Nasihat Orang Tua Dulu yang Sudah Ketinggalan Zaman

Ditulis oleh: Saskia Elizabeth

Beberapa nasihat tentang parenting yang menurut saya sudah nggak relevan dengan kondisi sekarang.

Sebagai ibu muda (ehm…atau setidaknya mengaku muda), sudah pasti banyak nasihat yang mampir di telinga kita kan, ya? Nasihat yang baik akan saya tampung dan saya terapkan, tapi beberapa nasihat-nasihat yang menurut saya cukup kuno, apabila diterapkan sekarang sepertinya malah menjadi kemunduran, ya saya iyakan saja tanpa harus melakukannya atau membantahnya. Contohnya seperti nasihat di bawah ini:

nasihat parenting ketinggalan zaman

1. Anak perempuan tidak perlu sekolah, karena pada akhirnya dia akan jadi ibu rumah tangga yang hanya mengurus keperluan rumah tangga, anak, dan suami.

Ini adalah nasihat yang paling saya tentang. Menurut saya jadi ibu harus pintar. Ibu yang pintar akan membesarkan anak yang pintar dan keluarg kita pintar juga. Ibu yang pintar tidak akan panik begitu saja apabila anaknya sakit, ia juga dapat mengelola keuangan dengan baik, ia dapat mengambil keputusan-keputusan rumah tangga dengan bijak, ia bahkan dapat mengurus rumah tangga dengan baik dan tetap dapat bekerja menghasilkan tambahan untuk keuangan keluarga.

2. Suami adalah pemimpin keluarga, jadi sebagai istri harus mendengar, tidak membantah, atau meragukan setiap keputusan suami.

Saya paham bahwa suami memang kepala rumah tangga, tapi dia memiliki tim ada ibu dan anak, tanpa mereka suami bukan apa-apa. Jadi sebagai suatu tim baiknya menjalankan segala sesuatu dengan musyawarah mufakat untuk mengambil suatu keputusan. Seorang istri dapat memberi pendapat dan berdebat, apabila memang keputusan suami kurang bijaksana tanpa bermaksud merendahkannya.

3. Selalu mendengarkan nasihat orang yang lebih tua, karena mereka sudah makan asam garam.

Menurut saya tidak semua anak muda itu minim pengalaman. Banyak dari mereka yang merasakan banyak hal yang mungkin belum tentu dirasakan mereka yang lebih tua. Contoh, seorang anak 20 tahun, cancer survivor, orang tua bercerai tidak dinafkahi oleh ayahnya yang junkie, berusaha mempertahankan beasiswanya karena apabila tidak ia tidak dapat sekolah, membantu ibunya mengelola rumah makan. Saya rasa tidak adil berbicara padanya bahwa ia tidak merasakan asam garam atau pahitnya hidup. Tidak selamanya nasihat yang keluar dari para orang tua benar, dan tidak selamanya apa yang dilakukan para anak muda salah.

4. Awal si bayi lahir, ASI ibu masih dikit jadi si bayi harus diberikan susu formula.

Kita para ibu pasti sudah paham bahwa pada awalnya ya ASI memang tidak selalu banyak, tapi dengan rangsangan dari bayi yang terus menyusui dan hati serta pikiran ibu yang semakin tenang, maka ASI mudah-mudahan akan lancar (kecuali beberapa kasus di mana terdapat masalah pada sang ibu/bayi).

5. Bayi harus gendut/berisi kalau tidak berarti dia kurang gizi.

Nasihat ini sih yang paling kenyang saya dengar. Anak-anak saya bukan termasuk anak-anak yang terlihat besar (baca montok), cenderung kurus, tapi berat badannya selalu termasuk normal. Jadi gak heran kalau oma-oma yang melihat pasti protes, “Aduh ini bayi kok lucu banget tapi kok kurus? Tidak cukupkah susunya? Jangan pelit dong.” Eaa…#elusdada.

6. Jangan mandi malam-malam nanti masuk angin.

nasihat parenting ketinggalan zaman

My mom, me and all my kids are living proof that we are ok! Saya punya kebiasaan yang saya terapkan ke anak-anak, sehabis dari manapun di luar rumah, kalau sampai rumah ya harus mandi atau at least cuci kaki tangan dan membersihkan area kelamin dan sekitarnya. Karena kita tidak pernah tahu bakteri macam apa yang menempel di tubuh kita. Jadi saya tidak bisa membayangkan setelah seharian kita pergi lalu sampai rumah tidak bersih-bersih dan ganti baju.

Apakah mommies lain pernah dinasihati pepatah kuno yang rasanya tidak mungkin bisa diterapkan pada zaman sekarang?


Post Comment