10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Pernikahan

Jauh-jauh dari 10 kebiasaan ini, kalau nggak – pernikahan mommies yang jadi taruhannya!

Memasuki pernikahan tahun ke-4, saya makin sadar kalau dalam sebuah pernikahan nggak selayaknya dirusak oleh hal-hal kecil. Misalnya kebiasaan-kebiasaan yang berpotensi merusak pernikahan. Meski jalan keluar selalu ada, tapi apa salahnya kalau bisa dicegah, ya kan?

10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Pernikahan - Mommies DailyMisalnya kerap melakukan kesalahan yang sama berulang kali, meski sudah ada pembicaraan yang membahas solusi yang terbaik. Ganggu banget dong, ya, kalau harus berantem karena hal yang sama berulang kali. Yang pernah terjadi antara saya dan suami, adalah perbedaan cara memencet pasta gigi, nah kan yang begini aja bisa jadi masalah. Kalau kata Hanifa Ambadar, CEO Female Daily Network, ketika saya mintai pendapat, sebaiknya jangan memusingkan hal-hal kecil. Hani, memilih memaklumi, alasannya selama itu bukan  perkara prinsip dan nggak melukai hati, ya ikhalasin aja. Kalau kata anak sekarang, “lemesin aja shaaayy,” hahahaha.

Selain dengan Mbak Hani, saya juga tanya dengan beberapa mommies lainnya di Female Daily Network. Mudah-mudah mommies juga bisa ambil pelajaran dari jawaban-jawaban mereka, beserta alasannya, tentang kebiasaan apa saja, yang sebaiknya dihindari (berlaku untuk suami juga istri), supaya pernikahan langgeng jaya sampai kakek nenek, mana, “aamiin”-nya?

Nadia Arisca (28), 1 tahun 8 bulan menikah

  1. Nggak mau bertoleransi dengan pasangan
    “Ini penting banget karena kan kita menikah tujuannya satu, ya, walaupun bisa aja visi dan misinya berbeda tapi kompromi dalam sebuah hubungan bisa jadi pondasi atau landasan yang cukup kuat.”
  2. Mengulang kesalahan yang sama
    “Sebenarnya sepele dan terlihat klise dan kita juga ngga bisa sih mengubah seseorang dengan sifat yg udah dia milikin bertahun-tahun, terus ketemu kita baru berapa lama lalu berharap dia bisa berubah drastis. Tapi setidaknya kalau berubah ke arah yang lebih baik, why not kan?” Nah ini, kalau kata Mbak Hani, sebisa mungkin maklumi saja, selama tidak menyakiti hati.
  3. Menolak bersilaturahmi dengan keluarga atau sahabat terdekat kita
    “Sayang banget kalau hal ini terjadi dan udah kita sadarin dari awal, karena kita kan menikah bukan sama pasangan aja ya tapi sama orang-orang terdekatnya juga. Baiknya sih mesti bisa nge-“blend” dengan keluarga besar maupun teman-temannyanya.”

Santi Rahayu (40), 10 tahun menikah

  1. Kebiasaan merokok

“Mesti tidak di rumah Tetapi residu rokok yang nempel baju dan kulit serta rambut kan tetap berbahaya, apalagi anaknya ada yg asma dan alergi.” Nah, kalau poin ini, saya juga mengalaminya, mommies. Solusinya, saya membuat kesepakatan dengan suami, kalau mau merokok harus di luar rumah, setidaknya jaraknya 10 meter! Dan habis merokok harus mandi dan gantu baju, plus baju dalam. Intinya saya nggak mau ambil risiko soal kesehatan anak.

Adisty Titania (36) 7 tahun menikah

  1. Main gadget berlebihan saat di rumah

Walau sudah coba semaksimal mungkin untuk menjauhi gadget saat di rumah, tapi Adis mengaku masih sulit membuang kebisaan itu, terutama menjelang tidur dan bercengkrama di tempat tidur. Alhasil, Adis sempat kena tegur suami, dan merasa “tersentil”, lalu langsung deh menjauhkan HP dari jangkauan.

  1. Manajemen waktu

Suami Adis nggak suka kalau dia bawa pekerjaan ke rumah, apalagi kalau akhir pekan masih buka laptop. Solusinya mereka jadi saling mengingatkan saja, kalau benar merahnya adalah manajemen waktu yang baik selama di kantor.

Dea Amalya (29), 3 tahun menikah

  1. Egois

“Kalau lagi debat, biasanya suami yang mengalah, atau kami berdua berujung sependapat. Tapi sejak punya anak, kalau topiknya tentang cara asuh dan didik, bisa sampe ribut besar, saya sama suami sama-sama ngotot.”

  1. Cara menyampaikan pendapat

Kalau kata Dea, dia mengalami perbedaan menyampaikan pendapat dengan suami. Kalau topiknya sedang sensitif, seperti keluarga besar, salah ngomong sedikit tentang masing-masing keluarga dampak bisa besar. Tapi hal ini juga Dea akui, mungkin kerena usia pernikahan mereka yang relatif masih muda. Semacam mengalami culture shocked karena kebiasaan di keluarga masing-masing.

Anita Desyanti (32), 3 tahun menikah

  1. Tidak menjadi pendengar yang baik

Kadang setelah pulang kantor dan sudah di kamar, saya akan bercerita banyak hal kepada suami, ya maklum deh, sudah bawaan perempuan kan ya, bawel! Di momen-momen tertentu pasangan saya malah asik main gadget, padahal saya sedang  mengeluarkan unek-unek saya. Kalau sudah begini, saya nggak akan pernah bosan untuk mengingatkan. Jadi pasangan suami istri itu, juga layaknya bersahabat, harus siap menjadi pendengar yang baik, untuk masing-masing.

  1. Tidak ada proses diskusi yang hangat

Suami saya (dulu), adalah laki-laki yang lumayan introvert, enggan membagi cerita kepada saya. Dan semenjak menikah, perlahan bisa diubah, karena saya ngotot – kalau hubungan suami istri ya harus sering-sering terjadi diskusi. Mau itu topik yang sepele, konyol apalagi serius. Ambil aja dari kejadian sekeliling, lalu jadikan topik pembicaraan, saling melontarkan pandangan masing-masing. Mau nantinya beda pendapat, menurut saya itu urusan belakangan. Yang penting, sudah terjadi interaksi dan keterlibatan emosi satu sama lain.

Kalau menurut mommies, kebiasaan apa yang dapat merusak pernikahan, silakan tambahkan di kolom comment, ya :)

Baca juga:

5 Kebutuhan Istri, Sudahkah Terpenuhi Oleh Suami?

3 Hal yang Tidak Bisa Saya Toleransi dalam Pernikahan

Nasihat dari Ibu yang (Mungkin) Dapat Menyelamatkan Pernikahan Kita


Post Comment