7 Hal yang Ingin Saya Dengar dari Orang Lain Ketika Hamil

Kalau saya hamil lagi, setidaknya 7 hal ini yang ingin saya dengar dari orang lain.

Pertama kali tahu hamil, perasaan saya kayak diaduk-aduk, senang dan bersyukur, itu sudah pasti! Tapi nggak bisa dipungkiri, ada juga rasa khawatir, misalnya timbul pertanyaan: “Janin saya berkembang dengan baik, nggak, ya?” atau “Ketika nanti melahirkan, rasa sakitnya seperti apa, ya?”. Sebisa mungkin, kekhawatiran saya ini, dinetralisir dengan nggak lupa bahagia selama kehamilan.

7 Hal yang Saya Dengar dari Orang Lain Saat Saya Hamil - Mommies DailySelain itu, mengelilingi diri saya hanya dengan lingkungan yang positif. Mereka yang selalu bisa memberikan energi luar biasa, sebut saja teman-teman yang sudah lebih dahulu punya anak. Sahabat-sahabat yang rajin telepon atau WA, sekadar menanyakan kabar, bahkan ada yang datang dengan makanan kesukaan saya, hahaha, bumil bahagia! Dan selama saya kehamilan, saya merangkum hal apa saja, yang sebetulnya ingin saya dengar dari orang ketika mengunjungi bumil, bukan hanya “Udah berapa bulan?”, dan “Ngidam yang aneh-aneh, nggak?”, Oh…come on people, it’s so yesterday!

  1. Apa yang sebenarnya dirasakan pada saat hamil

Meski awalnya nggak nyaman mendengar seputar fakta perubahan selama hamil, inilah yang saya butuhkan. Menghadapi realitas sesungguhnya! Bagian leher yang menghitam, kaki membengkak dan nggak jarang ukuran kaki jadi berubah. Atau saat berhubungan intim yang mesti ada penyesuaian di sana sini, inilah fakta sesungguhnya yang dialami perempuan hamil, nggak hanya yang indah-indahnya saja. Dengan catatan, cara penyampaian yang nggak frontal.

  1. Jangan sungkan untuk meminta bantuan pada support system ketika si baby sudah lahir

Seandainya, ada yang memeringati hal ini ketika saya hamil, mungkin saya nggak harus mengalami baby blues syndrome *__*. Saya sempat kewahalan mengatur manajemen waktu antara menyusui, merawat luka operasi setelah caesar dan menjaga asupan makanan selama jadi busui. Karena ternyata, yang bisa mengatasi baby blues syndrome saya adalah bantuan dari pasangan, dan orang rumah, seperti orangtua.

  1. Saya ingin dengar, tentang hal apapun!

Ada dititik tertentu, saya sudah kenyang mendengar segala hal yang berbau dunia kehamilan. Inilah saatnya saya ingin tahu tentang hal apapun! Boleh jadi berita terkini tentang politik, tapi jangan sampai bikin saya kontraksi, ya? Hahaha. Sepatu atau tas terkini apa yang bisa saya ajukan supaya suami mau membelikan? Atauuu, e-commerce mana yang sedang ada sale gila-gilaan? :p

  1. Menyusui itu tidak mudah!

Malam hari, saya pernah menangis di tengah proses pumping, “Kok begini amat ya, pumping dan untuk persediaan ASIP selama saya kerja?.” Hal seperti ini mungkin bisa saya antisipasi kalau ada yang kasih contekan dari awal, bahwa proses menyusui itu penuh dengan perjuangan. Belum lagi, puting payudara yang tak luput dari lecet, di awal-awal menyusui. Setidaknya secara psikis saya bisa lebih siap, kan?

  1. Peringatan dini tentang baby blues syndrome dan postpartum depression

Percayalah, fluktuasi emosi menjadi ibu sama halnya ketika naik roller coaster! 2-3 bulan pertama setelah melahirkan jadi masa-masa paling menantang untuk saya. Sayangnya selama kehamilan, jarang ada teman atau sahabat yang datang dengan dua informasi penting ini. Menurut Putri Langka, pengajar serta Pembantu Dekan II Fakultas Psikologi Universitas Pancasila menjelaskan , “Baby blues bisa diartikan sebagai perubahan perasaan, emosi atau mood yang begitu cepat saat bayi baru lahir. Kondisi yang lebih parahnya disebut dengan post partum depression”. Terbayang kan, betapa pentingnya dua informasi tadi bagi kenyamanan ibu selama mengurus buah hatinya? Nggak ada salahnya, lho, mommies konsultasi dengan psikolog, tentang dua keadaan emosi ini. Supaya mendapatkan informasi yang valid dan tahu ciri-cirinya.

  1. Bagaimana kehadiran anak, akan memengaruhi kehidupan pernikahan

Mulai dari rencana keuangan, hubungan antara suami istri, cara pandang hidup, lifestyle masing-masing pasangan, dan masiiiiih banyak lagi perubahan yang akan dialami pasutri ketika si kecil lahir kedunia. Sekecil apapun informasi yang diberikan, saya yakin akan sangat bermanfaat untuk ibu baru. Khususnya, soal persiapan biaya pendidikan! Betapa pos yang satu ini, wajib dipersiapkan jauh-jauh hari.

  1. Pengalaman seputar melahirkan

Meski terdengar menakutkan, cerita tentang bagaimana sesungguhnya proses melahirkan penting untuk diketahui. Tapi ceritanya jangan menakuti-nakuti, ya, mommies. Ceritakan selayaknya sesama ibu sedang sharing pengalaman. Kalau saya, di akhir sesi cerita, akan menambahkan “Proses setiap ibu saat melahirkan, pastinya beda-beda ya, jadi jangan jadi parno.” Dan satu lagi, apapun yang terjadi fokusnya hanya satu, yang penting ibu dan bayi selamat tanpa kurang satu apapun.

Mari jadi supporty system yang menyenangkan untuk si bumil J


One Comment - Write a Comment

  1. Poin menyusui bingung euy nyampaiinnya gimana…. kalau memang nanya di support group, misalnya nanya yang lain seperti cara bersihin puting atau merk pompa apa yang cocok buat nanti kalau bayi udah lahir sih biasanya saya dan admin lain selalu menyelipkan soal persiapan-persiapan lain yang nggak kalah penting seperti pentingnya latch-on yang tepat, IMD, ngitung frekuensi pee dan poo. Sementara kalau diamati komentator yang lain biasanya lebih ke kasih saran makan ini itu biar ‘ASI langsung lancar’ memang. Tapi kadang merasa kalau dikasih tahu persiapan mendetil gitu nanti mommies malah kebeban gak, ya? Ada yang kalau dikasih tahu malah khawatiran soalnya. Idealnya sih memang ada semangat dari diri sendiri (didukung suami) dan sarana belajar yang mendukung ya.

Post Comment