Ketika Anak Menuntut Ibu untuk Berhenti Bekerja

“Ibu, jangan kerja! Ibu di rumah saja temenin aku. Bapak saja, yang kerja cari uang”. Saat anak menuntut ibu untuk berhenti bekerja, yuk, cari tahu bagaimana menyikapinya.

Setuju, nggak, sih, kalau salah satu yang bikin ibu bekerja galau untuk terus bekerja kantoran adalah sikap dan tuntutan anak agar kita tetap di rumah saja? Sehari-hari menemaninya di rumah. Kalau saya, sih, pernah merasakan saat Bumi menatap wajah saya dengan memelas dan bilang, “Ibu di rumah saja, yaaa….”

Lain hari, anak saya juga pernah melontarkan pertanyaan, “Kenapa, sih, ibu nggak di rumah saja? Biar bapak saja yang cari uang.” Hahahhaa…. mendengar permintaan yang satu ini, jelas saya cuma bisa senyum. Tentunya sambil menjawab alasan mengapa saya sampai saat ini perlu bekerja dan tidak bisa di rumah, seperti beberapa orangtua temannya.

Nah, buat Mommies yang penasaran, mengapa anak mengajukan permintaan yang satu ini, yuk, kita dengar penjelasan Mbak Vera selaku psikolog anak.


2 Comments - Write a Comment

  1. Waduh, kalau saya malah nggak pernah minta supaya Ibu saya di rumah saja. Yang ada malah dibawelin seharian, jangan nonton TV kelamaan, jangan ngemil terus, jangan lupa belajar, disuruh kecilin suara musik. Haduh, Sabtu Minggu aja Ibu ada di rumah sudah lebih dari cukup deh. Tapi ya kadang minta juga Ibu pulang cepet dari kantor, khusus kalau saya lagi meriang demam tinggi, hahaha. Kalau menurut saya pribadi mungkin lebih apakah si Ibu mampu membagi perhatian dengan cukup. Ibu saya kerja dari jam 7pagi-7malam (maklum Jakarta macet, jam segitu baru sampe rumah), tapi saya nggak pernah merasa perhatian dari dia kurang. Pada saat ada di rumah, Ibu saya nggak menyentuh kerjaan kantor, semua waktu dan perhatiannya fokus untuk anaknya. Tapi dilain sisi juga ada teman saya yang ngeluuuh terus kalau ibunya yang kerja dari rumah malah dianggap nggak merhatiin dia. Alasannya biarpun ibunya ada di rumah, tapi perhatiannya sebenarnya total untuk bisnis jualan dan konsumennya, yang padahal kalau ditanya menurut ibunya itu kerjaan nyambi, yang ternyata malah lebih panjang jam kerjanya daripada kerja kantoran. Bedanya cuma ibunya dia bisa masakkin makan siang aja setiap hari. So I think setiap orang pasti punya gaya parenting yang berbeda, tapi mungkin kalau sampai satu titik anak terus meminta supaya ibunya dirumah saja, kita juga harus instropeksi diri kenapa sampai anak merasa perhatian dari kurang.

  2. Iya setuju nih…anak anak suka kalau saya pulang cepat dari rumah..Tapi, Kakak sekarang sudah mulai mengerti. Suatu kali dia demam saya sudah berencana pulang dari kantor, kakak dengan bijaksana malah bilang,”Mami kerja aja, gk usah pulang.” Pendapat mba @sissassy benar sekali. Saat di weekend perhatian total kepad anak-anak. Menemani mereka les, mengajak main bareng, eksplore resep kue baru, sampai mandi bareng. Itu memberikan kesan bahwa mereka tak terlupakan oleh mamanya.

Post Comment