Alat Kontrasepsi Bisa Pengaruhi Hubungan Seksual. Benarkah Demikian?

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Alat kontrasepsi yang seperti apa, sih, yang bisa mengganggu hubungan seksual? Saya akan membahasnya di sini.

kontrasepsi berpengaruh pada hubungan seksual

Pekerjaan rumah yang cukup penting (bagi saya) setelah melahirkan adalah memilih alat kontrasepsi. Memang sih memberikan ASI bisa sekaligus menjadi alat kontrasepsi alami, namun saya memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi yang tidak alami, anggaplah double protection, hehehe. Daripada kebobolan, mendingan saya cegah dulu, kan, yaaa.

Jadilah kontrol pertama usai melahirkan, saya langsung berdiskusi dengan dr. Ade SpOG, dari RS Medika BSD, tentang alat kontrasepsi yang paling aman untuk ibu menyusui. Pada dasarnya, alat kontrasepsi yang cukup aman untuk ibu menyusui adalah yang tidak mengandung hormon, seperti IUD atau spiral yang tanpa hormon, karena IUD pun ada yang mengandung hormon .Karena tak mengandung hormon, maka proses menyusui bisa terus dilakukan tanpa khawatir bermasalah akibat naik turunnya hormon.

Pertanyaan selanjutnya, apakah alat kontrasepsi ini tidak memengaruhi hubungan seksual, seperti memengaruhi gairah wanita (khususnya)? Terus terang hal ini cukup penting untuk diperhitungkan, karena ‘rekreasi’ yang satu ini bisa menjadi cara yang tepat untuk menurunkan stres setelah seharian mengurus bayi. Ya, kan, Mommies? Hihihi…

Ternyata, khusus untuk alat kontrasepsi IUD, penggunaannya seharusnya tidak memengaruhi libido wanita, seperti yang saya bahas di sini. Bagaimana dengan alat kontrasepsi lain, apakah bisa memengaruhi hubungan seksual? Ini penjelasan dr. Ade:

Pil KB
Alat kontrasepsi ini bekerja dengan menggunakan hormon progestin dan atau hormon esterogen untuk mencegah ovulasi. Sayangnya, karena alat kontrasepsi ini bersifat hormonal, maka bisa memengaruhi jumlah hormon yang diproduksi wanita, sehingga bisa mengakibatkan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Saat itu pulalah, hormon yang berkaitan dengan gairah seksual wanita bisa saja menurun.

Suntikan
Suntikan juga merupakan alat kontrasepsi yang bersifat hormonal. Alat ini menggunakan hormon progestin yang disuntikkan pada bagian bokong atau lengan untuk mencegah kehamilan dan efeknya bertahan hingga 3 bulan. Hampir sama dengan pil KB, suntikan juga bisa mengakibatkan ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini mungkin membuat gairah seksual wanita menurun.

Implan atau susuk
Implan atau susuk yang berupa jarum kecil seukuran batang korek api harus dimasukkan ke bagian bawah kulit atau lengan bagian atas. Setelah terpasang, alat kontrasepsi ini secara perlahan mengeluarkan hormon progestin untuk mencegah kehamilan. Karena mengandung hormon, implan juga berisiko mengganggu hubungan seksual suami istri. Alat ini sangat mungkin menurunkan gairah seksual wanita.

Ketiga alat kontrasepsi ini akan menyebabkan peningkatan SHBG (Sex Hormon Binding Globulin) sehingga kadar androgen bebas akan berkurang. Kondisi inilah yang mungkin memengaruhi gairah dalam berhubungan seksual. Namun, dr. Ade menekankan, bahwa gairah seksual yang berkurang tidak selalu disebabkan oleh penggunaan alat kontrasepsi. Sebab, bisa juga diakibatkan faktor psikologis, sosial, lingkungan, kondisi fisik yang lelah mengurus bayi, stres dan kurang asupan makan yang bergizi.

Kalau kata teman saya, sih, penggunaan alat kontrasepsi itu cocok-cocokkan. Kondom juga bisa menjadi pilihan alat kontrasepsi yang cukup ampuh. Hanya saja, karena perlu memasangnya, kondom bisa mengurangi spontanitas saat berhubungan seksual. Sehingga, berdiskusi dan ngobrol dengan pasangan akan sangat berguna dalam menentukan alat kontrasepsi yang paling aman dan nyaman.


Post Comment