Dokter Kecil Award 2016 Hadir Kembali

Ditulis oleh: Rosalia Titi Wening

Masih ingat dengan ekskul dokter kecil waktu kita masih duduk di sekolah dasar dulu? Hingga kini aktivitas dokter kecil masih aktif memperkenalkan kesehatan lingkungan pada anak-anak.

Ingat betul saat ditanya kalau sudah besar ingin menjadi apa? Kebanyakan dari anak-anak akan menjawab menjadi dokter. Profesi yang membuat anak-anak bangga saat harus mengenakan seragam jas putih sambil membawa testoskop, rasanya keren banget ya :D.

Setiap seminggu sekali kami yang mengambil eskul itu akan kumpul bersama dan mendengar pengarahan guru-guru yang nantinya informasi yang kami dapat harus kami bagikan ke anak-anak lain. Kunjungan ke rumah-rumah sakit menjadi hiburan tersendiri, mengetahui apa yang akan dokter lakukan kepada pasien, memeriksa dan mendiagnosa kemudian memberikan resep.

Yang membedakan dengan dokter kecil saat ini, dulu belum ada yang namanya dokter kecil award. Rasanya saja sudah senang berpura-pura menjadi dokter sungguhan, apalagi sampai harus diberikan award segala. Dan kali ini atas undangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang bekerjasama dengan Reckitt Benckiser (RB) menyelenggarakan Preskon (26/10) Dokter Kecil Award 2016, program tahunan yang kali ini menggusung tema “Suara Anak Bangsa, Sehatkan Bangsa”

Dokter cilik awards 2016

Untuk tahun ini Dokter Kecil Award diikuti oleh 45 anak usia sekolah dasar dari seluruh Indonesia, yang dipilih berdasarkan prestasi di sekolah dan telah melalui seleksi di masing-masing daerah. Anak-anak ini sejatinya akan dapat membuat perubahan positif dan berkontribusi terhadap lingkungannya, terutama di bidang kesehatan. Seperti yang diungkapkan Prof. Dr.dr. Ilham Oetama Marsis, Sp.OG (K), Ketua Umum IDI bahwa award ini untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang lebih baik lagi, khususnya dalam bidang kesehatan.

Seperti halnya pemilihan beauty pigeon atau kompetisi lainnya, para finalis dokter kecil akan dikarantina selama tiga hari, 14-17 November 2016, mereka akan diberikan pelatihan dan pembinaan mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, komunikasi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat. Yang menerapkan active learning, anak-anak akan mendapatkan pemahaman melalui pengalaman secara langsung selama karantina.

Anak-anak yang berasal dari daerah harus meninggalkan orangtua dan sekolah selama proses karantina. Home sick atau rindu rumah dan orangtua menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak ini. Belum lagi perbedaan satu sama lain yang terkadang bisa menjadi pertengkaran kecil. Namanya juga masih anak-anak ya Mom..hihi.

Setelah proses karantina selesai, tim penilai akan memberikan hasil akhir dan dinobatkanlah Duta Kesehatan Sekolah Indonesia. Tugas berat akan diemban oleh mereka yang terpilih selama setahun ke depan.

Rasanya bangga ya Mom, saat anak kita dinobatkan menjadi Duta Kesehatan Sekolah Indonesia. Ikut berperan aktif menjadi bagian Indonesia sehat dan bersih.


Post Comment