Kenapa Ya Anak Suka Menggigit Kalau Berantem?

Ditulis oleh: Saskia Elizabeth

Lagi asik-asiknya main di playground, saya melihat dua anak bertengkar dan yang satu main gigit, sampai temannya menangis. Kenapa sih anak suka menggigit kalau berantem?

Beberapa hari yang lalu saya membawa anak-anak ke playground. Saat sedang bermain slide, saya cukup bersyukur anak-anak saya antre dengan tertib dan menggunakan alat dengan semestinya. Saya suka gemas lihat anak dibiarkan mendaki slide, padahal slide itu untuk meluncur bukan didaki, alat bisa rusak, kotor kena injakan, lagian berbahaya juga untuk si anak karena bisa tertabrak dari atas. Nah, ternyata kejadian menggemaskan itu terulang lagi nih di sini.

Ada anak sekitar 2-3 tahun mendaki slide, sedangkan dari atas ada anak yang sudah akan turun. Anak yang kira-kira berusia 5 tahun yang berada di atas ini tidak mau menunggu si toddler minggir, karena setelah diusir berkali-kali ia tidak mau pergi. Mata saya sudah mulai mencari-cari pendamping si kecil.

Daaan si anak besar meluncuuurr, tapi perlahan sehingga ia stop tepat sebelum menabrak anak yang lebih kecil. Dan berkata, “Dek kamu musti lewat dari belakang nggak boleh dari sini.” Hm saya rasa anak tersebut cukup baik. Lalu ada pemandangan yang membuat saya ternganga. Si anak kecil mendorong, si anak besar mendorong lagi, berakhir si kecil menggigit lengan si anak besar dengan sangat keras. Sontak si anak langsung teriak dan mendorong si anak kecil. Kemudian mereka nangis berduaan -__-.

Kenapa Ya Anak Suka Menggigit Kalau Berantem? - Mommies Daily

Baru kali ini saya melihat kejadian ada anak yang menggigit, maka saya bertanyalah kepada Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psi. seputar hal ini.

Mengapa anak toddler bisa menggigit saat sedang berantem?

Toddler masih memiliki keterbatasan dalam mengungkapkan keinginan/pikiran/perasaan secara verbal. Karena itu mereka cenderung lebih mudah bereaksi melalui aksi/tindakan salah satunya ya menggigit.

Bagaimana mengatasi perilaku ini?

• Ajarkan mereka cara mengemukakan emosinya secara lebih tepat. Saat anak emosi lalu menggigit, angkat anak dan tenangkan dulu.

• Jaga juga emosi kita. Kalau kita ikutan marah, anak akan bingung atau tambah emosional juga. Tunggu anak tenang, lalu bantu dia kenali emosinya tadi “Kamu marah ya sama temanmu? Kalau marah, bilang saja ‘nggak suka’, ‘marah’ atau ‘nggak mau’ (pilih kata-kata yang sederhana yang dapat diucapkan anak dan dapat dipakainya untuk ungkapkan marahnya). Lakukan ini berulang tentu saja.

• Waspada ketika anak mulai menunjukkan kekesalan/marah, lalu ingatkan anak apa yang perlu dia lakukan. Jadi antisipasi itu perlu saat anak yang punya kecenderungan menggigit sedang bermain bersama temannya.

• Jika masih terjadi, anak boleh di-pull out dari aktivitasnya sehingga dia paham bahwa itu tidak baik dan konsekuensinya tidak menyenangkan (stop main).

Apakah perilaku ini dapat menjadi acuan kalau anak tersebut menjadi calon pembully atau akan bertindak kasar di kemudian harinya?

Tidak dapat dijadikan acuan tapi…kalau perilaku ini dibiarkan bisa saja terbawa sampai dewasa.

Baiknya apakah anak seperti ini harus dihindari dari sosial dahulu atau?

Justru interaksi sosial merupakan media yang baik bagi anak untuk belajar mengendalikan perilakunya.

Apabila sedang terjadi konflik tersebut, baiknya perilaku kita sebagai orangtua seperti apa?

Stop anak dari kegiatannya, jauhkan dulu dari “korban”, tenangkan emosi anak lalu ajak anak untuk minta maaf pada temannya. Minta maaf ini penting agar anak dapat melihat akibat dari perbuatannya.

Baca juga:

Agar Anak Belajar Meminta Maaf dengan Sungguh-sungguh

Mudah-mudahan info dari mba Vera dapat membantu sehingga kita tidak clueless lagi dan si kecil dapat mengungkapkan emosinya dengan cara yang lebih baik tanpa merugikan temannya :)

Baca juga:

Ajak Anak Melakukan Pertemanan Sehat di Lingkungan Sosialnya


Post Comment