5 Sebab Anak Sukses Tak Pernah Tidur Larut Malam

Ditulis: Ficky Yusrini

Tahu, kah mommies kalau hilangnya satu jam tidur anak, setara dengan hilangnya dua tahun perkembangan dan pendewasaan kognitif anak!

Saya sering mendengar keluhan teman-teman yang punya anak -baik itu anak yang masih bayi maupun anak usia sekolah- yang mengeluhkan anaknya susah tidur cepat pada malam hari. Terlebih lagi, curhatan ibu-ibu bekerja, yang ketika sampai rumah sudah lelah, anak masih mengajak main.

“Pulang-pulang, masih lanjut perang bantal.”

“Segala teori sudah dicoba, lampu kamar dimatikan, minum susu sebelum tidur. Eh, ini malah kepalaku diinjak-injak.”

“Si Adek masih merengek minta diputerin Youtube Princess.”

Begitulah cerita teman-teman saya. Saya merasa amat beruntung, sampai anak saya, Pilar, berusia 9 tahun, saya tidak pernah mengalami masalah dengan tidur malam. Masalah saya cuma satu: saya jadi susah begadang karena jam tidur saya jadi ikut kebawa dengan jam tidur anak, yakni sebelum pukul 21.00.

Duh! Problem kalau sedang deadline kerjaan atau sekadar ingin menonton serial televisi favorit, selalu kelewatan! Head over heels, alhasil, saya pun menyiasatinya dengan membalik jam tidur. Sejak ‘kebawa’ ritme tidur anak, jam tidur saya jadi maju, pukul 20.30, dan bangun pukul 04.00 dini hari!

Saya merasa berada pada track yang benar. Sebab, banyak penelitian membuktikan, anak yang kurang tidur berisiko tinggi mengalami obesitas dan masalah kesehatan di kemudian hari. Dan, tidur cepat berdampak positif pada ketahanan fisik dan mental anak, juga pada perkembangan otak anak.

Menurut buku Sleeping Like a Baby yang ditulis Dr. Avi Sadeh dari Tel Aviv University, hilangnya satu jam tidur anak, setara dengan hilangnya dua tahun perkembangan dan pendewasaan kognitif anak. Anak usia 6-12 tahun, membutuhkan waktu tidur 11-12 jam. Panjang, ya! Jadi, kalau tidak tidur cepat, tidak mungkin waktu selama ini bisa tercukupi.

Saya sering ditanya oleh teman, gimana sih, supaya anak tidur cepat?.

Yang jelas, kebiasaan tidur cepat malam hari adalah proses pendisiplinan yang panjang, bukan sim salabim dalam semalam. Saya hanya bisa share dari pengalaman pribadi saja.

anak tidak tidur larut malam

1. Kebiasaan waktu tidur ini sudah saya terapkan sejak ia masih bayi
Setiap orang tua baru pasti pernah mengalami masa jungkir balik waktu tidur karena bayi tidak jelas ritme tidurnya. Beruntung, saya menemukan buku Tracy Hogg, Secrets of the Baby Whisperer yang di antaranya memberi tip supaya bayi bisa disiplin tidur malam. Menurut Tracy, pada anak bayi, memberi perhatian yang berlebihan atau terlalu membiarkan anak menangis, adalah dua hal yang harus dihindari.

Baca:

Kenapa Anak Perlu Tidur Sebelum Jam 9 Malam?

2. Hindari makan malam mendekati waktu tidur
Anak saya selalu makan malam sebelum pukul 06.00. Malah, dulu waktu balita, antara pukul 16.00 – 17.00.

3. Setelah makan malam, hindari aktivitas yang membuat anak aktif
Maksud saya adalah aktivitas yang menyangkut televisi dan gadget. Saya cukup strict untuk ini. Kedua hal ini adalah distraksi terbesar untuk mendisiplinkan anak dalam segala hal. Aktivitas yang saya pilihkan adalah kegiatan membaca buku, sesuai usia.

4. Ingatkan anak menjelang waktu tidur
Alih-alih menyuruhnya tidur sekarang juga, saya selalu mengingatkannya beberapa saat sebelum waktunya. “Adik, sepuluh menit lagi tidur ya!” Dengan cara itu, biasanya ia selalu menurut.

5. Tetapkan waktu tidur yang konsisten dan sama setiap harinya
Misalnya, jam tidur anak saya adalah pukul 20.00. Maka, jam 19.00, dia sudah harus ada di kamar. Meskipun ia merengek masih ingin menonton acara televisi, tidak akan saya kabulkan. Saya juga jarang mengajaknya pergi ke mal sampai melewati jam tidurnya. Hanya, sesekali kalau diperlukan, seperti traveling ke luar kota, atau menonton opera anak, bolehlah dispensasi.

Sampai sekarang, kalau saya harus pulang ke rumah lewat jam tidurnya, anak tidak pernah menunggu saya. Malah, saya yang sering nyesel kalau kemalaman, karena saya pulang tanpa sempat bercengkerama dengan anak.

Tapi, ya sudahlah!


Post Comment