Yuk, Ajak Anak Belajar Mandiri Lewat Makanan

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Tahukah Mommies, kalau dari makanan seorang anak bisa belajar banyak hal, salah satunya kemandirian?

Sudah tidak zamannya memanjakan anak dengan alasan terlalu sayang padanya. Kalau menurut saya, sayang anak itu berarti menyiapkan dia, agar kelak saat dewasa bisa mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Terlalu jauh, ya? Ah, tidak juga. Sebab belajar mandiri memang harus dipupuk sejak kecil. Lewat apapun, sekolah, pakai baju, mengerjakan pekerjaannya, termasuk makan.

Nyatanya, kegiatan yang fun seperti makan juga bisa mengajarkan anak mandiri. Bahkan dari sini anak juga dapat bonus berupa percaya diri dan memberi kesempatan padanya untuk memilih dan memutuskan sendiri sesuatu yang ia senangi. Kegiatan makan yang bisa membantu anak belajar mandiri antara lain:

Anak belajar mandiri dari makanan

Menyiapkan alat makannya sendiri

Semudah menyiapkan piring dan sendok yang bisa anak ambil dari tempatnya sudah menjadi salah satu kegiatan yang mengajarkan anak kemandirian. Sebetulnya ide ini justru saya pelajari saat melihat anak belajar di sekolah TK. Setiap jam makan, setiap anak harus menyiapkan piring dan gelasnya sendiri. Kemudian diletakkan di meja yang sudah ditentukan. Setelah duduk dengan rapih, baru makanan akan dibagikan, dan anak pun makan sendiri menggunakan alat makan yang sudah disiapkan sendiri tadi. Semua itu diawali dengan mencuci tangan secara mengantri. Hihi..lucu, ya.

Makan sendiri

Jangan pernah ragukan kemampuan anak untuk makan sendiri. Justru berikan ia kesempatan untuk menyendok sendiri makanannya dari piring. Awalnya, meja makan pasti seperti terkena angin puting beliung. Berantakan. Tapi, tenang, ini berlangsung sementara saja. Saat anak sudah mulai bisa menggunakan sendok dan garpu, kemudian menyuapkan ke dalam mulutnya, maka lambat laun kemampuannya akan terasah.

Makan bersama

Makan bersama selalu berhasil memberikan banyak manfaat, termasuk dalam mengajarkan kedisiplinan. Saat makan bersama, dalam suasana yang hangat, emosi anak akan lebih positif. Sehingga saat Anda memintanya untuk makan sendiri, ia akan dengan senang hati melakukannya. Apalagi bila ia melihat tak ada anggota keluarga lain yang disuapi saat makan. Saat itu juga anak pun akan lebih bersemangat untuk makan sendiri.

Berbelanja makanan bersama

Ini memang bukan kegiatan makan, namun dari kegiatan awal berbelanja makanan inilah anak akan semakin mencintai makanannya. Bahkan, bonusnya, ia jadi tahu nama-nama buah, sayur dan bahan makanan lain serta menambah kosa katanya. Dari hasil berbelanja ini, jangan ragu juga untuk mengajak anak memasaknya. Sehingga anak pun mengetahui proses makanan mulai dari bahan makanan yang dibeli di pasar atau swalayan hingga tersaji di meja makan. Mintalah bantuannya untuk sekadar mengambilkan beberapa bumbu dapur seperti bawang saat memasak bersama. Cara-cara ini, selain membuat anak lebih mandiri, kepercayaan diri anak juga meningkat karena sudah diberikan kepercayaan oleh Anda.

Menyiapkan bekal sendiri

Tak berarti anak harus memasak sendiri bekal sekolahnya. Semudah mengambil boks makan, sendok dan garpu sudah menjadi kegiatan yang bisa mengajarkan anak lebih mandiri. Ajak serta anak untuk menyusun makanan dalam kotak bekal. Pilihlah makanan yang mudah untuk disiapkan. Misalnya roti isi sosis, lengkap dengan buah potong dan jus buah segar. Untuk sosis, saya termasuk ‘pemilih’. Saya hanya memilih sosis yang tak menggunakan pewarna dan tambahan MSG. Bagi saya, sosis yang rasanya menyerupai daging adalah yang terbaik. Sosis yang biasa saya gunakan adalah sosis Kanzler yang mengandung 85 persen daging dan diproses dengan pengasapan, sehingga warna yang didapat murni dari proses tersebut.

Mengajarkan anak mandiri lewat makanan

Nah, selain mengajarkan anak mandiri, bisa lho kegiatan menyiapkan bekal ini digunakan untuk menguatkan bonding antara ayah dan si kecil. Minta suami untuk menemani si kecil saat menyiapkan bekal sederhana. Siapa tahu bisa ikutan kompetisi ‘Dad’s Do It Different’ yang diselenggarakan sosis Kanzler. Kompetisi ini mengajak para ayah untuk mempererat bonding dengan anak dan keluarga.

Hadiahnya menarik banget, lho! Pemenang bisa jalan-jalan sekeluarga keliling Jepang dan Disneyland Tokyo. Sambil menyiapkan bekal sehat, eh, bisa dapat hadiah pula. Yuk, ikutan mom, klik di sini untuk info lengkapnya, ya.

Baca juga:

Cara Jitu Mengenalkan Makanan Baru pada Anak


Post Comment