Mom, Jangan Lupa Imunisasi Si Anak SD, Ya!

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Meskipun terlihat sudah ‘besar’ si anak SD tetap harus mendapatkan imunisasi lho! Jangan sampai kelupaan ya Mom. Apa alasannya dan jenis imunisasi apa saja yang diperlukan anak SD? 

Waktu seakan berlari kalau mengingat Dhia sudah mau masuk SD. Galau pencarian sekolah juga masih berasa, terutama di uang pangkal, ups! Hahaha.. Menyiapkan anak yang akan masuk sekolah dasar membuat saya kembali menjadi ibu baru. Sebab, banyak sekali ‘kejutan-kejutan’ yang membuat saya melongo. Salah satunya imunisasi. Ternyata, anak segede Dhia (6 tahun) masih harus dapat imunisasi (ketawan deh saya nggak pernah membaca-baca jadwal imunisasi yang dikeluarin IDAI)

Baca juga:

Kenapa Vaksinasi Dibutuhkan

Selama ini, saya hanya tahu bahwa imunisasi itu hanya untuk bayi, alias hanya Gia (7 bulan), anak kedua saya yang butuh imunisasi. Ternyata si kakak yang sudah semakin besar pun tetap butuh.

Baca juga:

9 Fakta Imunisasi Pada Anak

Vaksin Anak SD

*Image dari media.mercola.com

 Sewaktu ngobrol dengan dokter yang biasa memberikan vaksinasi pada Gia, dokter Kristoforus Hendra Djaya, SpPD, dokter internist sekaligus vaccinologist dari In Harmony Clinic, imunisasi untuk anak SD diperlukan karena beberapa alasan, yaitu:

1. Karena masih banyak anak yang imunisasinya belum lengkap atau bahkan belum mendapatkan imunisasi sama sekali saat usia bayi.

2. Karena kadar kekebalan tubuh anak bisa menurun seiring berjalannya waktu. Sehingga, anak memerlukan booster untuk memastikan antibodi atau sistem kekebalan tubuhnya tetap tinggi.

3. Ada beberapa jenis vaksinasi yang memang baru bisa diberikan pada usia SD, seperti vaksin HPV (vaksin pencegah kanker serviks) yang baru bisa diberikan pada anak usia 10 tahun (rekomendasi IDAI). Perlu diketahui, vaksin ini akan segera diprogramkan sebagai program nasional oleh Pemerintah. Bahkan tak lama lagi akan ada juga vaksin pencegahan demam berdarah yang baru bisa diberikan pada anak di atas 9 tahun.

4. Sayangnya, kekebalan buatan dan spesifik untuk penyakit tertentu, yang biasanya perlu diinduksi atau dirangsang oleh vaksinasi, akan memudar setelah berjalannya waktu. Hal ini menjadikan anak usia SD perlu mendapatkan vaksinasi lagi, bila sebelumnya sudah mendapatkannya. Vaksin ulangan ini diperlukan sebagai booster maupun tambahan dosis untuk meningkatkan kembali kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu, terutama penyakit yang berisiko tinggi penularannya.

Bila dirinci, berikut beberapa jenis vaksinasi atau imunisasi yang perlu didapatkan oleh anak usia SD:

- DPT, untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.
- Polio, untuk mencegah penyakit polio. Biasanya diberikan dalam bentuk tetes atau oral, dan suntik.
- MMR, untuk mencegah penyakit measles (campak), mumps (gondong), dan rubella (campak jerman).
- Tifoid, untuk mencegah demam tifoid atau tifus.
- Influenza, untuk menjauhkan anak dari flu dan mencegah penyebaran flu ke keluarga dan orang lain.
- HPV, untuk mencegah terjadinya kanker serviks atau kanker mulut rahim. Vaksin ini baru bisa diberikan setelah anak berusia 10 tahun.

Jadi, jangan hanya sibuk mencari SD terbaik atau memikirkan biaya masuk Sekolah Dasar saat ini saja ya mom. Pikirkan juga untuk membuat perencanaan kesehatan si kecil, termasuk jadwal vaksinnya.

Baca juga:

Anti Vaksin Berisiko Membunuh Bayi Orang Lain


Post Comment