Hal yang Harus Diwaspadai Saat Kepala Anak Terbentur

Pastikan si kecil tidak mengalami beberapa gejala berikut ini setelah kepala anak terbentur. Jika iya, maka Anda patut khawatir dan waspada.

Berberapa waktu lalu, Jordy anak pertama saya yang berusia 2 tahun 3 bulan, jatuh dan kepalanya terbentur lantai karena kecerobohan pengasuhnya. Dan sebagai tindakan pencegahan berikutnya, saya tidak lagi mempekerjakan si pengasuh ini lagi. Terserahlah orang mengatakan saya lebay,, lha wong urusannya sama kesehatan anak saya (kibas rambut). Sebagai ibu perasaan saya pasti khawatir dan sempat panik di awal mengetahui kejadian ini. Dalam dua hari saya pantau, Jordy tidak menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.

Tapi ternyata rasa cemas saya mengendap cukup lama, karena benjolnya masih besar, tepatnya di jidat sebelah kanan, warnanya hampir membiru. Akhirnya saya memutuskan membuat janji dengan dr. Sander D. Teddy, Sp.A di Rumah Sakit Pondok Indah.  Setelah diperiksa, dr. Sander menyatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Jordy. Lebam yang ia alami, perlahan akan hilang.

Hal yang Harus Diwasdapai Saat Kepala Anak Terbentur

Lalu sebenarnya, gejala-gejala seperti apa sih yang perlu kita waspadai jika si kecil terjatuh dan mengalami benturan terutama di daerah kepala? Menurut, dr. Meta Hanindita dari RSUD Dr Soetomo Surabaya ketika anak mengalami benturan, lakukan observasi tanda-tanda cidera otak berikut ini: 

  • Muntah
  • Kejang
  • Pola pernapasan yang berbeda saat tidur
  • Bayi tampak ingin tidur terus
  • Mata bayi tampak juling
  • Bayi sangat rewel

Jika tanda-tanda di atas dialami si kecil, besar kemungkinan dokter akan merekomendasikan  untuk dilakukan CT Scan terhadap si kecil. Dan apabila setelah jatuh dan terbentur sampai mengakibatkan hilang kesadaran segera bawa si kecil ke UGD untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Untuk pertolongan pertama, dr. Meta bilang Anda bisa mengompresnya dengan air dingin es, yang bertujuan menghentikan jika terjadi perdarahan di dalam luka benturan tadi.

Sekadar tambahan dari saya, jangan bosan untuk mengingatkan pengasuh atau orang di rumah, untuk mengawasi si kecil dengan saksama. Hal yang sama berlaku jika Mommies dan pasangan yang menjaga si kecil. Khususnya yang seumuran Jordy, 2 tahunan ini, pergerakannya susah sekali untuk ditebak. Cara lain yang saya tempuh, menyingkirkan semua barang yang memungkinkan untuk Jordy panjat, karena gerak motorik ini yang sedang Jordy gandrungi.

Baca juga:

Daftar Nomor Telepon Penting yang Perlu Diketahui

3 Pilihan Baby Monitor


Post Comment