Klinik Tumbuh Kembang di Depok: Anak Spesial Mandiri

Ditulis oleh: Dewi Warsito

Klinik untuk anak berkebutuhan khusus di daerah Depok untuk mommies yang ingin melakukan terapi untuk si kecil.

Klinik untuk anak berkebutuhan khusus di daerah Depok memang tak sebanyak di Jakarta. Karena itu, ketika saya menemukan klinik ini untuk terapi anak saya yang mengalami Sensory Processing Disorder, rasanya lega banget. Lokasinya pun termasuk di tengah-tengah, yaitu di Ruko Pesona, jalan Juanda. Saya nggak perlu bawa anak saya jauh-jauh ke tengah Jakarta hanya untuk mendapatkan terapi yang tepat.

Klinik tumbuh kembang Anak Spesial Mandiri ini pada dasarnya memberikan pelayanan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, yang biasanya mengalami hambatan pada proses tumbuh kembang. Hambatannya bisa berupa sulit berkonsentrasi dan belajar, autisme, hiperaktif atau ADHD, hingga kesulitan dalam gerak motorik, berbicara dan berkomunikasi. Klinik ini juga bisa membantu anak-anak dengan gangguan cerebral palsy, kesulitan menulis/membaca, dyslexia, termasuk anak down syndrome.

klinik untuk anak special needs

3 Layanan Terapi

Nah, ada 3 layanan terapi terprogram yang disediakan, yaitu Terapi Okupasi, Terapi Sensori Integrasi, dan Terapi Wicara. Tentunya sebelum ditentukan terapi yang tepat untuk anak kita, pihak klinik mengharuskan kita melalui proses penilaian awal terlebih dahulu. Biasanya proses ini dilakukan oleh psikolog anak.

Para terapisnya bukan sembarang terapis. Semuanya merupakan lulusan Universitas Indonesia jurusan Vokasi Ilmu Kesehatan. Kalau dilihat dari sejarahnya, tadinya jurusan ini ada di bawah Fakultas Kedokteran. Namun kalau tidak salah, sejak tahun 2008 sudah berdiri sendiri.

Terapi Okupasi (OT)

Terapi ini merupakan terapi yang terprogram melalui aktivitas-aktivitas motorik menyenangkan dan memiliki efek terapeutik bagi anak. Tujuannya sendiri membantu anak-anak yang mengalami hambatan dan atau gangguan fisik, mental maupun sosial, dalam kehidupan sehari-hari. Terapi Okupasi dilakukan melalui penekanan pada aspek sensomotorik dan neurologis anak, dengan cara memanipulasi dan memfasilitasi lingkungan bermain. Melalui stimulasi dini pada perkembangan motorik halus, nantinya diharapkan si anak mampu mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama rutinitas di sekolah.

Terapi Sensori Integrasi (SI)

Sensori Integrasi sendiri merupakan proses pengorganisasian informasi sensorik yang diterima oleh tubuh, kemudian diproses oleh otak, sehingga tubuh dapat merespon informasi tersebut. Sementara terapinya sendiri akan banyak membantu anak dalam memproses informasi tersebut. Kelihatannya, sih, seperti bermain biasa di playground, ada lompat tali, memanjat tangga tali, berjalan di atas papan keseimbangan, hingga melompat di atas trampolin. Padahal nggak sesederhana itu. Dalam prosesnya, seringkali anak yang mengikuti terapi ini diminta menyebut huruf mulai dari A sampai Z sambil melewati jembatan tali. Atau, ia diminta mengambil satu per satu potongan puzzle kemudian menyusuri lorong kain, dan menyelesaikan puzzlenya di ujung lorong. Saya yang lihatnya aja capek hahahaha… Anak saya setiap habis selesai terapi SI, harus selalu ganti baju karena tubuhnya basah oleh keringat.

Terapi SI ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi, juga kemampuan mengolah informasi dengan tepat. Anak juga diharapkan mampu untuk mengorganisasikan tugas-tugas, hingga menunjang proses perkembangan bicara. Banyak, deh, manfaat dari terapi SI ini.

Terapi Wicara (TW)

Untuk terapi ini, psikolog atau terapis harus mengetahui terlebih dahulu apakah kemampuan berbahasa si anak yang bermasalah, atau malah suara, irama, hingga kelancaran berbahasa. Setelah itu baru ditetapkan program stimulasi seperti apa yang harus diberikan.

Melalui terapi ini, nantinya anak diharapkan dapat mengaktifkan organ pada area rongga mulut, juga dapat berkomunikasi dengan kalimat yang jelas, tepat dan spontan, serta mampu mengekspresikan ide secara verbal, dan juga mengontrol intonasi & volume suara.

Yang harus diingat, program terapi tidak akan optimal jika hanya dilakukan di klinik. Apa yang dilakukan di klinik, juga harus dilakukan di rumah. Untuk itu, kerjasama orang tua sangatlah diperlukan. Makanya, sebisa mungkin yang menemani anak terapi adalah orang dewasa yang nantinya di rumah juga mampu mengulangi aktivitas yang sama. Tidak harus persis, biasanya terapis akan membantu memberitahu aktivitas alternatif yang dapat mendukung program terapi, dengan perlengkapan yang ada di rumah.

Klinik Anak Spesial Mandiri
Komplek Rukan Pesona View
Blok F No.4
Jl. Ir.H.Juanda – Depok
Telp: 081219554606
www.anakmandiri.com

Baca juga:

Anak dengan ADHD Semakin Banyak, Apa Penyebabnya?


Post Comment