Waspadai Tanda Tanda Kelahiran Prematur

Ada banyak kekhawatiran yang saya rasakan ketika mau jadi ibu. Saat hamil, salah satu kekhawatirian yang begitu besar jika saya melahirkan secara prematur. Untuk itulah penting bagi bumil untuk mengetahui tanda-tanda kelahiran prematur seperti yang dijelaskan  Khanisyah Erza Gumilar, dr., SpOG

Sungguh, waktu zaman saya hamil, saya jadi perempuan yang gampang parno. Dikit-dikit ngeri. Makanya ketika shopping dokter kandungan  dan  Rumah Sakit Bersalin, saya mencari dokter yang benar-benar klik dan bisa membuat saya merasa nyaman. Dan tentunya bisa memberikan informasi yang saya butuhkan. Nggak mengherankan, ya, kalau dulu saya sempat gonta ganti dokter kandungan dan Rumah Sakit.

Nah, dari sekian  banyak yang membuat saya khawatir adalah masalah terjadinya persalinan prematur. Waktu kontrol ke SpOG saya dulu, banyak sekali pertanyaan yang saya ajukan mengenai masalah ini.

Vaksin Influenza untuk Ibu Hamil, Sepenting Apa, sih?

Buat Mommies yang tengah menanti kehadiran buah hati, tidak ada salahnya untuk lebih mawas diri. Berikut penjelasan Khanisyah Erza Gumilar, dr., SpOG  Staf divisi Fetomateral RS Universitas Airlangga, Surabaya mengenai kelahiran premature.

Umumnya pada usia berapa kelahiran normal terjadi?

Kehamilan dikatakan cukup bulan atau aterm memasuki usia 37 minggu. Berdasarkan rumus Neagele, taksiran persalinan adalah ketika 40 minggu, namun persalinan spontan kerap terjadi pada beberapa minggu sebelum dan sesudah 40 minggu.

Evaluasi kesejahteraan janin lebih ketat dilakukan bila hamil melebihi 40 minggu dan tidak didapati tanda-tanda persalinan. Bila kehamilan memasuki 42 minggu atau postterm, maka indikasi untuk dilakukan pengakhiran kehamilan.

Siapa saja yang berisiko melahirkan prematur?

Berikut ini adalah beberapa contoh  faktor risiko yang memudahkan terjadinya persalinan prematur.

  • Preeklampsia (pada kasus preeclampsia berat dan eklampsia, kehamilan harus diakhiri dengan konsekuensi bayi lahir premature)
  • Kehamilan kembar (semakin banyak jumlah bayi, semakin besar risiko terjadi persalinan premature)
  • Ketuban pecah dini
  • Segala bentuk infeksi virus dan mikroorganisme (rekasi inflamasi dan pelepasan mediatornya dapat memicu tanda-tanda persalinan)
  • Riwayat persalinan premature sebelumnya
  • Kelainan anatomi mulut rahim (inkompetensi cervix)
  • Kehamilan dari proses bayi tabung (IVF)
  • Kehamilan remaja
  • Underweight (berat badan dibawah BMI normal)
  • Beberapa keadaan khusus yang sifatnya maternal saving misal; penyakit jantung, placenta akreta, eklampsia, dll)

Saat ini ilmu perawatan bayi premature telah berkembang pesat dibandingkan beberapa puluh tahun yang lalu. Sehingga bila ada persalinan premature WAJIB dirawat di Rumah Sakit dengan pengawasan dokter anak dan fasilitas NICU yang memadai

Biasanya, apa yang menyebabkan kelahiran prematur?

Jika berbicara penyebab, maka secara biomolekuler mediator inflamasi (salah satunya prostaglandin) adalah penyebabnya. Tapi saya yakin jawaban tersebut tidak memuaskan untuk masyarakat awam.

Jadi saya memilih untuk menjawab sama seperti yang sudah saya jelaskan mengenai ibu hamil yang berisiko mengalami premature

 Adakah cara yang bisa dilakukan seorang ibu hamil untuk mencegah kelahiran secara prematur?

Dengan mengetahui faktor risiko, maka ibu dan keluarga paham akan ancaman terjadinya persalinan prematur. Dokter juga harus memastikan RS yang sanggup untuk perawatan bayi premature bila terjadi persalinan. Pemeriksaan kehamilan secara rutin dan teratur di dokter kandungan pada ibu yang memiliki factor risiko dapat mengurangi angka kejadian bayi lahir prematur.

 Apa saja tanda-tanda melahirkan  yang perlu diketahui dan diwaspadai para ibu hamil?

Saya menjawabnya adalah beberapa parameter untuk prediksi persalinan prematur, yaitu

  • Kontraksi rahim
  • Pembukaan cervix (bila diiringi dengan kontraksi yang kuat, maka persalinan prematur dapat dicegah)
  • Panjang cervix (cervical length diukur pada USG)
  • Fetal fibronectin test (dipakai ruitn di Negara maju. Sayangnya belum dilakukan di Indonesia)

Selain itu perlu waspadai beberapa tanda-tanda seperti perut terasa kram (kenceng-kenceng) yang makin lama makin sering, keluar darah dari jalan lahir, keluar air dari jalan lahir dan gerakan janin terasa berkurang.

Saran saya, bila ada salah satu dari tanda-tanda di atas, segeralah ke RS terdekat Jaman sekarang mungkin pasien lebih nyaman bila dapat menghubungi dokternya secara langsung. Namun perlu diketahui bahwa dokter juga mempunyai keterbatasan. Saya pribadi lebih memilih untuk edukasi pasien SEGERA ke RS terdekat bila ada sesuatu yang gawat

 

 


Post Comment