaran hidup berharga apa yang ada di balik peran ibu, selain….harus banyak belajar sabar :D

Selama 2,5 tahun jadi ibu, saya belum merasa ada apa-apanya dibandingkan Mama saya, dan ibu hebat lainnya. Apalagi kalau bicara soal sumbu sabar, duuuh ini sih, masih harus menimba ilmu dari mommies lainnya. Walau begitu di waktu yang relatif masih sebentar ini, saya nggak bisa menutup mata, ada pelajaran berharga sekaligus terindah, selama 2,5 tahun menjalani peran menjadi ibu.

3 Pelajaran Hidup Terindah Sebagai Ibu - Mommies Daily

  1. Nyawa ini bukan milik saya

“Nanti kamu pasti ngerasain kalau udah jadi ibu,” komentar Mama saya kalau udah terlalu kesal sama saya *salim. Dan benar saja, poin ini saya rasakan saat momen melahirkan tiba. Alkisah di tengah proses melahirkan saya yang agak drama, sempat terbesit dan mengatakannya ke suami “Kalau terjadi apa-apa, jangan pikirin saya, tapi selamatkan bayi kita.” Spontan saja suami, nggak terima dan bilang semua akan baik-baik saja. Wajar sih, saya ngerti perasaan suami, persoalannya saya yang menjalani dan tahu detail bagaimana perjuangan seorang ibu mengahadirkan si jabang bayi ini selamat ke dunia. Ketika nyawa saya rasanya tinggal berapa inci lagi dari batang tenggorokan, disitulah saya seperti ditampar. Sebenarnya nyawa ini selain milik Tuhan, juga milik seseorang yang kita cintai, walau belum sekalipun bertemu dengannya, yaitu kamu, wahai anakku.

Di titik itu, saya sadar, ada yang sedang bergantung dengan nyawa saya. Seperti mendapatkan semangat lagi, ketika mendengar detak jantung Jordy masih sangat normal di dalam perut, saya nggak boleh nyerah – walau harus pasrah di meja operasi, menjalani operasi caesar.

  1. Proses pembelajaran seumur hidup

Saya nggak pernah terbayang harus masak sampai tengah malam, untuk menyetok MPASI Jordy,  dan pumping  ASI di antara hiruk pikuk deadline pekerjaan. Atau, melek semalaman karena Jordy sedang demam dan nggak mau ditaruh di tempat tidur. Momen demi momen, saya nikmati sambil cari cara bagaimana mengakalinya. Inilah yang saya namakan, proses pembelajaran seumur hidup. Nggak pernah letih untuk belajar hal baru, baik itu dari sesama ibu atau baca literatur seputar pola asuh anak. Dan menanamkannya di otak saya, kalau ini akan berlangsung seumur hidup.

  1. Selalu memberi dan melindungi

Selama anak saya belum menikah, selama itu pula saya dan suami bertanggung jawab atas segala kebutuhannnya – sandang, pangan, papan.  Nggak pernah lelah untuk memberi apa yang Jordy butuhkan, dan melindunginya dengan cara apapun itu, seperti layaknya orangtua di luar sana. Saya masih ingat, ketika Jordy harus dirawat 4 hari karena DBD, rasanya pingin tukar tempat, biar Bunda yang sakit aja, ya, dek. Setelah perawatan usai dan pulang ke rumah, saya udah bertekad akan memberikan perlindungan ganda ke Jordy, supaya nyamuk-nyamuk nakal, nggak gigit Jordy lagi.

Sesederhana menggunakan minyak telon yang punya perlindungan efektif terhadap gigitan nyamuk, seperti My Baby Minyak Telon. Beruntung My Baby juga mengeluarkan Minyak Telon Plus Longer Protection yang punya manfaat ganda, pertama menghangtkan dan melindungi bayi dan anak dari gigitan nyamuk. Kandungan Citronella dan minyak serehnya, aktif sebagai pengusir nyamuk dan serangga. Yang saya senang dari minyak telon My Baby ini, wanginya khas banget! Mungkin karena kandungan sereh tadi, ya. Bukan cuman aromannya yang harum, tapi bikin Jordy aman berkegiatan di luar rumah hingga 8 jam, dan sudah teruji di IPB. Peran saya sebagai ibu, tertolong banget ditemani minyak telon My Baby ini, nggak Cuma buat Jordy, sayapun juga suka pakai, lho, mommies. Dan merasa makin senang, karena dalam rangka menyambut Hari Ibu kalau beli My Baby minyak telon di bli-bli dapat diskon khusus, yeay, lumayan banget kan, buat stok!

Selain itu, perjalanan sebagai ibu menjadi lebih bermakna ketika mengingat momen-momen indah ketika mendampingi si kecil di setiap tahap pertumbuhannya, seperti dalam video berikut ini:

Rasa lelah, dan capek seolah terbayar melihat tumbuh kembang si kecil berjalan dengan baik.

Share, dong, kalau dari mommiess, pelajaran berharga selama menjalani peran sebagai ibu :)


One Comment - Write a Comment

  1. Hy mom.. hope u and the precious are well..

    Pengalaman jd ibu yg paling ga bisa dilupakan adalah saat mengingat senyum anak saat kita panggil sayang. Dan luka dimata saat emosi ga bisa dikontrol. I will never forget that. Forever.

    So pengalaman berharga saya adalah bahwa setiap kata yg sudah keluar yg terlontar pada anak yg tak bisa ditarik kembali sebesar apapun penyesalan nya. Pengalaman yg membuat saya harus ke lebih baik lagi sebagai orang tua. Ya karena anak itu memang hanya titipan.. i dont want to be sorry no more..

Post Comment