3 Pelajaran Berharga Seputar Karier yang Saya Pelajari dari Anak Magang

Dari beberapa anak magang di kantor saya, ada 3 hal yang saya pelajari. Mau tahu, apa saja?

Sejak awal, Female Daily Network memang dikenal sebagai kantor yang sangat welcome dengan internship atau anak magang. Bagi kami kehadiran mereka membawa suasana tersendiri dan kami merasa beruntung bisa jadi bagian proses mereka menimba ilmu, hingga akhirnya bisa menamatkan kuliahnya. Sebagai bonusnya, atmosfer kantor jadi lebih segar, karena rata-rata mereka tuh, muda-muda banget *duileee emang saya setua apa yaaa :p.

3 Pelajaran Berharga Seputar Karier yang Saya Pelajari dari Anak Magang - Mommies DailyImage: www.uptown4.com

Tapi bener, mommies, pola pikir saya juga jadi ikutan muda! Hahaha. Jadi mau nggak mau tahu, trend fashion terkini, obrolan ringan ala-ala anak muda-mudi Jakarta kayak apa modelnya. Sampai-sampai saya pernah lho, Googling, sanking “kudet -nya (kurang update) tentang istilah gaul yang mereka gunakan *__*

Dan nggak jarang, berawal dari dari anak magang, akhirnya mereka jadi pegawai tetap, karena pihak manajemen beranggapan mereka memang layak dari segi skill. Dari beberapa anak magang yang hilir mudik di FDN, saya juga dapat pelajaran berharga, selain bahasa gaul, hahaha…

  1. Terbuka mempelajari sesuatu yang baru

Suatu hari saya menyaksikan seorang anak magang di kantor kami, presentasi tentang survei kecil-kecilan yang ia lakukan berkaitan dengan forum FDN. Dari sekian menit dia presentasi, yang jelas terekam oleh saya adalah, kemampuan anak ini untuk mempelajari sesuatu yang baru cukup berhasil. Lalu di kasus lainnya, anak magang yang satu ini sangat taat deadline, malah nggak jarang, data-data yang saya minta datang lebih cepat dari deadline yang seharusnya. Tapi juga diimbangi dengan hasil yang mumpuni, ini artinya para internship ini punya kemampuan yang nggak main-main dalam mempelajari jobdesc yang terbilang sangat baru. Karena mereka ada kemauan yang kuat, jadi ya pada dasarnya apapun itu jobdesc baru yang dihadapi, akan “dilahap” oleh para internship.

  1. Memangkas birokrasi yang nggak perlu, dan perbanyak action

Berdasarkan pengalaman saya menghadapi anak magang, mereka rata-rata anak yang spontan. Artinya gini, mommies, ide-ide yang ada di kepala mereka, disampaikan secara gamblang, dan nggak perlu repot nunggu ada jadwal meeting. Diskusi yang sifatnya spontan namun sarat ide, kayaknya akan lebih berfaedah daripada rapat berjam-jam yang belum tentu efektif, kan?! Kalau bisa memangkas birokrasi kantor yang sifatnya sudah usang dan bisa lebih banyak action, kenapa tidak?

  1. Fokus pada mengasah keterampilan diri

Seperti yang saya sempat singgung di atas, ada anak magang di kantor FDN, yang berujung menjadi karyawan tetap. Hal ini kalau saya perhatikan, karena mereka hanya fokus dengan apa yang mereka lakukan selama magang dan mengasah skill mereka. Intinya nggak ambil pusing dengan gelar yang akan mereka raih setelah magang atau selesai kuliah. Secara umum, ternyata hal ini memang umum terjadi pada generasi millenial. Intuisi mereka, tergolong tajam akan fakta tantangan dunia kerja yang kian kompetitif. Mereka lebih memilih punya keterampilan yang mumpuni untuk bekal menapaki karier di masa depan. Dengan begini, mereka menganggap punya landasan yang cukup kuat untuk menghadapi dunia yang makin cepat berkembang.


One Comment - Write a Comment

  1. “Memangkas birokrasi yang nggak perlu, dan perbanyak action”
    Satu hal ini yang bikin kangen sama kantor lama tempat pertama kerja dan masa muda.. hahaha
    Kangen waktu bisa bebas menyampaikan ide dan inspirasi, nggak terbatas sama report dan birokrasi yang kadang ujung unjung nya menyulitkan diri sendiri.

Post Comment