Saat Saya Mengandung Anak yang Belum Tentu Selamat Karena Perbedaan Rhesus

Ditulis oleh: Saskia Elizabeth

Sebagai pemiliki rhesus negatif, ketika tahu bahwa janin yang saya kandung memiliki rhesus positif, di saat itulah perjuangan kami dimulai.

Perbedaan rhesus ibu dan anak

Waktu saya mendapat kabar gembira bahwa saya positif hamil, hal pertama yang disarankan dokter adalah cek darah legkap. Saat itu saya bahkan tidak tahu golongan darah saya apa (umur 27 dan clueless). Langsung saja saya ke laboratorium untuk cek. Saat melakukan pengecekan saya sempat ngobrol dengan perawat yang mengambil darah saya.

“Bu, beneran belum pernah ambil darah sebelumnya?”

“Belum, ya Thank God nggak pernah sakit, kayanya terakhir ambil darah saat SD pas kena tipes.”

“Wah sehat banget bu. Jadi selain cek golongan darah ABO kita juga cek rhesus ya bu. Rhesus orang itu terbagi dua, positif dan negatif, kalau ibu pasti positif sebagai orang Indonesia. Biasanya bule-bule yang negatif. Kalau seorang ibu rhesus (-) nanti pasti bayinya nggak selamat bu.”

“Hah, kok begitu.”

“Karena ada kemungkinan rhesus bayi (+), dan apabila terjadi perdarahan tentu saja tidak akan selamat karena perbedaan darahnya.”

Masih tidak sepenuhnya paham ya saya manut saja. Dan sejenak saya lupa kalau almarhum ayah saya itu memiliki campuran Belanda Indonesia karena oma saya 100 persen Belanda.

Dua jam kemudian menerima hasilnya..ternyata saya rhesus (–) dan tentu saja suami rhesus (+).

Sebenarnya apa sih masalah seorang ibu dengan rhesus negatif ini?

Di dunia medis dikenal dua cara penggolongan darah, yaitu sistem ABO dan faktor rhesus. Rhesus, merupakan penggolongan atas ada atau tidak adanya antigen-D. Antigen adalah sebuah zat yang merangsang respon imun, terutama dalam menghasilkan antibodi. Antigen biasanya berupa protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya. Orang yang dalam darahnya mempunyai antigen-D disebut rhesus positif, sedang orang yang dalam darahnya tidak dijumpai antigen-D, disebut rhesus negatif. Rhesus negatif ini memang banyak ditemukan di garis keturunan kaukasian.

Karena ada perbedaan rhesus dengan suami, maka ada kemungkinan bayi mewarisi rhesus ayahnya yang positif. Ini berarti si bayi mengandung antigen-D, masuk ke dalam darah saya yang tidak mengandung antigen-D ini. Lalu hubungannya apa?

Jadi, Ibu dan bayi mempunyai sirkulasi darah masing-masing yang terpisah. Aliran darah bertemu sangat dekat di plasenta, yang hanya dipisahkan oleh sehelai sel tipis, sangat mungkin adanya kebocoran kecil darah janin ke dalam sirkulasi darah ibu, sehingga darah ibu tercampur sedikit darah janin.

Kalau ini sampai terjadi, karena adanya perbedaan darah, tubuh ibu mendapat peringatan ada benda asing yang masuk dalam darahnya, lalu terbentuklah antibodi untuk menghancurkan benda asing tersebut. Jadi tubuh sang ibu menganggap si janin adalah benda asing., Ibu tidak bisa memberi supply makanan (darah) dan bayi tidak bisa menerima makanan.

Ketidakcocokan rhesus ini dapat mengakibatkan kerusakan besar-besaran pada sel darah merah bayi yang dapat menyebabkan kematian janin dalam rahim, atau kerusakan otak gagal jantung dan anemia dalam kandungan maupun setelah lahir, atau bayi kuning.

Dokter menyuruh saya langsung mengecek apakah darah saya sudah tercipta antibodi, pemeriksaan ini saat itu hanya bisa dilakukan di PMI. Karena hasil lab membuktikan belum tercipta antibodi dalam tubuh saya jadi si janin masih aman, dokter kemudian memberikan saya suntikan RhoGam, yang merupakan injeksi anti-D.

Dokter yang menangani saya benar-benar sangat tenang menjelaskan hal ini, dia pun bercerita, bahwa beberapa pasiennya yang mengalami hal ini biasanya orang asing yang kawin beda ras, dan semuanya lancar persalinannya. Dalam kasus ini memang memiliki risiko yang cukup tinggi namun bisa selamat.

Beberapa hari kemudian terjadi perdarahan cukup banyak seperti layaknya datang bulan hari kedua. Langsung saya menuju dokter, tapi ketika dicek semua tampak normal, alhasil saya dapat surat untuk bedrest.

8 Bulan kemudian Big S hadir di dunia dengan selamat sehat tidak kekurangan apapun. Rhesusnya ternyata benar mengikuti ayahnya yang (+). Bahagia dan leganya luar biasa, bagaimana tidak, karena saya sudah melewati 8 bulan terberat dalam hidup saya dimana saya mengandung anak yang belum tentu bisa selamat (begitu juga dengan saya yang belum tentu selamat).

Buat para mommies di luar sana, yang mengalami hal serupa dengan saya, jangan panik karena sekarang teknologi sudah canggih, suntikan RhoGam sudah lebih umum dan be happy and healthy all the time, just like other pregnant mom :)


Post Comment