Keluhan Pasca Caesar, Apa Saja?

Siapa bilang melahirkan secara caesar lebih enak dan mudah? Melahirkan lewat caesar juga butuh perjuangan, kok. Konon, pasca operasi caesar bisa menimbulkan beberapa keluhan. Keluhan apa saja?

Lagi asik-asik ngobrol soal tema artikel di ruang meeting, tiba-tiba saja Thatha mengeluhkan kalau tulang belakangnya terasa sakit. Kemudian Thatha pun bercerita kalau setelah operasi caesar ia sering merasakan sakit atau nyeri bila duduk terlalu lama.

“Pasca operasi caesar, perubahan yang paling dirasakan signifikan adalah udah nggak bisa duduk terlalu lama. Baik itu saat kerja lagi ngetik atau dibonceng sama suami kalau naik motor. Rasanya, tuh, bagian tulang ekor ke bawah sakit banget. Pas lagi ngerasain sakit, dan mau bangun dari duduk pun harus pelan-pelan, seperti ada bagian yang masih ‘nyangkut’ di kursi,”cerita Thatha.

Memang, sih, katanya sitiasi tersebut nggak berlangsung setiap saat. Biasanya terjadi kalau memang pas lagi capek dan duduk terlalu lama. “Jadi paling gue ngakalinnya, kalau pas kerja, 2 jam sekali bangun dan gerakin tubuh. Lalu kalau pas dibonceng di motor dan perjalanan jauh, nggak nonstop, sesekali turun buat minum dan ngelakuin peregangan badan.”

Berhubung proses melahirkan Bumi dengan cara normal, saya pun nggak punya pengalaman seperti yang dirasakan Thatha. Meskipun begitu tapi saya cukup paham kalau melahirkan caesar sama sakitnya dengan melahirkan normal. Seorang ibu yang melahirkan secara cesar juga butuh perjuangan. Jangan sampai, deh, punya pikiran ibu yang melahirkan caesar belum merasakan jadi ibu yang sesungguhnya.

IMG_5016

Saya pun akhirnya ‘melempar’ pertanyaan adakah keluhan yang dirasakan pasca caesar di WhatsApp grup teman semasa SMP. Ternyata beberapa teman yang melahirnya caesar mengaku tidak banyak mengalami keluhan. Contohnya Amanda Adrinani, “Alhamdulillah gue melahirkan caesar 3 kali, cuma ngerasa perih-perih aja pas awal melahirkan. Namanya kan juga ada luka sayatan, ya. Kayanya, sih, nggak sampai sebulan deh”.

Senada dengan Amanda, teman saya yang lain, Nissa Khalili yang melahirkan 3 kali secara caesar juga tidak mengalami banyak keluhan. Ia memaparkan pasca operasi caesar memang menimbul keloid dibagian ujung jahitan, namun setelah diberikan obat, keloid lama-lama bisa memudar. “Tapi memang kalau sekarang kalau yoga atau saat stretching, nggak pernah maksain karena memang perlu hati-hati dengan gerakan tertentu. Paling itu saja, sih.”

Saya pun sempat bertanya pada dr. Azen Salim Sp.Og di acara ‘Inovasi Teknologi Medis RSPI dari Masa ke Masa’. Sebenarnya apa saja, sih, keluhan yang sering dirasakan para Ibu pasca operasi caesar?

“Keluhannya itu ya, hanya sakit saja. Tapi kalau efek kebelakangnya nggak ada, kok. Sekarang kalau mau operasi caesar, jarum untuk membiusnya itu sangat kecil kaya rambut, pakai ila. Kalau dulukan memang pakai epidural, jarumnya sangat besar. Artinya, kalau jarum besar seperti itu memang harus terampil dokternya, kalau tidak terampil risikonya bisa membuat syaraf rusak.” ujarnya.

Ia melanjutkan, seorang perempuan yang melahirkan dengan operasi caesar, pada dasarnya jaringan tubuh akan cepat kemabali pulih apabila badan atau tubuh mendapakan asupan makanan sehat. “Maka penyembuhan juga normal. Kalau memang ada keloid pasca caesar, ya gampang, suntik saja.”

Waktu itu, dr Azen juga mengingatkan perempuan hamil membutuhkan kalsium yang banyak. Menurutnya, masyarakat Indonesia masih banyak sekali yang kekurangan kalsium dari makanan sehari-harinya sehingga memang perlu tambahan kalsium.

“Coba perhatikan, perempuan yang sudah masuk usia menopause, banyak yang jalannya mulai bongkok, karena kandungan kalsium makanan kurang. Jadi buat ibu-ibu yang sedang mengandung, perhatikan kalsium tubuhnya. Kita perlu tahu bagaimana kondisi tubuh sendiri, kalau tidak pasti ujung-ujungnya akan banyak keluhan sakit ini itu”.

Katanya lagi, sebenarnya untuk mengetahui tubuh kekurangan kalsium atau tidak itu gampang, contohnya sering mengalami keram. Sebenarnya hal ini tidak terjadi pada perempuan hamil saja. Perempuan dan laki-laki bisa kekurangan kalsium. Biasanya terjadi pada otot besar pada saat udara dingin karena otot cenderung berkerut. Saat itulah tubuh butuh kalsium, kalau kalsium tidak mencukupi maka bisa terjadi ‘kejang’ pada otot sehingga mengalami keram.

 


Post Comment