Pentingnya Vaksin Influenza untuk Ibu Hamil

Setidaknya ada dua alasan mendasar mengapa para ahli menyarankan ibu hamil sebaiknhya melakukan vaksin influenza. Apa saja?

Salah satu yang membuat saya khawatir saat hamil dulu adalah kalau saya jatuh sakit. Karena saat bumil sakit, ngobatinnya kan nggak segampang mereka yang nggak hamil. Mau minum obat aja maju mundur, antara ingin cepetan sembuh sama takut obatnya berdampak buruk buat si janin. Apalagi sekarang ya, melihat penyakit yang semakin heboh. Duh, sukses bikin parno.

Tapi setidaknya sekarang banyak banget informasi tentang kesehatan yang gampang kita akses, salah satunya dari website Mommies Daily ini kan (jualan sekalian, ahahaha). Jadi saya tahu kalau selain hidup sehat (ya iyalaaah) ibu hamil juga bisa melakukan vaksin. Cukup membantu kan (seharusnya). Dan salah satu vaksin penting untuk ibu hamil adalah vaksin flu. Tahu sendiri, flu sekarang itu kejam, sembuhnya lamaaaaa banget. Awet nempel di badan (cih). Dampaknya juga ternyata bisa menyeramkan.

Nah, kalau ada mommies yang kebetulan hamil dan masih ragu untuk melakukan vaksin flu, silakan duduk anteng dan baca penjelasan saya (hasil wawancara dengan seorang dokter).

Vaksin Influenza untuk Ibu Hamil, Sepenting Apa, sih?

Khanisyah Erza Gumilar, dr., SpOG  Staf divisi Fetomaternal RS Universitas Airlangga, Surabaya, menjelaskan setidaknya ada dua alasan penting yang melatar belakangi ide pemberian vaksin influenza ini:

  1. Menghindari pemakaian obat OTC (over the counter) atau obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter, lebih familiar dengan sebutan “obat warung”. Karena beberapa obat OTC ada yang tidak aman untuk ibu hamil dan celakanya orang sering menganggap enteng bila terkena flu. Dengan adanya vaksin flu, angka kesakitan flu pada kehamilan menurun drastis
  2. Menurut dr. Erza, flu itu banyak sekali macamnya. Tentu masih ingat dengan tragedi flu babi, dan flu burung kan? Virus flu ini pintar bermutasi, sehingga sulit disembuhkan. Dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa, sehingga banyak yang terpaksa diisolasi. Belum lagi hewan ternak, ayam, dan babi yang harus dimusnahkan.

Melalui dua pemikiran sederhana dari para ahli di luar negeri, mengambil langkah untuk menjaga agar kelangsungan hidup umat manusia terjaga. Di beberapa negara maju, vaksin influenza sudah menjadi program wajib pemerintah. Merujuk dari dua pemikirian tadi, tujuan dan fungsi utama vaksin influenza adalah mencegah tidak terjadinya komplikasi yang lebih berat bila ibu hamil mengalami influenza.

Penelitian di beberapa negara maju, menyatakan bahwa pemberian vaksin IIV (Inactivated Influenza Vaccine) dalam kehamilan menurunkan angka kesakitan ibu hamil karena influenza. Beberapa komplikasi ibu hamil dengan influenza, di antaranya:

  • Penggunaan obat yang tidak jelas
  • Persalinan prematur
  • Perawatan isolasi dan intensif untuk ibu
  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Penularan ke janin

Jenis vaksin influenza dan waktu pemberiannya

Sementara itu, mengenai waktu pemberian vaksin influenza, berdasarkan referensi dari ACOG ( America College of Obstetry and Gynecology) dan CDC ( Center for Desease Control) yang berpusat di Amerika tidak ada batasan kapan harus diberikan, lebih cepat lebih baik. Namun, perlu diperhatikan dari segi vaksin influenza yang diberikani:

  1. Inactivated Influenza Vaccine (IIV): berisi virus inaktif yang dapat diberikan sebelum dan selama hamil serta sesudah bersalin melalui suntikan. Karena berisi virus yang inaktif, maka aman untuk digunakan saat hamil.
  2. Live attenuated influenza vaccine (LAIV): berisi virus AKTIF yang TIDAK boleh diberikan saat hamil. Vaksin ini direkomendasikan diberikan sebelum hamil dan sesudah bersalin

Dengan catatan kondisi ibu sehat dan tidak menggunakan kontrasepsi. Karena berisi virus AKTIF, maka tidak diberikan saat hamil karena dapat memicu ibu untuk terserang influenza dan menular ke janin

Bagi mommies yang berencana hamil atau sedang dalam kedaan hamil, semoga tercerahkan dengan informasi ini, ya :)

Baca juga:

Vaksin Flu Saat Hamil, Amankah? 


Post Comment