Membuat Rencana Keuangan untuk Pebisnis Pemula

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Omzet atau angka penjualan bukanlah faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Agar bisnis dapat menguntungkan, rencana keuangan sebaiknya dibuat untuk para pebisnis pemula.

Saat ini, banyak perempuan yang mulai menjalankan usaha kecil dan menengah atau kerap dikenal dengan istilah mompreneur. Mereka adalah para ibu yang memiliki aktivitas diluar rumah sebagai pemilik usaha atau bekerja secara mandiri.

Agar usaha yang dijalankan dapat menghasilkan keuntungan, pebisnis tidak hanya dituntut untuk pandai menjual produk dagangannya namun juga pandai mengatur keuangan bisnisnya. Omzet atau angka penjualan bukanlah faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Agar bisnis dapat menguntungkan, rencana keuangan sebaiknya dibuat untuk para pebisnis pemula.

Apa saja yang perlu diperhatikan?

rencana keuangan pebisnis pemula

  1. Analisis Modal Awal Bisnis

Hal pertama yang perlu dipikirkan Mommies adalah menghitung kebutuhan modal awal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Kebutuhan modal awal terdiri atas biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian aset fisik yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Sedangkan biaya operasional merupakan biaya yang dikeluarkan agar operasional bisnis bisa berjalan. Biaya operasional umumnya terdiri atas biaya produksi barang dagangan, biaya pegawai, biaya sewa, dan biaya listrik & air.

Misalnya Anda membuat sebuah usaha jualan kue donat yang memerlukan modal awal sebesar Rp920 ribu. Jika donat yang berhasil dibuat dengan modal tersebut adalah 50 buah maka biaya produksi setiap donat menjadi Rp3.200,-. Sehingga, harga jual donat yang mommies tawarkan harus di atas Rp3.200,- agar memperoleh keuntungan bisnis.

  1. Buatlah laporan keuangan bisnis

Secara umum terdapat 2 laporan keuangan sederhana yang perlu disusun pebisnis yaitu Neraca dan Laporan Laba- Rugi. Neraca adalah laporan keuangan yang berisi catatan aset dan utang bisnis. Sedangkan laporan Laba- Rugi adalah laporan keuangan yang berisi informasi pendapatan dan pengeluaran bisnis selama kurun waktu tertentu sehingga bisa diketahui apakah bisnis yang dijalankan memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian. Dengan membuat 2 laporan keuangan sederhana ini, mommies bisa mengetahui jumlah aset dan utang yang dimiliki dan berapa keuntungan yang diperoleh dari bisnis.

  1. Pisahkan keuangan bisnis dan keluarga

Selain memahami kebutuhan modal awal dan membuat laporan keuangan bisnis, hal utama lain yang perlu diperhatikan adalah pemisahan keuangan bisnis dan keuangan keluarga. Contohnya, memisahkan rekening operasional rumah tangga dan rekening operasional bisnis sehingga manajemen keuangan masing- masing bisa dijalankan dengan jelas.

  1. Pikirkan pengembangan bisnis

The beauty of having a business for a mom adalah Anda yang menentukan sendiri mau menjadi sebesar apa bisnis ini kelak. Jika bisnis merupakan kegiatan sampingan diluar urusan rumah tangga, maka ada baiknya untuk membatasi penerimaan order agar masih dapat dikelola. Sedangkan, jika bisnis direncanakan untuk terus berkembang, maka sebaiknya dipikirkan struktur organisasi bisnis kelak beserta tim yang akan membantu Anda untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Live a beautiful life!

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.

 


Post Comment