Mengenal Pijat Perineum

Mommies pernah nggak mendengar tentang pijat perineum? Pijat ini diyakini bisa mengurangi robekan pada jalan lahir atau episiotomi, apa benar seperti itu?

mengenal pijat perineum

Beragam cara dilakukan seorang ibu hamil untuk mendapatkan proses melahirkan yang semulus mungkin. Ada yang memilih gentle birth, seperti yang dilakukan oleh Ayudia Bing Slamet. Dan ada juga yang sangat memerhatikan bagaimana kiat menambah bukaan saat melahirkan.

Saya sendiri, ketika melahirkan anak pertama, 2 tahun yang lalu, memilih banyak bergerak menjelang proses melahirkan. Meski berujung caesar, karena anak saya terlilit tali pusat di leher dan kakinya. Jadi boleh dibilang, tidak sempat merasakan persalinan yang mulus, plusss saya sempat diinduksi *LENGKAP!

Soal melewati proses persalinan yang mulus ini,  saya jadi ingat ada member Mommies Daily yang pernah bertanya mengenai  pijat perineum yang katanya bisa mencegah robekan pada jalan lahir.

Kebayang ngga sih, bagian kewanitaan kita dipijat? Ternyata pijat ini bisa dilakukan sendiri dan bahkan disarankan pasangan yang melakukannya. Keterangan ini saya dapat dari Tantri Maharani Setyorini, seorang Bidan dan Trainer Hypno Birthing Indonesia.

Pengertian pijat perineum

“Pijat Perineum dilakukan untuk mencegah robeknya perineum. Kenapa perlu dicegah? Karena di bagian perineum itu banyak sekali syaraf-syaraf, yang kalau itu robek secara alami atau secara episiotomi, bisa mengurangi fungsi dasar dari otot panggul. Misalnya gangguan fungsi yang saya maksud adalah, susah kontrol untuk BAB dan BAK setelah proses persalinan. Jadi pijat ini juga berfungsi menjaga fungsi otot-otot di panggul tadi, sebagaimana si ibu sebelum melahirkan,” jelas Tantri mengenai pengertian dan fungsi pijat ini.

Waktu yang paling tepat melakukan pijat ini saat usia kandungan di atas 34 minggu. Karena di otot-otot dasar panggul yang dilakukan pijat perineum itu, berhubungan dengan syaraf leher rahim, sehingga nanti bisa memacu pengeluaran hormon oksitosin. Sehingga kalau dilakukan pijat, akan dirasakan sensasi gelombang rahim atau ada kontraksi. Nah, kalau dilakukan sebelum 34 minggu, dikhawatirkan nanti terjadi kelahiran sebelum waktunya.

Selain itu Tantri juga mengingatkan, pijat ini dilarang bagi ibu hamil yang sedang mengalami herpes genital, vaginitis, keputihan yang cukup parah dan masalah kewanitaan lainnya.

Cara melakukannya

  1. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
  2. Potong kuku bilang sudah panjang
  3. Identifikasikan daerah perineum (dengan bantuan cermin)
  4. Siapkan posisi
  5. Posisi ibu setengah berbaring. Sangga punggung, leher, kepala, dan kedua kaki di bantal. Renggangkan kaki, kemudian taruh bantal di bawah setiap kaki. Gunakan jari tengah dan telunjuk atau kedua jari telunjuk pasangan untuk memijat (bila dengan pasangan)
  6. Berdiri dengan satu kaki menapak di lantai dan satu kaki diangkat diletakkan di kursi. Carilah posisi yang paling aman dan nyaman bagi ibu
  7. Oleskan minyak pijat yang hangat, misalnya minyak gandum yang kaya vitamin E, Olium cossar atau VCO atau pelumas berbasis air seperti jelly K-Y. Jangan gunakan baby oil, minyak  mineral, jelly petroleum atau lotion tangan.
  8. Masukkan ibu jari  ke dalam perineum sekitar 3-4 cm (maks 7cm) dengan posisi ditekuk, dan jari lainnya d iluar perineum.
  9. Dengan memertahankan tekanan secara cukup, gerakkan ibu jari atau telunjuk di dalam vagina membentuk huruf “U” secara berirama dan kebawah (rectum). Setiap kali Anda memijat, selalu bayangkan dan niatkan perineum menjadi semakin lentur.

pijat perineum

 

perineum

  1. Pemijatan tidak boleh terlalu keras, karena akan mengakibatkan pembengkakan pada jaringan perineum, pada awalnya Anda akan merasakan kencangnya otot-otot tapi seiring berjalannya waktu dan dengan latihan jaringan ini akan lentur.
  2. tunggu beberapa saat sampai Anda merasakan sensasi hangat (slight burning).
  3. Ingatlah untuk menghindari daerah saluran kemih/ uretra karena akan mengakibatkan iritasi.
  4. Lakukan gerakan ringan dengan jempol dari dalam perineum keluar arah perineum seperti gerakan kepala bayi keluar atau crowning

Setelah tahapan di atas selesai, lakukan juga perineal external stretching massage, dengan langkah-langkah berikut ini:

1

Lateral stretch : letakkan dua atau tiga jari Anda tepat di tengah perineum dan tarik ke arah luar, tegangkan otot dan kulit luar perineum Anda.

2

Vertical stretch – up: Letakkan dua atau tiga jari Anda membentuk formasi “V” pada perineum dan tarik kearah atas menuju simfisis pubis, pada sisi-sisi labia Anda. Tarik sampai batas rambut yang ada pada labia Anda.

3

Vertical stretch – down: letakkan ibu jari pada garis tengah perineum Anda, tarik dan tekan (saling berlawanan)

  1. Setelah pemijatan selesai lakukan kompres hangat  pada jaringan perineum selama lebih kurang 10 menit dengan hati-hati. Kompres hangat akan meningkatkan sirkulasi  sehingga meningkatkan relaksasi otot dan terbukti   bersifat melindungi perineum.
  2. Setelah melahirkan, lanjutkan dengan latihan untuk menguatkan otot dasar panggul (Kegel).

Pijat ini sebaiknya Anda lakukan sendiri atau dengan suami. Seorang bidan hanya memberikan contoh, itu pun harus menggunakan sarung tangan. Karena pijat ini melibatkan pasangan, Tantri juga menambahkan, manfaat lainnya yang akan dirasakan oleh Mommies, mempererat bonding Anda dengan suami.

Sementara itu, dari perspektif lain, yang disampaikan oleh Khanisyah Erza Gumilar, dr., SpOG  Staf divisi Fetomaternal RS Universitas Airlangga, Surabaya. dr. Erza menyatakan “Secara ilmiah, saya perlu RCT (Random Clinical Trial) dan meta-analisis untuk masalah perineum massage. Kebetulan sampai saat ini belum ada data tentang itu. Mudah-mudahanan di masa depan ada review tentang perineum massage. Namun dalam dunia kedokteran tidak ada benar dan salah. Yang ada hanyalah keselamatan pasien yang sesuai dengan prosedur.”

Menurut saya, semua kembali ke kenyamanan ibu hamil, jika ingin melakukan pijat ini, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Dan tentu ke bidan yang sudah sering melakukannya.

Di antara Mommies, ada sudah pernah melakukan pijat perineum? Silakan bagi pengalaman Anda, ya di kolom comment, Mommies.


Post Comment