Keuangan Aman Saat Unpaid Leave

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Agar tidak muncul masalah keuangan selama masa unpaid leave, berikut hal-hal yang sebaiknya diperhatikan.

???????????????????????????????

Terkadang muncul beberapa alasan yang mengharuskan seseorang untuk tidak bekerja selama kurun waktu yang cukup lama. Beberapa kasus yang mungkin membutuhkan unpaid leave misalnya bersekolah keluar negeri atau mengikuti suami melanjutkan studi keluar kota, menjaga keluarga yang sakit, atau bahkan memperpanjang cuti melahirkan.

Beruntung, jika perusahaan tempat bekerja memiliki kebijakan unpaid leave yang memungkinkan karyawan untuk mengambil cuti diluar hak cuti yang dimiliki dengan konsekuensi gaji tidak dibayar. Lalu bagaimana menghadapinya?

  1. Persiapkan Tabungan Dana Darurat

Sebelum mengajukan unpaid leave, bekali diri dengan tabungan dana darurat. Tabungan dana darurat digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan dana mendadak. Bahkan, tidak perlu heran jika dana darurat pun mungkin terpakai untuk urusan pengeluaran rumah tangga. Tabungan dana darurat ideal yang disarankan jumlahnya antara 6-12 kali pengeluaran rutin bulanan. Jika pengeluaran rutin bulanan Anda sebesar Rp5 juta setiap bulannya, maka disarankan memiliki tabungan dana darurat minimal Rp30 juta.

  1. Evaluasi Pengeluaran

Apabila pengeluaran keluarga bergantung pada gaji bulanan maka evaluasi pengeluaran perlu dilakukan. Sebab pengeluaran keluarga bisa terpengaruh dengan adanya penurunan pendapatan atau hanya mengandalkan gaji suami. Pahami bahwa akan ada pos-pos pengeluaran yang perlu dihemat. Bahkan, ada kemungkinan dana darurat akan terpakai untuk memenuhi beberapa pengeluaran.

  1. Batasi Belanja Hiburan dan Kebutuhan Pribadi

Mulailah belajar menahan hasrat belanja hiburan dan kebutuhan pribadi. Hal ini diperlukan agar mommies tidak kaget dengan perubahan gaya hidup ketika masa unpaid leave tiba. Sayangnya, saat ada penurunan penghasilan, sebaiknya diikuti dengan penurunan gaya hidup. Porsi dana belanja hiburan dan kebutuhan pribadi yang tidak terpakai bisa dialihkan untuk menambah porsi tabungan dan investasi sebagai bekal finansial selama masa unpaid leave. Menjelang durasi cuti tanpa berbayar ini, usahakan untuk tidak membuat utang konsumtif melalui kartu kredit atau KTA.

  1. Alternatif Penghasilan Pasif dari Aset Produktif

Pendapatan tidak hanya bersumber dari gaji bulanan saja. Anda tetap bisa memperoleh pendapatan tambahan selama masa unpaid leave. Pendapatan tambahan tersebut bisa bersifat pasif dan aktif. Pendapatan dikategorikan pasif apabila mommies memperoleh uang meski tanpa usaha misalnya bunga deposito atau imbal hasil obligasi.

 

Live a beautiful life!

 Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.

 


Post Comment