4 Tipe Pengasuhan Anak untuk Ibu Bekerja

Cari tahu, dari ke-4 tipe pengasuhan di bawah ini, mana yang paling cocok untuk seorang ibu bekerja.

Bagi mommies yang bekerja, selama ini pernah kepikiran nggak, tipe pengasuhan untuk si kecil seperti apa yang paling cocok untuk si kecil? Kalau saya, masih nyaman menitipkan anak di orangtua. Namun karena sudah hampir 2 tahun ini orangtua saya sedang tidak di Indonesia, jadi yang paling mungkin adalah mempekerjakan pengasuh untuk Jordy. Tentu, masih dalam pengawasan anggota keluarga yang lain dan support system di sekitar saya.

4 Tipe Pengasuhan Anak untuk Ibu Bekerja - Mommies DailySebagai bahan referensi mommies menentukan si kecil akan diasuh siapa selama Anda bekerja, ada 4 tipe pengasuhan yang bisa mommies pertimbangkan. Siapa tahu, juga berguna bagi mommies yang sebentar lagi cuti bersalinnya akan selesai.

  1. Menggunakan jasa keluarga

Jika ada anggota keluarga yang bersedia untuk menjaga bayi mommies, kenapa tidak mengambil langkah ini? Toh, mereka masih keluarga, misalnya orangtua kita, yang namanya cucu sih, pasti rasa sayangnya melebihi ke anak sendiri. Dengan catatan, sedari awal mommies berikan semacam SOP perawatan si bayi mungil ini. Karena kan, standar kita dengan orang lain beda-beda. Entah itu dititip kepada orangtua atau anggota keluarga lainnya, pastikan mommies dan pasangan memberikan apresiasi yang sepadan. Jangan lupa, sediakan semua kebutuhan si kecil, selama ia dirawat orangtua atau keluarga mommies.

  1. Jasa Babby Sitter

Buat pilihan yang satu ini, biasanya sih biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Sejauh ini, kisaran gaji baby sitter dimulai dari 2, 5 juta. Belum lagi kalau yang bersangkutam sudah berpengalaman, bisa-bisa tembus sampai 3 juta *__*. Tapi menurut saya, kalau memang ada budget-nya dan kualitasnya setara dengan hasil yang ditunjukkan kepada tidak? Selain gaji bulanan, pertimbangan juga biaya administrasi yang dikeluarkan jika mengambil baby sitter dari yayasan. Sementara itu, perhitungan beberapa persyaratan berikut ini, sebelum mengambil baby sitter:

  • Apakah calon baby sitter mommies terigitrasi dalam sebuah yayasan yang sudah terpecaya, dan mempunya track record yang baik?
  • Apakah ilmu dia tentang mengurus anak selalu diperbaharui?
  • Sebagian baby sitter hanya mau mengurus anak yang berusia 6 bulan, pastikan syarat-syarat khusus yang diajukan seperti ini juga mommies ketahui.
  • Kalau mommies datang ke yayasan, tanyakan juga bagaimana cara dia menyuapi, mengajak main untuk mentimulasi kepintaran dari berbagai aspek dan hal lainnya yang perlu diketahui. Lakukan wawancara sedetail mungkin.
  • Cari 3 referensi dari yayasan yang pernah menampung dirinya.
  1. Jasa ART yang dimaksimalkan menjadi baby sitter

Sekarang saya pakai cara yang ini, tujuannya untuk menekan biaya, tanpa melupakan kualitas ART yang saya pekerjakan. Intinya , jangan terlalu banyak memberikan pekerjaan rumah, supaya fokus saja menjaga si kecil. Sisa pekerjaan rumah lainnya, saya berikan kepada ART yang pulang pergi, yang gajinya tidak setinggi kalau dia menginap. Lalu satu lagi, jangan lupa berikan SOP tentang pengasuhan anak dan jadwal harian si kecil, setelah itu print dan tempel di tempat strategis.

  1. Daycare

Daycare bisa menjadi alternatif menitipkan anak ketika  mommies bekerja, usahakan cari yang dekat-dekat kantor dan punya kredibilitas yang terpercaya ya, mommies. Dari pengalaman ibu-ibu lain, mereka menyatakan, kelebihaan day care anak juga seperti sekolah. Banyak kegiatan yang akan mereka ikuti. Selain itu, secara tidak langsung si kecil akan belajar bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Biaya yang dikeluarkan per bulan, berkisar 1,9 juta – 4 juta, tergantung usia dan fasilitas di daycare yang mommies tuju.

Dari ke-4 tipe di atas, mana yang mommies pilih atau sudah jalankan?


2 Comments - Write a Comment

  1. Anakku dulu sejak lahir sampai kurang lebih usia 1.5 tahun diasuh sama mamaku. Cuman ya pertimbangannya karena kalau diterusin berarti mama harus di Jakarta sementara papa di Surabaya, kasian juga kalau ortu yang wira-wiri Jakarta-Surabaya, on off mengasuh anakku. Akhirnya pas usia 1 tahun 8 bulan aku putuskan untuk men-daycare-kan anakku di daycare yang dikelola oleh Dharma Wanita kantor. Lumayan terbantu sih akunya. Pokoknya sarapan dari kita, kalaupun mau bekalin snack buat snack pagi/siang sih monggo aja. Toh di situ anak-anak biasanya juga dikasih snack. Siangnya mereka makan menu dari daycare. Mereka juga bobo siang. Nanti sekitar pukul 14.30-an mereka sudah bergantian mandi, karena pukul 15.30-an sudah harus diantar/didrop ke kantor untuk dijemput ortu masing-masing di tempat penjemputan. Lumayan terbantu sih so far. Anak juga belajar bersosialisasi, olahraga, nyanyi, bahkan upacara-upacaraan, dll. Lucu :D

  2. Tha, kalo gue pernah punya bad experience sama BS, jadinya beralih ke ART yang udah lama kerja di rumah terus kita training mengasuh bayi. Sambil diawasi eyang si ART ini. Terus cari ART lain untuk urusan rumah. So far sih berjalan lancar dengan dua anak ahahahaha.

Post Comment