10 Manfaat Olahraga di atas Trampoline

Sedang bosan dengan olahraga yang itu-itu lagi? Coba deh, bermain trampoline yang ternyata 68% lebih efektif membakar lemak dibandingkan dengan lari!

Akhir-akhir ini saya sedang membangkitkan kembali niat untuk berolahraga (lagi). Asliiiik, susah banget menggeret badan untuk bergerak. Lebih nikmat leyeh-leyeh sambil makan camilan kayaknya, hahaha. Masalahnya, akhir-akhir ini saya sadar, kok saya gampang sakit dan tubuh terasa pegal-pegal. Selain itu, sulitnya menurunkan berat badan pasca melahirkan menjadi alasan saya berikutnya, hihihi. Namun, dari semua alasan, investasi kesehatan di masa karena tua saya ingin melihat Jordy, anak pertama saya tumbuh hingga dewasa dan bahkan hingga memiliki rumah tangga sendiri :’), menjadi alasan utama.

Lagipula, menurut Dr. Grace Tumbelaka SpKO, “Olahraga dapat berfungsi sebagai psychoactive drugs, yang akan  meningkatkan hormon beta endorphin – yaitu hormon yang meningkatkan rasa bahagia dan di satu sisi juga meredam hormon pemicu stress”.

Menyadari saya tipe yang gampang bosan kalau harus melakukan olahraga yang itu lagi-itu lagi, saya jadi mencari jenis kegiatan lain yang manfaatnya sama seperti olahraga tapi nggak membosankan.

Dan, terjawablah kebingungan saya saat saya datang ke acara Jumped Trampoline Fit Club di Scientia Square Park Serpong, beberapa waktu lalu. Yup, benar, bermain Trampoline. Sebenarnya saat membaca tulisan Saskia tentang Amped Trampoline Park, saya sudah penasaran, karena kayaknya seru.

10 Manfaat Olahraga di atas Trampolin - Mommies Daily

Ternyata, aktivitas yang terlihat ‘hanya’ lompat-lompat saja ini, menurut penelitian ilmiahnya, memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. 68% lebih efektif membakar lemak dibandingkan dengan lari, fakta ini merupakan hasil studi NASA. (Me loooveeee it!!!) :p

2. 10 menit bermain trampoline, membakar lemak lebih efektif, dibandingkan lari 30 menit.

3. Menguatkan otot, sendi dan tulang. Olahraga trampoline dengan gerakan rebounding (melambung) sederhana sudah memberikan efek kardio yang low impact, artinya memberikan stress yang kecil terhadap persendian lutut sehingga mengurangi risiko cedera.

4. Memperbaiki sirkulasi pembuluh darah maupun jaringan limfatik sehingga dapat meningkatkan sistem imun tubuh, menurunkan inflamasi dan detokfikasi. Detoksifikasi adalah sistem pengeluaran racun dari tubuh. Organ yang berperan adalah hati, ginjal, kulit, dan kandung empedu. Dalam proses pdetoksifikasi ini dibutuhkan sirkulasi pembluh darah maupun sistem limfatik yang baik.

5. Menurunkan depresi dan meningkatkan fungsi kognitif

6. Memerangi sel-sel kanker

7. Memperkuat jantung dan paru-paru

8. Meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh

9. Meredakan nyari leher, sakit kepala dan bahkan sakit punggung

10. Mengurangi gejala pramenstruasi bagi perempuan.

Catatan penting dari saya, kalau mau mencoba Trampoline harus didampingi oleh  instruktur yang sudah berpengalaman, seperti di Jumped Trampoline Fit Club, yang berlokasi di Scientia Square Park, Gading Serpong. Karena harus ada rangkaian pemanasan dan pendinginan seperti layaknya olahraga lainnya. Lalu, tidak makan berat 2 jam sebelum latihan, dan untuk anak-anak disarankan, berusia minimal 6 tahun, jika tertarik dengan olahraga yang tergolong baru ini.

Gimana mommies, tertarik nggak olahraga di atas trampolin? Kalau saya sih iya, gabung yuk!

Baca juga:

Mengenal Olahraga Barre

Fit Mum and Bub, Olahraga Seru Bersama Bayi


Post Comment