Ketahui Gejala Andropause Pada Suami Anda

Well being’ suami sudah tampak menurun, termasuk dengan gairah seksualnya? Coba cek lebih dulu, jangan-jangan suami mengalami andropause.

Kita pasti sering mendengar istilah menapouse, yang biasanya terjadi karena bertambahnya usia, mengidap sebuah penyakit atau kalau pola hidup yang kita jalani nggak sehat,kita bisa mengalami menopause dini. Tapi tahu nggak mommies, kalau ternyata hal yang sama bisa terjadi pada suami kita. Mereka akan mengalami andropause.

Sayangnya, nih, banyak pria yang nggak sadar jika sudah mengalami andropause. Seperti yang dikatakan dr. Anita Gunawan, M.S., Sp.And, bahwa banyak pria yang nggak sadar sudah mengalami adropause. “Mereka mengira rasa lelah, kekuatan fisik yang kian menurun, banyak keringat dikarenakan mereka sudah mulai tua saja. Hingga pada akhirnya kalu aspek seksual sudah menurun, fungsi ereksi nggak maksimal sampai mengalami impotensi, baru mereka concern,” ungkapnya ketika saya temui di ruang praktiknya di RS Pondok Indah, Jakarta.

Androlog perempuan ini menjelaskan kalau andropause adalah suatu istilah yang paling sering digunakan untuk menggambarkan kondisi pria setengah baya, yang mempunyai sekumpulan gejala dan keluhan yang mirip dengan menopause pada perempuan.

Sulit terangsang setelah menggunakan IUD

“Andropause itu male menopause, tapi kalau perempuan  itu kan benar-benar pause, sementara kalau para pria itu nggak. Tidak ada yang berhenti. Kalau istilah kami para androlog mengatakan man never pause. Selama mereka masih bisa ereksi dan berhubungan ketika istrinya masa subur, pria tetap bisa menghamili istrinya.

Walaupun begitu,andropause akan berpengaruh pada kondisi tubuh, “Andropause itu istilah kami adalah testosterone defisiensi sindrom karena hormon testosterone-nya memang sudah turun pada mereka yang sudah rata-rata usia 45 tahun ke atas, sama saja seperti  menopause,” terang dr. Anita lagi.

Penurunan kadar testosterone dalam tubuh bisa mengakibatkan berbagai gejala dan keluhan yang sangat kompleks karena terkait dengan masalah  yang dihubungkan pada beberapa aspek, salah satunya adalah aspek seksual. Ada beberapa gejala yang memang perlu diperhatikan. Gejala apa saja?

Biasanya, pria yang mengalami andropause akan mudah berkeringat, mengalami insomnia, timbul rasa gelisah dan takut, mudah lelah,menurunnya ‘well being’, menurunnya motivasi dalam hidup. Sedangkan untuk aspek seksual, akan terjadi penurunan terhadap minat seksual, kualitas orgasme menurun, berkurangnya kemampuan ereksi dan kemampuan ejakulasi.

Gejala tersebut bisa lebih cepat hadir pada pria yang memiliki penyakit degeneratif seperti jantung, kolesterol tinggi, diabetes, darah tinggi. Karena itu untuk memperlambat terjadinya andropause perlu hidup sehat.

Dalam hal ini, pihak istri tentu saja juga punya andil yang besar. Jangan sampai tidak mengetahui  apabila suami sudah mengalami beberapa gejala. Soalnya, ketika mengalami andropause, suami kerap kali megalami puber kedua.

“Istilah puber kedua itu sebenernya denial karena suami mengalami andropause. Denial bahwa mereka sudah tua, jadi berpikiran ‘Ah,  gue mau coba-coba dengan orang lain’. Apalagi kalau usia tidak berbeda jauh, biasanya andropause ini juga dialami ketika istri mengalami menopause. Makanya perlu komunikasi dan diperlukan perhatian dari istri. Istri juga harus tahu. Apalagi kalau istri sudah ogah-ogahan melayani suaminya sehingga suami mencari alasan dengan mencari pada orang lain,” papar dr. Anita.

Agar kualitas hidup tidak menurun lantaran andropause, tentu saja diperlukan pengobatan yang tepat. Namun, dr. Anita menegaskan proses pengobatan ini sangat individual karena akan berbeda setiap kasus. Salah satu pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan hormon.

Oh, ya, waktu ngobrol dr. Anita, beliau juga memberikan list beberapa pertanyaan untuk megetahui apakah seorang pria atau suami Mommies sudah mengalami andropause atau belum. Yah, bisa dianggap sebagai pemeriksaan awal yang bisa dilakukan sendiri di rumah bersama suami.

Jika jawaban no. 1 dan 7 adalah iya, atau ada 3 jawaban yang jawabannya iya selain nomor tersebut, maka kemungkinan besar kadar testosterone  menurun atau suami Mommies mengalami Andropause. Yuk,  kita cek sama-sama.

  1. Apakah libido atau dorongan seksual menurun akhir-akhir ini?
  2. Apakah sering merasa lemas, kurang tenaga?
  3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun?
  4. Apakah tinggi badan suami Anda berkurang?
  5. Apakah suami Anda merasa kenikmatan hidup menurun?
  6. Apakah suami Anda sering merasa kesal datau cepat marah?
  7. Apakah ereksi suami Anda kurang kuat?
  8. Apakah suami Anda merasakan penurunan kemapuan dalam berolahraga?
  9. Apakah suami Anda sering mengantuk dan tertidur setelah makan malam?
  10. Apakah anda merasakan adsanya perubahan arau penurunan prestasi kerja?

Wah… saya, kok, jadi penasaran, ya.

 


Post Comment