Saat Teman Anak Kita Meminta Pertemanan di Social Media

“Baiklah Fia, ini saatnya menjaga sopan santun di social media,” demikian tekad saya saat mendapat request pertemanan IG dari teman-teman anak saya.

Saat Teman Anak Kita Meminta Pertemanan di Social Media - mommies daily

Sudah dua bulan terakhir saya mendapat cukup banyak request pertemanan dari teman-teman anak saya. Iya, teman anak saya yang masih duduk di bangku SEKOLAH DASAR, ahahaha. Jangan tanya saya kenapa mereka bisa memiliki akun social media.

Semua berawal ketika anak saya bercerita kalau beberapa temannya sudah memiliki social media, dan bertanya kenapa dia belum boleh? Si mama tega ini tentu saja menjawab dengan lempeng sambil menunjukkan aturan kepemilikian social media. Untungnya tidak terjadi perdebatan (fiuuuh). Hanya si anak bertanya, apa nama akun Instagram dan youtube saya. Nah, dari situlah kemudian bermunculan request-request ini. Bagaimana saya menyikapinya?

1. Terima saja pertemanannya
Saya menerima pertemanan ini namun sambil menjelaskan bahwa ini adalah mamanya Bagus (nama anak saya). Jika mau menyampaikan apapun, berarti melalui saya karena Bagus belum memiliki social media.

2. Mengenal teman anak kita = kita tahu apa yang lagi hits di antara mereka
Berteman dengan teman-teman anak di social media sebenarnya menjadi keuntungan bagi saya. Kenapa? Karena saya bisa tahu apa yang sedang happening di kalangan anak-anak.

3. Kita bisa mengawasi pergaulan mereka
Melihat postingan apa saja yang ada di Instagram teman-teman anak saya, membuat saya sedikit banyak mengetahui bagaimana pribadi mereka, seperti apa hubungannya dengan keluarga. Dan selanjutnya, saya jadi bisa memilah mana yang kira-kira masuk radar aman untuk bermain dengan anak-anak saya.

4. Saya jadi lebih berhati-hati
Seperti yang sudah saya tulis di atas, berteman dengan teman dari anak saya di social media membuat saya mau nggak mau lebih berhati-hati saat mem-posting sesuatu atau menulis caption. Aselik, saya jadi manusia yang lebih santun, ahahaha.

Sejauh ini, ada empat keuntungan yang saya dapat dengan menjadi teman mereka. Untuk mommies yang anaknya sudah memasuki usia social media, bersiap-siap yaaaa.


2 Comments - Write a Comment

  1. Dua anak saya, bertahan untuk tidak bermedia sosial sampai dengan umur 13 tahun.
    Ketika SD, anak saya yang kedua bersama teman sekelas saling bertukar alamat Facebook, dipimpin oleh Ibu Guru. Anak saya tidak bisa menyebutkan alamat Facebook karena memang belum punya. Ketika ditanya Ibu Guru kenapa tidak punya, anak saya menjawab, “Belum cukup umur.”

    :D

    1. Pak Haq mantap! Dengan posisi sebagai orangtua yang canggih soal teknologi informasi dan dunia digital malah memantapkan untuk membentengi keluarga dan menaati aturan, ya. Semoga kami juga bisa konsisten seperti Pak Haq dan keluarga.

Post Comment