Daniel Mananta: Rumus Bahagia adalah Membuat Orang Lain Terlebih Dahulu Bahagia!

Rumus bahagia setiap orang pasti berbeda, tapi saya super setuju dengan rumus yang dimiliki Daniel Mananta. Mau tahu proses pencarian bahagia ala Daniel?

Suatu hari saya bertemu Daniel Mananta di sebuah gerakan Time Please yang diadakan Pramuka, Disney dan Microsoft, di sebuah mal di Jakarta Selatan. Gerakan ini mendorong anak-anak Indonesia untuk menyediakan waktunya bagi anak lain yang membutuhkan kehadiran mereka. Praktiknya gerakan ini dilakukan per-sekolah dengan beberapa kategori sosial, seperti Kesehatan dan Sanitasi, Lingkungan dan Konservasi, Pendidikan dan Kesadaran Sosial. Sebagai contoh, pihak Microsoft memberikan waktu mereka untuk memberikan ilmu seputar coding dan ilmu komputer lainnya kepada keluarga yang membutuhkan. Meski program ini sudah lewat, Mommies sangat bisa meniru konsep dari gerakan ini untuk diterapkan sehari- hari.

Daniel Mananta: Rumus Bahagia adalah Membuat Orang Lain Terlebih Dahulu Bahagia!

Daniel yang juga hadir sebagai  guest speaker menyambut baik gerakan ini. Lalu obrolan pun berlanjut seputar misi sosial serupa. Dari sambutan yang sempat ia sampaikan, saya tergelitik bertanya lebih lanjut mengenai pernyataan dia yang berbunyi, “Saya bisa bahagia kalau melihat orang lain bahagia.”

Silakan disimak obrolan saya dengan Daniel Mananta ini, ya, Mommies.

Bagaimana Daniel  dalam mengimplementasikan rumus “Saya bisa bahagia kalau melihat orang lain bahagia?”

Secara personal, banyak. Tapi jarang banget saya post di IG karena saya mikirnya ini urusan antara saya dan Tuhan. Saya merasa, justru membuat orang bahagia itu lebih mudah kalau kita kasih waktu. At least, membuat dia merasa dihargai.

Sebetulnya ada beberapa, salah satunya, ada anak usia 23 namanya Kristo. Alkisah dia baru saja ulang tahun, tapi dalam 3 tahun terkahir sebelum dia ulang tahun, Kristo hanya bisa berkegiatan di atas ranjang. Karena dia sempat kecelakaan, dan kepalanya terbentur. Sejak saat itu dia hanya bisa berkomunikasi dengan matanya. Seluruh badannya sudah tidak bisa berfungsi lagi. Si Kristo ini senang banget kalau saya datang ke situ. Saya nggak pernah menyumbang berupa materi, tapi saya hanya datang ke sana dan ngobrol sama dia. Nanya-nanya kabarnya dan macam-macam.

Di momen seperti itu saya sadar, memberikan waktu saya saja, sudah sesuatu yang luar bisa untuk Kristo.

Bagaimana caranya Kristo ini bisa terhubung dengan Daniel?

Kebetulan saya lagi sering banget keliling gereja, untuk berbagai pengalaman tentang perjalanan kehidupan saya, kalau Tuhan itu luar biasa banget “bekerja” buat saya. Nah, di salah satu gereja tiba-tiba ada seorang ibu (yaitu Ibunya Kristo), datang dan bilang tolong doakan anak saya, karena anaknya sedang sakit. Akhirnya saat itu juga saya membuat keputusan untuk mendatangi Kristo.

Lalu ada cerita lain nggak yang bisa dibagi seputar misi sosial Anda?

Ada juga namanya Yayasan Anyo, ini adalah tempat persinggahan anak-anak yang sakit kanker. Pas pertama kali datang ke sana, saya sempat ngobrol dengan mereka. Dari berbagai macam cerita mereka, saya merasa sedih dan merasa seperti depresi, mengapa mereka harus dalam keadaan seperti ini? Akhirnya saya sumbangin PS di rumah, jadi sebisa mungkin, kalau saya datang ke sana, saya hanya main PS sama mereka. Dampaknya mereka kembali lagi menjadi anak-anak yang normal. Karena mereka merasa punya teman, dan kita ada untuk mereka saat itu! Dan ketika melihat mereka bahagia, saya juga jadi bahagia.

Menurut Anda gimana sih tingkat pedulian masyarakat kita tentang berita-berita viral yang membutuhkan bantuan, seperti bantuan darah?

Bagus, dan saran saya sering-sering deh main ke PMI dan nanya. Tahu nggak sih PMI itu dalam satu minggu, persediaan darah yang kita donorkan itu langsung habis! Saya sendiri setiap 3 bulan sekali. Sebisa mungkin saya konsisten, karena kalau sampai ada bencana di sebuah kota dan orang-orang perlu darah, persediaan darah di bank darah kita tidak akan cukup. Saya rajin post tentang donor darah ini di IG saya, supaya orang-orang juga aware tentang hal ini.

Daniel ada pesan nggak untuk pembaca Mommies Daily berkaitan dengan kebiasaan donor darah ini atau berbagi kebahagiaan dalam arti yang lebih luas?

Sebagian orang mungkin saja ada yang takut jarum ya, tapi tahu nggak sih, kita itu hidup di dunia ini mengejar apa sih? Kita kan ingin bahagia, yang kita sebaiknya membuat orang lain bahagia dulu. Tak hanya urusan materi namun bisa juga dengan menyediakan waktu yang kita punya.

Jadiii, sudahkah Mommies merasa bahagia hari ini?


Post Comment