15 Hal Positif Saat Hidup Berjauhan dengan Suami

Ditulis oleh: Saskia Elizabeth

Saat suami dan istri harus menjalani Long Distance Relationship karena berbagai alasan, ternyata itu tidak semenyeramkan yang saya bayangkan lho. Seperti apa yang diceritakan oleh para istri ini.

Pernah terbayang nggak hidup berjauhan dengan suami? Iya tanpa suami, hanya Anda dan anak-anak saja. Ada ART/Suster atau orangtua/mertua sih tapi tidak ada pasangan dalam waktu yang cukup lama. Macam single mom namun akan berakhir apabila suami sudah mendarat di rumah.

Pasti di awal kita merasa panik ya, mulai dari panik bagaimana membesarkan anak seorang diri, kalau anak sakit tidak ada yang menenangkan, atau merasakan kembali tidur sendiri tanpa ada partner yang biasa memanjakan kita atau malah sebaliknya partner berantem sebelum tidur :D.

Buat mommies yang baru akan menghadapi tantangan ini, jangan panik dulu, ternyata hidup berjauhan tidak seseram itu!

Saya bertanya pada 5 istri yang sehari-harinya harus berjauhan dengan suami, ternyata mereka mengutarakan banyak hal positif yang terjadi. Mudah-mudahan ini bisa menenangkan hati kita semua para pejuang LDR :D.

1. Glenda, 38 tahun

• Dampak positif pertama mungkin orang yang saya urusi berkurang satu yaitu suami sebagai anak pertama saya hahaha. Becanda deng…. pertama jadi lebih berkurang berantemnya karena kan sering berjauhan jadi lebih sering kangen, dan kalau berkomunikasi maunya sayang-sayangan saja.

Kalau berdiskusi lewat WA kami jadi membaca dengan detil sekali tidak ada yang terlewatkan atau terlupakan, jadi bisa dibahas tuntas. Beda dengan ngobrol langsung yang mungkin malah ada yang kelewat karena sembari nyetir, nonton, atau makan.

Saya jadi lebih sabar dan kuat dalam mengatasi permasalahan rumah tangga dan anak-anak.

Yang terakhir lebih hemat! Suami saya suka jajan, kalau suami sedang bertugas, uang belanja jadi lebih hemat :D.

2. Sari, 34 tahun

Ditinggal suami, saya menjadi lebih mandiri. Biasanya saya sering banget minta tolong suami, sekarang mau nggak mau saya kerjakan sendiri. Ternyata tidak sesusah yang saya bayangkan.

Saya jadi lebih tahu detil urusan rumah tangga, mulai dari bagian rumah yang rusak sampai keperluan surat-surat penting (pajak, surat rumah, dan lainnya) yang tadinya tidak paham sama sekali

3. Monic, 34 tahun

• Kalau dalam hal LDR, justru saya yang meninggalkan suami dan anak-anak. Jadi kebayang saya tidak hanya’kehilangan‘ suami namun juga anak-anak untuk beberapa bulan. Dengan LDR saat ada waktu senggang saya bisa ngobrol lamaa sekali, sepertinya bisa lebih lama daripada bertemu langsung.

Kedua, kami jadi lebih senang menabung. Saat punya waktu bersama, kami menghabiskan waktu dengan jalan-jalan berlibur ke tempat-tempat baru.

Ketiga, LDR membuat kami makin mesra. Saat bertemu maunya mesra-mesraan saja, jarang sekali berdebat.

4. Lala, 27 tahun

• Awalnya susaaaah sekali menjalani LDR . Karena saat suami ditugaskan ke luar kota, saya masih hamil 8 bulan. Jadi saat hamil besar, melahirkan, serta membesarkan bayi, saya lakukan sendiri. Si bayi baru ketemu ayahnya saat usia 8 bulan. Tapi tanpa saya sadari selama ditinggal itu saya bisa dibilang jadi ibu yang hebat. Nyetir sendiri saat mau melahirkan, belajar mandiin anak sendiri, nyuapin anak, menemani bermalam-malam saat si kecil demam, membersihkan tempat tidur berkali-kali karena doyan banget gumoh. Dan, selesai cuti hamil, saya selalu menyempatkan beberapa kali ke daycare (di kantor saya dekat dengan daycare) untuk menyusui. Ahh kalau diingat-ingat masa itu saya benar-benar bangga.

Bisa dibilang kami cukup hemat dengan kencan-kencan mewah. Saat suami pulang malah bawaannya mau di rumah saja, atau sekalian berlibur ke luar kota. Jadi jarang menyentuh mall, nah bisa dibayangkan betapa hematnya hal tersebut!

5. Agustin, 36 tahun

Saya menjadi istri dan ibu yang serba bisa dan mandiri apabila harus mengambil keputusan mendadak.

Dapat belajar mengatur keuangan dengan baik dan leluasa.

Anak saya lebih dekat secara emosi kepada ayahnya walaupun jarak berjauhan.

Bisa jalan-jalan terus ke daerah tempat suami bertugas, hitung-hitung sering liburan.

• Intinya saya bangga bisa menjadi wonder woman selama suami tidak ada. Saya mungkin tidak akan seperti ini apabila tidak dihadapkan dengan LDR.

And for the LDR’s newbie, enjoy your adventure! There will always be a positive thing in every new adventure.


3 Comments - Write a Comment

  1. Soal kangen-kangenan dan lebih detil cerita sama… tapi tentang hemat kadang jatuhnya nggak terlalu hemat juga karena ada kalanya jadi lebih permisif belikan anak mainan atau sejenisnya karena ‘kasian udah jauh sama ayahnya’, hehehe.

Post Comment