6 Gangguan Emosi Jika Anak Terlalu Aktif Bermain Gadget

Ditulis oleh: Rosalia Titi Wening

Kali ini saya mau menulis tentang 6 gangguan emosi jika anak terlalu aktif bermain gadget, seperti yang dikatakan oleh Astrid WED, MPsi,

Baca juga: Aturan Terbaru Screentime Untuk Anak

6 Gangguan Emosi Jika Anak Terlalu Aktif Bermain Gadget - Mommies Daily

1. Hilangnya control diri
Ketika anak tidak dibatasi dalam pemakaian gadget sehari-hari, maka anak akan terbiasa berlaku sesuka hati, karena merasa selama ini ia tidak mempunya batasan dari orangtua. Padahal, self control pada anak sudah harus diajarkan sejak dini, sehingga anak mampu membuat pilihan yang positif atau baik sebelum melakukan sesuatu.

2. Narsistik
Biasanya orang tua akan memaksakan anak untuk tersenyum saat sedang berselfie, padahal seharusnya anak-anak dibiarkan memiliki ekspresi natural. Dari situlah peran orangtua membuat anak menjadi narsistik. Sifat narsistik disebut sebagai gangguan kepribadian. Ia merasa dirinya lebih baik dari orang lain, selalu berada di level lebih tinggi dari orang lain.

3. Kemampuan bersosialisasi
Kemampuan bersosialisasi anak kurang terasah karena intens bermain gadget membuat mereka kesulitan berteman. Dampak di masa depannya ia cenderung mengalami guncangan emosi yang lebih besar dibandingkan anak lain. Padahal kemampuan bersosialisasi akan membantu anak untuk lebih mudah mengembangkan karakternya.

4. Perasaan kesepian
Kecenderungan ini tentu saja akan anak rasakan saat yang lain terbiasa mencurahkan apa yang dialami sehari-hari dengan ibunya atau bahkan teman sebangkunya, si anak malah asik langsung bermain gadget selepas pulang sekolah. Perasaan kesepian nantinya ia akan rasakan saat harus dealing dengan keputusan-keputusan yang mencakup masa depannya dan membutuhkan masukan dari sekitarnya.

5. Depresi dan kecemasan
Jika sudah mengalami hal-hal di atas dan tidak adanya solusi, si anak akan tumbuh menjadi anak dengan kecenderungan depresi dan mudah cemas. Tentu itu akan mengancam masa depannya, ia sulit mencerna apa yang baik baginya, sehingga jika ada hal yang tidak membuat dirinya nyaman ia akan langsung stres dan cemas berlebihan.

6. Makna dan tujuan hidup
Asik dengan dunianya membuat si anak sulit mencari makna dan tujuan hidupnya. Pengenalan yang minim akan lingkungan membuatnya terbatas hanya pada yang ia anggap benar dan yakini, tidak apa yang dianggap benar untuk lingkungan.

Namun, bukan berarti penggunaan gadget tidak ada hal positifnya ya Mom, seperti yang dilakukan oleh PT Central Asia Financial (CAF) dengan memperkenalkan asuransi Jaga Diri yang mengusung konsep asuransi online pertama di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengguna agar tidak perlu melalui agen sehingga proses lebih mudah, hanya dibutuhkan beberapa menit untuk aplikasi dan polis akan dikirim melalui email.

Jadi, jangan lupa menjadi pemakai gadget yang cerdas moms.


Post Comment