Kisah Perempuan Melawan Kanker Payudara Di Balik Selembar Foto

Mommies menyenangi seni fotografi? Kalau begitu jangan sampai melewatkan pameran foto #SADARI hasil bidikan Margareth Horhoruw. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil, termasuk ragam talkshow yang sayang untuk dilewatkan.

Sampai saat ini penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang dianggap paling menakutkan, termasuk kanker payudara. Data dari WHO Cancer Country  Profile yang dirilis tahun 2014 silam juga menuliskan kalau di Indonesia, kanker payudara jadi penyebab kematian terbesar bagi perempuan.

Sementara data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebutkan bahwa pada Desember 2014 hingga September 2015, ada 43.744 kasus kanker payudara yang ditangani. Padahal jika dideteksi sejak awal kanker payudara bisa  meningkatkan rasio keberhasilan penanganan penyakit.

Berbicara mengenai kanker perempuan, saat ini sedang dilangsungkan pameran foto #SADARI yang dihasilkan Margareth Horhoruw. Saat pembukaan pameran ini saya sempat datang dan berbincang langung pada  Maggy, sapaan akrab Margareth Horhoruw.

Berangkat dari rasa pihatin yang begitu besar karena sampai sekarang jumlah pasien kanker payudara sangat besar, Maggy pun mengadakan pameran mengangkat kisah perjalanan para penyintas dan pasien kanker payudara yang bisa dilihat di Alun-Alun Indonesia, Grand Indonesia West Mall Lantai 3 hingga 15 November.

Foto 1

Foto ini mewakili mewakili kisah 11 pasien perempuan yang berjuang melawan penyakit kanker payudara. Foto-foto tersebut cukup menceritakan bahwa  melawan penyakit kanker tidaklah mudah. Tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, penderita kanker payudara juga butuh didukung tanpa perlu memandang mereka adalah perempuan pesakitan.

Setidaknya, hal inilah yang diungkapkan Berlian Siahaan,  Endah Dwi Kurniati dan dr. Inez Nimpuno, MPA, MS, ACT Health, tiga perempuan hebat yang memiliki pikiran positif dan punya daya juang yang tinggi melawan kanker payudara.

Maggy sendiri berharap lewat pameran foto ini bisa membuat para perempuan lebih menyadari pentingnya deteksi dini serta penanganan dini kanker payudara. Sebab banyak pasien kanker payudara yang baru terdeteksi penyakitnya ketika sudah berada di stadium lanjut.

Proses pameran foto yang ia langsungkan tidaklah mudah. Biar bagaimana pun, tidak semua perempuan bisa berbesar hati mampu memperlihatkan sisi di mana mereka sedang berjuang melawan penyakit.  Seperti yang kita ketahui proses pengobatan  seperti kemoterapi  dan masektomi bukanlah proses ringan. Maggy mengakui ada beberapa kendala saat meminta izin untuk memotret pasien kanker payudara karena kecenderungan pasien untuk menutup diri.

Saya sendiri sangat tersentuh mendengar latar belakang di balik setiap lembaran foto yang dihasilkan Maggy. Bayangkan saja, di luar sana ada banyak perempuan yang sedang berjuang dan bertahan untuk melawan penyakit kanker, namun tho, mereka bisa tegar dan menjalani hidup tanpa mengenlih. Bahkan ada objek foto yang memperlihatkan kisah Dewi yang akhirnya berhasil hamil setelah dua tahun lebih menyeleaikan perawataan paska masektomi.

Selain menikmati hasil foto, gelaran pameran ini juga dilangsungan talkshow seputar kanker payudara dengan menghadirkan para pakar di bidangnya. Salah satu topik yang menarik dan sayang untuk dilewatkan adalah talkshow yang mengulas peran penting keluarga dan komunitas penyintas dalam melewati proses penyembuhan juga akan dibahas pada Kamis, 10 November 2016 (16.00 – 18.00) bersama Dr. Ir. Karlina Supelli, MSc (STF Driyakara), dr. Alfiah Amiruddin, MD, MSurg (dokter bedah RS. Mitra Keluarga Kemayoran), dr. Marzenia Primawati (penyintas kanker payudara), dan G. Eko Pramudya (suami penyintas kanker payudara).

Sementara di hari Sabtu, 12 November 2016 (16.00 – 18.00), akan ada diskusi bersama dr. Maya A. Rusady (Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan), Siti Noor Laila (komisioner komisi nasional HAM), serta dua penyintas kanker payudara (Dewi Yulita dan Berlian Siahaan) untuk mencari tahu tentang fasilitas kesehatan dari pemerintah dalam  “BPJS 101”  Dan sebagai penutup di hari Selasa, 15 November 2016 (16.00 – 18.00), pengunjung dapat ikut serta dalam talkshowPalliative Care”.

Tertarik untuk hadir?


Post Comment