5 Hal yang Harus Dilepaskan Working Mom….

Kadang ada hal-hal yang harus kita lepaskan sebagai seorang working mom agar pundak kita terasa lebih ringan dan wajah kita lebih mudah tersenyum :).

Saat saya membuat tulisan ini, otak saya lagi suntuk luar biasa dan perasaan saya juga lagi nggak karuan. Ditambah hujan sore plus earphone yang menutupi kedua telinga saya memutar lagunya Adele yang berjudul “When We Were Young”. Komplit rasanya momen untuk bergalau ria. Jadi, saya nggak mau membuat tulisan berat yang menuntut otak saya yang kalau sore kemampuan kerjanya hanya tinggal 30% harus bekerja keras, hahaha.

Dan saya menemukan satu topik menarik, tentang working mom. Jadi gini, beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman sesama working mom (beda kantor). Biasa dong saat sesama ibu-ibu yang merasa memiliki penderitaan yang sama berkumpul, keluarlah itu berbagai macam curahan hati. Salah satunya tentu saja bagaimana perjuangan menjadi working mom yang terasa tidak mudah.

SORRY

Dari kumpul-kumpul rempes ini, saya menemukan satu kesimpulan, bahwa kadang yang membuat kita ribet dengan hidup kita sebagai working mom nggak lain nggak bukan karena kita hobi banget melakukan hal-hal yang sebenarnya nggak penting. Yang kalau saja kita rela melepaskan itu semua, rasa-rasanya sih hidup menjadi lebih santai untuk dijalani.

FYI, saya tidak akan meminta Anda melepaskan pekerjaan Anda (ya iyalaaah), saya juga tidak akan meminta Anda melepaskan rasa khawatir tentang anak-anak (hal yang tidak akan mungkin bisa dilakukan oleh seluruh ibu bekerja di mana pun berada). Berikut hal-hal yang mungkin bisa kita coba untuk lepaskan…

  1. Terlalu sering meminta maaf

“Maaf ya rumah saya berantakan banget.”

“Duh maaf nih nggak ada makanan pas kalian main ke rumah saya, nggak sempat masak soalnya”

“Maaf ya saya nggak bisa ikutan bantu-bantu kegiatan sekolah anak. Soalnya kerja”

Kita terlalu sering meminta maaf untuk hal-hal yang sebenarnya tidak memerlukan permintaan maaf dari kita. Belajar berhenti meminta maaf untuk hal yang memang bukan menjadi kesalahan kita. One to keep: Meminta maaf kepada anak-anak kita jika memang kita salah! That’s good behavior.

  1. Saying you are fine almost all the time

Kenapa sih kita hobi banget bilang seperti ini di saat kita sebenarnya lagi nggak baik-baik aja?! Biar dibilang hebat, tangguh atau wonder woman? Wonder woman needs a break sometimes. Mengatakan kalau kita selalu baik-baik saja menunjukkan kalau kita nggak butuh bantuan orang lain. Sehebat itu kah kita? Nggak ada salahnya kok sekali-kali kita mengatakn “No I am not OK, I need your help!”

  1. Memenuhi kalendar kegiatan kita hanya untuk urusan anak-anak

Di usia anak-anak saya yang sudah 7 dan 10 tahun, saya baru sadar bahwa anak-anak pun kadang butuh jauh dari mama-nya. Yes, right! Mereka tidak selalu butuh kehadiran saya di setiap les yang mereka ikuti, di setiap acara sekolah yang tidak terlalu penting. Belajarlah memiliki skala prioritas bahkan untuk kegiatan-kegiatan si kecil.

  1. Tidur terlalu malam

Saya paham banget namanya ibu itu, niat tidur jam 9 malam akan berakhir dengan baru bisa merebahkan badan satu hingga dua jam setelah itu! Kenapa? Kalau saya, karena banyak to do list yang harus saya buat dan merasa harus menyelesaikan semua itu, baru bisa pergi tidur dengan plong *__*. It’s understandable but not so good for you!

  1. Melepaskan me time kita

Saya tahu akan ada masanya nanti kita bisa sepuasnya melakukan me time tanpa gangguan anak-anak saat mereka sudah remaja atau setelah kita pensiun. Tapi bukan berarti menunggu mereka beranjak remaja membuat kita jadi melupakan hobi kita kan? Bukan berarti terlalu fokus pada target pekerjaan membuat kita meletakkan me time di urutan terbawah kan? Menjalani sebuah hobi bisa membuat kita sedikit relaks dan membantu menjaga kewasaran kita. Jadi, apa salahnya meluangkan beberapa jam untuk melakukan hobi kita mom?

Belajar untuk jujur, mengenai apa yang sebenarnya ingin kita lakukan untuk diri kita sendiri. Kali ini aja mom….. coba lakukan sesuatu untuk diri kita, bukan untuk pasangan kita, bukan untuk anak kita, bukan untuk perusahaan kita. Namun untuk diri kita sendiri karena kita layak mendapatkannya :).

Baca juga:

Tidak Ada Ibu yang Sempurna

Tip Untuk Ibu Bekerja yang Memiliki Anak SD

5 Hal yang Tidak Perlu Diucapkan Ibu Bekerja pada Anaknya

 

 


Post Comment