Diabetik Makula Edema, Komplikasi Diabetes yang Menyebabkan Kebutaan

Hati-hati dengan Diabetik Makula Edema, komplikasi diabetes yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.

Di keluarga besar saya punya riwayat penyakit diabetes. Karena almarhumah nenek dari Mama saya meninggal karena penyakit yang satu ini. Oleh karena itulah saya cukup aware, takut jika mengalami hal yang sama. Apalagi sekarang penyakit Diabetes sudah bukan lagi penyakit orang tua  saja. Lah wong, anak kecil saja sudah bisa mengalaminya, kok.

Makanya saya selalu semangat kalau ada informasi baru mengenai Diabetes. Hitung-hitung bisa menjadi pengingat agar saya menjalani hidup yang lebih sehat (buru-buru buang pempek ikan sapu-sapu :D). Salah satu informasi baru saya dapat ketika saya datang ke acara media edukasi yang membahas soal penyakit diabetes. Bahasan saat itu difokuskan pada komplikasi diabetes yang menyebabkan gangguan penglihatan bahkan sampai mengalami kebutaan. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah  retinopati diabetic, sebuah kelainan retina yang bisa dialami oleh hampir semua pasien yang telah lama mengidap diabetes melitus.

mata

Makanya, Dr Rumita S. Kadarisman, SpM, dokter spesialis mata RS Mata AINI Jakarta mengingatkan agar para pasien diabetes terutama yang sudah mengidap lebih dari 5 tahun perlu memeriksakan kondisi retina mata. 

Sayangnya, banyak sekali penderita diabetes yang tidak menyadari bahwa mereka bisa mengalami retinopati diabetic. Hal ini dikarenakan retinopati diabetic memang tidak begejala. 

Kok bisa diabetes menyebabkan retinopati diabeti? Tingginya gula dalam darah pada pasien diabetes dapat menyerang pembuluh darah kecil atau mikrovaskular di mata.  Jadi, kalau gula darah sering tidak terkontrol dalam waktu lama, pembuluh darah di retina akan mengalami gangguan. Mulai dari pembuluh darah bocor, kemudian cairan menumpuk di retina, maupun penyumbatan. Jika hal ini terus dibiarkan, bisa menyebabkan kerusakan di makula. Sementara makula, daerah kecil yang berbentuk bulat, terletak di bagian belakang retina mempunyai peran yang sangat krusial bagi penglihatan. Dan terjadilah itu yang namanya Diabetic Makula Edema. 

DME ini menyebabkan ketajaman penglihatan jadi menurun. Saat melihat juga akan timbul timbul bercak-bercak hitam, dan ketika melihat sebuah objek akan terasa menjadi tidak lurus. Kondisi yang paling parah adalah bisa menyebabkan kebutaan.

Perlu diketahui kalau DME tidak bisa disembuhkan. Artinya, kalau sudah ada gangguan, maka kondisi penglihatan tidak bisa normal seperti semula. Namun, agar kondisi tidak semakin parah dan mencegah terjadi kebutaan, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan. Contohnya dengan metode laser, namun, seiring berkembangnya teknologi kedokteran, standar emas pengobatan DME kini bisa dilakukan lewat pemberian anti-VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor).

Oleh karena, selain harus rutin menjaga kadar gula darah, pasien diabetes perlu rutin melakukan kesehatan mata.  Biar bagaimana pun, mata merupakan ‘harta’ yang sangat berharga dan perlu dijaga karena  hampir 85 % kehidupan kita bergantung pada mata.


Post Comment